Planetmiring’s Weblog

Mohon Maaf Jika Blog Ini Tidak Membuat Anda Tambah Pintar dan Bijaksana

Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘city hunter’

Jangan Ditiru : Menumpuk Sampah eh Sumpah..

Ditulis oleh planetmiring di/pada Juli 19, 2008

Hari ini saya kembali melanggar ‘sumpah’ saya terhadap kamar saya sendiri. Kira-kira 2 hari lalu, saya sempat melontarkan niat untuk meluangkan waktu akhir pekan ini untuk membersihkan kamar. Maklum, selama 6 minggu berturut-turut saya habiskan dengan berbagai macam kegiatan. Dimulai dari acara nonton bareng, datang ke pentas musik, hingga belanja segampreng keperluan. Tapi kalo mau jujur sih, kebanyakan wiken saya habiskan dengan kondangan ke pernikahan teman-teman saya, baik temen sekolah, kerja, maupun kuliah (ketahuan deh, kalo umur saya udah pantas buat nikah hehehe).

 

Rupanya pagi tadi kejadian terulang, mulai dari ajakan teman untuk nonton bareng (sorry ya, Neng Yuni, kali ini gak bisa…ihik..ihik), datang ke akad nikah teman, hingga Ryan yang tiba-tiba nelp untuk ngajak makan di Camp Steak Tebet yang banyak dikunjungi dara belia kalo wiken. Ternyata nih bocah gak tahan juga diem di rumah. Atau gak tahan sama cerita saya tentang banyaknya anak-anak sekolah yang makan disana? Hehehe…

 

Tapi dari berbagai macam ‘tuntutan’ tersebut, yang paling saya seriusin adalah jalan ke mangga dua mal yang sebenarnya merupakan ‘sumpah’ saya di wiken-wiken sebelumnya untuk beli cartridge Gameboy Advance yang baru. ‘Sumpah’ ini terlontar karena saya mulai bosan setiap hari saya hanya ditemani oleh games Naruto : Ninja Council yang sudah saya kelarin game-nya dalam waktu satu hari hehehe…

 

Maka, jadilah saya tepat pukul 4 sore, setelah sholat Azhar meluncur dengan mio kesayangan menuju mal yang digandrungi para penggila teknologi dan para relasinya. Dengan kecepatan rata-rata 60 km per jam, tak perlu waktu lebih dari 30 menit bagi saya untuk sampai di mal ini dari rumah saya yang mungkin hanya berjarak sekitar 30 km.

 

Sesampai disana saya baru ingat *Aah, shit…bukannya gue hari ini mestinya beresin kamar?* saya menyalahi diri dalam hati. Tapi berhubung acara nego harga cartridge antara saya dengan si mbak-mbak yang cengangas-cengenges gak karuan berlangsung seru, jadi ingatan saya kembali lupa. Malah, setelah beli cartridge Peter Jackson’s Kingkong dan Mario Bros Advance 3, saya kembali memburu toko yang menjual kartu perdana Mobilqu untuk ngenet yang katanya murah. Karena masih ragu sama kecepatan browsing-nya, saya yang tadinya udah ngebet pengen beli yang pake unlimited internet sepuasan, jadi beli paket 35 jam ngenet aja dulu. Setelah itu saya langsung cabut pulang.

 

Sesampai di rumah, saya baru inget kalo saya melupakan ‘sumpah’ saya ketika melihat kondisi kamar yang amburadul. Tapi karena penasaran ingin mencoba games yang barusan saya beli, lagi-lagi saya lupa sama ‘sumpah’ itu. Saya malah bikin ‘sumpah’ baru bakal bersihin kamar besok aja. Jadi, selama saya mengetik kata-kata gak penting ini, kondisi kamar saya layaknya kamar yang lebih dari satu bulan gak terurus: kasur yang spreinya bercampur dengan baju kotor, kolong meja kecil yang dipenuhi berbagai macam kabel-kabel dan adaptor, hamparan berbagai press release yang belum sempat saya garap, hingga tumbukan celana dan alat sholat di atas kabinet.

 

Padahal, waktu pertama kali bokap nyokap pengen ngebangun kamar ini sekitar 6 bulan lalu, saya ‘bersumpah’ kepada mereka bakal menjaga kamar ini baik dari segi kebersihan maupun komitmen untuk gak simpan barang yang aneh-aneh, termasuk menyusupkan perempuan ke dalam. Kayaknya sih, cuma sumpah ke-2 dan ke-3 aja yang saya jalanin hehehe…

 

Oh ya, sejam tadi kepala sampe pusing setting koneksi internet Mobilequ pake HP LG KU-380 yang biasa dipake buat ngenet akses internet via indosat.3g. Padahal udah ikutan ketentuan yang ada di situsnya Quasar. Berhubung kepala mabok gak kepalang, saya akhirnya kembali menggunakan kartu mentari atau modem CDMA (super lemots) saya untuk posting blog ini. Urusan setting bakal saya lanjutkan besok saja (lagi-lagi ‘bersumpah’….).

 

Jadi, sekian dulu tentang saya hari ini yang kebanyakan menumpukin ‘sumpah’. Berhubung mata belum ngantuk, sepertinya saya bakal mengisi malam ini dengan nonton DVD City Hunter (complete season 2) kalo gak Goggle V, yang saya beli sejak 4 minggu lalu di Glodok tapi baru beberapa keping saja yang saya sempatkan menonton.

 

gutnait dan selamat wiken!

 

*sok yakin deh blog ini bakal banyak yang baca pake salam-salaman segala hehehe

 

 

 

Ditulis dalam NgaLoR-NgiDoeL | Bertanda: , , , , , | Leave a Comment »

Nostalgia City Hunter

Ditulis oleh planetmiring di/pada Maret 24, 2008

cityhunter.jpg

Bagi penggemar komik dewasa, City Hunter mungkin bukanlah bacaan yg langka. Sekitar akhir 90an komik ini sempat booming di kalangan pembaca komik. Meski banyak memuat gambar seksi dan ketelanjangan, tapi dari sisi cerita City Hunter merupakan bacaan yg menghibur dan jenaka. Saya ingat ketika itu masih duduk di bangku SMP, sempet bela-belain irit jajan cuma hanya membeli komik ini. Nah, dikarenakan saya memang kurang rajin menabung, akhirnya saya cuma bisa pinjam2 edisi terbarunya dari seorang teman yg sangat fanatik dgn Ryo Saeba, tokoh dalam komik ini yg jago nembak, bela diri, ganteng, tapi sayangnya berotak mesum.

Tapi siapa sangka di balik kemesumannya ini ternyata sosok Ryo sangat beradab sekali. Dia gak bakal mau menjual dirinya ke dalam kejahatan. Dia menjadi semacam detektif hanya untuk membantu orang, meskipun terkadang klien yg dia pilih harus cantik dan seksi. Sepak terjangnya dgn partnernya yg galak dan posesif, Kaori, cukup menggelitik. Apalagi dalam cara menangani kasus kejahatan sangat tidak biasa. Nah, meski komik ini bisa dibilang komik dewasa yg menawarkan cerita detektif, tapi jangan menyangka pembaca bakal dijejali cerita investigasi yg berat. Jika dibandingkan komik Detektif Conan, cerita City Hunter justru lebih “kekanak2an”.

Gemerlap film Hongkong pun pernah mengangkatnya ke dalam sebuah film dengan pemeran utama Jacky Chan dan beberapa bintang besar lainnya. Meski secara fisik Jacky Chan jauh dari tokoh komiknya, tetap saja saya tidak bosan2nya menyaksikan film ini. Bahkan sekarang pun jika ditayangkan kembali oleh salah satu stasiun TV, saya menyempatkan diri utk menontonnya.
Sekalipun sekarang ini di rumah saya sudah tidak ada satu pun seri dari komik tersebut–hilang karena dipinjam, kena banjir, dsb–saya masih menyimpan beberapa ceritanya di dalam otak saya. Toh akhirnya sebuah nostalgia saya alami ketika minggu lalu mampir ke Pinangsia Plaza, Glodok utk membeli beberapa kebutuhan komputer. Di jejeran counter penjaja DVD bajakan, saya melihat “bundel” DVD City Hunter. Satu bundel berisi 6 CD dengan harga 30 ribu rupiah.

Dengan hati senang saya melenggang pulang dan langsung menyetel DVD itu. Tapi…….ternyata film kartun City Hunter tidak sesuai dengan ekspetasi saya. Tadinya saya berharap kartun ini lebih seksi dan hidup. Nyatanya, beberapa adegan yang sedikit ngeres dihilangkan di versi kartunnya ini. Begitupun dengan gambar yg masih kaku. Ini benar2 kealpaan saya, karena City Hunter merupakan kartun yg diproduk pada tahun 1987. Jadi sangat jelas dari kualitas animasi jauh dari ekpetasi saya. Meskipun begitu, untungnya dari sisi cerita versi kartunnya tidak jauh berbeda dengan komik. Saya pun bisa bernostalgia dengan klimaksnya….

Ditulis dalam PaNdaNgan MaTa & RasA | Bertanda: , , , , , | 2 Komentar »