Planetmiring’s Weblog

Mohon Maaf Jika Blog Ini Tidak Membuat Anda Tambah Pintar dan Bijaksana

Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘batman’

The Dark Knight: Nonton Lagi Ah

Ditulis oleh planetmiring di/pada Juli 23, 2008

Jika yakin suatu film yang ditonton akan bagus, sebaliknya siapkan tenaga untuk kunjungan berikutnya. Inilah sebuah perilaku yang kembali terulang, setelah satu tahun terakhir saya tidak menggelutinya. Maafkan saya, jika postingan ini membuat Anda bosan, karena isinya hampir sama dengan posting dua tema sebelumnya.

 

Apalagi sih? Ya, apalagi kalo bukan film The Dark Night (TDK). Setelah sempat berjuang untuk mendapatkan tiket premiere-nya bersama Ryan, saya putuskan kembali menonton film itu kemaren malam. Tapi, berhubung kemaren di FX kurang mendapat bangku strategis, akhirnya saya putuskan kembali mengajak salah satu teman saya untuk menontonnya tadi malam di Planet Hollywood. Itupun tanpa perjuangan yang berarti: on schedule jam 19.00, seat yang strategis, serta tanpa kemacetan yang berarti (bandingkan pengorbanan saya pertama kali nonton film ini. Maksudnya: baca posting saya sebelumnya hehehe…).

 

TDK memang film superhero paling yahud yang pernah saya tonton. Menonton film ini saya seolah mendapatkan ketentraman baru dari film superhero yang pernah ada. Film ini melengkapi daftar ‘kunjungan kembali ke bioskop’ saya, untuk berbagai film seperti Scream (trilogy), Urban Legend : Final Cut, SAW, House on Terror Track, Hell Raiser : Inferno, dan apa ya? Lupa!

 

Alasannya sih tidak sepele. Saya merasa TDK ini merupakan tolak balik dari sikuel Batman yang pernah ada, terutama Batman & Robin yang jeblok itu. Tangan dingin Christopher Nolan memang sanggup membuat image Batman terasa berbeda, hal ini mulai disadurnya dari Batman Begins yang merupakan debutnya dalam ‘seri’ Batman. Dia membuat TDK terasa lebih manusiawi namum kelam dengan menciptakan karakter jagoan dan pejahat yang eksentrik, alur cerita yang unpredictable, dan quote-quote yang bisa jadi ‘siraman rohani’ yang bisa mendorong kita untuk menjadi baik atau malah sebaliknya hehehe…*Mati Sebagai Pahlawan Lebih Baik Dibandingkan Berumur Panjang, Tapi Akan Menjadi Penjahat*

 

Dengan menonton film berulang, terkadang kita bisa mendapatkan bagian yang miss di saat kita nonton pertama kali. Begitu pun kali ini. Saya baru ngeh kalo ternyata selepas kematian Rachel Dawes, Bruce merasa terpukul karena tidak sempat memberi tahu Harvey Dent kalo Rachel akan menikahinya. Padahal, sebelum tewas diledakkan, Rachel justru mengaku kepada Harvey bahwa dia bersedia menjadi istrinya dan tidak bisa hidup tanpanya. Sebenarnya almarhumah*halah*sempat memberitahukan hal ini kepada Bruce lewat surat yang dititipkan kepada Alfred. Tapi, surat itu dibakar Alfred karena tidak ingin menyakiti perasaan Bruce, majikannya. Aih, kenapa bisa terlewatkan kan scene kayak gini? Payah nih…

 

Sebenarnya sih, saya tadinya ngajak Ryan—we are couple of freaks—nonton film ini, secara dia lebih ngerti karakter si Batman ini daripada orang lain yang kebanyakan mengganggap Batman itu ‘sekedar jagoan’. Tapi karena dia udah niat pengen lanjutin nonton DVD Smallville yang dipinjamkan temannya, ya apa boleh buat, dia akhirnya cuma nitip supaya saya nonton ending title-nya sampai habis. Biasanya, untuk beberapa film superhero, di bagian ini suka diselipkan adengan tambahan, seperti Spiderman dan Iron Man.

 

Sayangnya, untuk ketiga kalinya saya melewatkan seperti apa yang dititipkan Ryan kali ini. Padahal, dia penasaran banget pengen tau ada adegan apa. Soalnya, kata temannya yang nonton sampai film ini mentok banget, ada adegan tambahan. Bisa gak tidur dia pasti malam ini hehehe. Sebenarnya tadi kans saya menonton sampai mentok cukup terbuka lebar. Tapi, petugas kebersihannya bikin salting. Akhirnya pas detik-detik ending title-nya habis, saya putuskan keluar bioskop. Ternyata, pas melangkah di luar, saya mendengar music theme yang agak mencurigakan. Pengen balik lagi ke dalam, takut petugasnya jutek. Jadi ya sudah, cukup dibuat penasaran aja deh.

 

Jadi, begitulah saudara-saudara, petulangan kecil saya hari ini. Kalo ada yang menonton film ini sampai mentok banget di credit tittle-nya, tolong dong kasih tau bocoran adegan tambahannya. Itu juga kalo ada sih. Mau nunggu DVD-nya pasti lama betol. Kalo yang bajakan sih, udah pasti gak terjamin. Secara film baru dirilis bareng di seluruh dunia.

 

Foto: Canmag.com

Ditulis dalam NgaLoR-NgiDoeL | Bertanda: , , , , | 2 Komentar »

The Dark Knight : Membangkitkan Cinta Lama

Ditulis oleh planetmiring di/pada Juli 18, 2008

Film The Dark Knight (TDK) memang keren! Saking kerennya, sanggup membuat seorang Chandra mau posting blog di pagi sebuta ini hanya untuk sedikit bercuap-cuap tentang film yang dibesut Christopher Nolan ini. Saya memang salah satu dari sekian juta penggemar Batman yang sudah lama menantikan film ini. Bedanya, tingkat fanatik saya mungkin masih di bawah mereka.

 

Tingkat fanatik saya terhadap alter ego dari Bruce Wayne ini sempat hilang begitu penokohannya pada Batman & Robin diberikan kepada George Clooney. Film tersebut, menurut saya merupakan franchise terburuk dari film Batman yang pernah ada. Selain faktor cengos dan tebar pesona Clooney, penggarapan scene yang tidak kelam dan terlalu berwarna-warni, menjadikan saya hampir percaya bahwa tidak akan lagi Batman yang keren selain dalam racikan Tim Burton (Batman, Batman Returns).

 

Akibat rasa percaya itu, saya hampir saja melewati Batman Begins (BB) yang merupakan debut Nolan dalam film Batman. Memasang aktor Christian Bale, menurut Ryan, teman saya yang menggilai Batman, sikuel ini merupakan riwayat Batman yang sangat kelam. Malah dibilang, BB merupakan antidot dari kerusakan penokohan Batman oleh Clooney. Tak heran, untuk The Dark Knight penyutradaraan kembali diserahkan kepada Nolan.

 

Mengacu pada gembar-gembor media dan review majalah hingga pemberitaan keterkaitan tewasnya Heath Ledger dengan peran Joker yang dimainkannya, membuat rasa penasaran saya terhadap TDK semakin menjadi. Toh, akhirnya rasa itu terbalaskan malam tadi, meskipun harus dilalui sedikit perjuangan.

 

Dari rencana awal ingin menonton di Platinum FX, saya dan Ryan harus berputar otak, mencari bioskop mana yang juga memutar film ini. Karena, meski menyediakan dua layar untuk TDK, ternyata kami tetap gak kebagian kursi strategis. Toh, pilihan akhirnya tertuju pada Planet Hollywood yang jaraknya hanya sekian kilometer dari bioskop tersebut.

 

Sesampai disana, ternyata dari dua layar yang ada hanya pemutaran di pukul 21.45 saja yang masih menyediakan lahan strategis. Padahal, kami sampai disana pukul 19.00. Mau gak mau ya, kami harus rela menunggu 2 jam menonton TDK, sambil mengisi perut di Hokben yang posisinya gak jauh dari bioskop. *Biarin, yang penting dapet tempat duduk yang asik* saya bersyukur dalam hati.

 

Perjuangan saya ternyata sangat sangat sangat tidak sia-sia. Harus diakui, TDK merupakan sikuel terbaik dari film Batman yang pernah ada. Selesainya film, saya dan Ryan hampir tidak habis-habisnya berceloteh tentang betapa kerennya film ini. Betapa tidak, mengingat Nolan berhasil membuat terobosan dengan menampilkan scene siang hari. Biasanya, kebanyakan film Batman diambil pada malam hari. Itu pun settingnya sangat studio sekali. Meskipun cukup banyak pengambilan gambar di siang hari, TDK tidak kehilangan sisi kelamnya. Justru film yang berdurasi hampir 3 jam ini menjanjikan banyak kejutan. Dari pemilihan konflik dan dialog-dialog cerdas, hingga karakter yang penuh greget. Yang paling menonjol adalah karakter Joker yang diperankan mendiang Heath Ledger.

 

Harus saya akui, Joker dalam TDM merupakan tokoh psikopat terbaik yang pernah saya tonton (we’ll be missing  you Heath!). Banyak kejengkelan-kejengkelan yang dipertontonkan lewat aksi Joker. Sebaliknya, kita juga dibuat simpati dengan tokoh Harvey Two Face yang awalnya merupakan sosok sempurna dan mendekati karakter pahlawan sejati, namun harus menjadi penjahat karena kehilangan Rachel Dawes yang ternyata keduanya saling mencintai.

 

Dari sisi music score, Henz Zimmer patut diacungi jempol. Banyak irama monoton yang sanggup membuat kita dibuat penasaran aksi apa yang terjadi selanjutnya. Sungguh pemicu adrenalin yang baik di sepanjang film.

 

Sungguh rasanya kantuk saya hampir hilang dengan menuliskan kesan saya terhadap TDK. Tapi, berhubung saya berjanji akan menelpon teman saya pagi ini, terpaksa posting ini saya akhiri untuk beberapa karakter huruf lagi. Sepertinya, saya pun akan menceritakan kesan yang sama dengan teman saya ini. TDK benar-benar membuat saya kembali mencintai Batman!

 

Ditulis dalam RevieW | Bertanda: , , , | Leave a Comment »