<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Planetmiring&#039;s Weblog</title>
	<atom:link href="http://planetmiring.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://planetmiring.wordpress.com</link>
	<description>Mohon Maaf Jika Blog Ini Tidak Membuat Anda Tambah Pintar dan Bijaksana</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Jan 2012 06:57:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='planetmiring.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Planetmiring&#039;s Weblog</title>
		<link>http://planetmiring.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://planetmiring.wordpress.com/osd.xml" title="Planetmiring&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://planetmiring.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Konsultasi Seks Nirkabel: Berani Bertanya, Tidak Sesat di Jalan</title>
		<link>http://planetmiring.wordpress.com/2011/11/07/konsultasi-seks-nirkabel-berani-bertanya-tidak-sesat-di-jalan/</link>
		<comments>http://planetmiring.wordpress.com/2011/11/07/konsultasi-seks-nirkabel-berani-bertanya-tidak-sesat-di-jalan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Nov 2011 05:20:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>planetmiring</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[HIV/AIDS]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[nirkabel]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[PMS]]></category>
		<category><![CDATA[ponsel]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>
		<category><![CDATA[seluler]]></category>
		<category><![CDATA[SMS]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://planetmiring.wordpress.com/?p=597</guid>
		<description><![CDATA[Tidak semua orang berani bertanya tentang permasalahan seks kepada teman atau pun pasangannya. Alhasil, kebanyakan dari mereka terjebak dalam perilaku seksual yang tidak aman. Sebut saja Bayu, seorang pria eksekutif muda di sebuah kantor konsultan di Jakarta. Ketika merampungkan sebuah proyek kerja diBangkok, Thailand, dia pernah melakukan hubungan seks dengan pekerja seks komersial (PSK) setempat. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=planetmiring.wordpress.com&amp;blog=2339646&amp;post=597&amp;subd=planetmiring&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://www.thedatingtruth.com/wp-content/uploads/2011/04/people-texting.jpg" alt="" width="340" height="226" />Tidak semua orang berani bertanya tentang permasalahan seks kepada teman atau pun pasangannya. Alhasil, kebanyakan dari mereka terjebak dalam perilaku seksual yang tidak aman.</p>
<p>Sebut saja Bayu, seorang pria eksekutif muda di sebuah kantor konsultan di Jakarta. Ketika merampungkan sebuah proyek kerja diBangkok, Thailand, dia pernah melakukan hubungan seks dengan pekerja seks komersial (PSK) setempat. Itu dilakukannya tanpa pengaman.</p>
<p>Begitu kembali ke Tanah Air, dia merasa ada kelainan pada kelaminnya. Tapi, karena malu membicarakan hal ini kepada teman-temannya, dia berusaha menghibur diri dengan membuang jauh-jauh prasangka buruk terhadap kelaminnya. Dia tetap melakukan hubungan seks seperti biasa kepada Rahayu, istrinya.</p>
<p><span id="more-597"></span>Beberapa bulan kemudian, Rahayu tiba-tiba melabrak dirinya. “Ternyata dia tertular <em>syphilis</em> dari saya. Dia mendapati hasil ini setelah memeriksakan kelainan pada kelaminnya. Saya tidak bisa mengelak kalau saya pernah berhubungan seks dengan PSK. Akhirnya rumah tangga kami berantakan,” ujar Bayu tertegun. Meskipun begitu, dia mengaku “beruntung”, karena <em>syphilis</em> merupakan jenis penyakit yang masih bisa diobati. Andai saja dia terkena virus HIV, tentu kasusnya akan berbeda lagi.</p>
<p><em>Nah</em>, apa yang dialami Bayu merupakan kesalahan dari anggapan bahwa seks itu tabu dibicarakan. Meskipun pria ini tergolong berpendidikan, tetapi norma kolot yang berkembang di masyarakat masih diembaannya, sehingga dia sejak melakukan hubungan seks pertama kali dia tidak merujuk pada pengetahuan yang benar. Artikel ini sendiri dibuat bukan untuk melegalkan sebuah perselingkuhan, tetapi bagaimana pemahaman seks yang kuat lewat perangkat teknologi ponsel dan internet dapat menghindari Anda dari sebuah perilaku seks yang salah.</p>
<p>Semakin berkembangnya teknologi yang mulai mengarah kepada pola konvergensi antara teknologi internet, penyiaran, dan telekomunikasi, tampaknya siklus kehidupan mulai memerlukan sebuah platform konsultasi seks yang sebelumnya dilakukan secara konvensional.</p>
<p>Adalah Dr. Wei Siang Yu yang mulai melakukan terobosan pendidikan seks nirkabel “Love Airways” beberapa tahun lalu. Sosok eksentrik yang biasa dipanggil Dr. Love atau Dokter Cinta ini sudah cukup lama melakukan berbagai pendekatan medis dengan dunia media internasional lewat pemahaman <em>bio-communication</em>, keilmuan reproduktif dan kesehatan masyarakat berbasis multimedia.</p>
<p>Terobosannya yang dilakukannya ini adalah sebagai jawaban dari tantangan semakin berkembangnya teknologi yang mulai mengarah kepada pola konvergensi dan merupakan kelanjutan sukses setelah dia berhasil menghadirkan “Dutch Health Promotion Board” di Belanda yang kemudian menjadi kampanye pendidikan seks lewat &#8216;udara&#8217; (Sex in the Air) pertama di dunia lewat siaran radio pada tahun 2002. Di tahun 2005, Dr. Wei mengembangkannya menjadi sebuah siaran TV dewasa “Love Airways” di Singapura, selain program radio dan majalah. Bahkan, di Hollywood, dia juga dikenal sebaai kreator acara reality show terkenal “Dr. Love&#8217;s Super Baby Making Show” yang diproduksi oleh Fremantle Media Group.</p>
<p>Pada tahun 2007, Dr. Wei bekerja sama dengan Kondom Fiesta dan DKT Indonesia&#8211;lembaga non-profit berbasis di Amerika Serikat yang bergerak di bidang pemasaran sosial untuk pencegahan penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) dan kehamilan yang tidak diinginkan&#8211;memmperkenalkan layanan integratifnya ini di Indonesia.</p>
<p>“Kenapa saya memberikan pendidikan seks diIndonesia? Ya, kenapa tidak? Saya pernah melakukannya di Belanda dan Singapura. Malah, saya juga dianggap kedua negara tersebut sebagai agen untuk menekan penularan HIV/AIDS,” ujarnya.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang diperolehnya, Dr. Wei mengganggap penularan penyakit IMS dan kehamilan yang tidak diinginkan menjadi polemik yang sangat memprihatinkan diIndonesia. “Selain agama, dalam mencegahnya perlu sebuah fondasi pendidikan seks  yang  kuat di kalangan anak muda. Itulah sebabnya, kenapa pendidikan seks menjadi penting,” tandasnya pria lajang ini.</p>
<p>Berdasarkan data yang diintisarikan dari penelitian bersama Kondom Fiesta dan DKT Indonesia diketahui bahwa mayoritas anak muda diIndonesiapertama kali mengetahui informasi seks dari teman dan film porno. Sekolah dan keluarga rupaya tidak terlalu berperan dalam pendidikan seks karena seks masih dianggap tabu. Kondisi ini yang menyebabkan mereka terjebak ke dalam perilaku seks yang salah.</p>
<p>Tak heran, survei dari Departemen Kesehatan berdasarkan data UNFPA (United Nation Population Fund), WHO (World Health Organtization), dan POGI (Perkumpulan Obstetri dan GinekologiIndonesia), menyebutkan angka kehamilan yang tidak diinginkan mencapai 53 juta per tahun dan tingkat aborsi mencapai 2,3 juta pertahun. Untuk infeksi HIV/AIDS lebih dari 50% terjadi pada kelompok umur 15-29 tahun karena berhubungan seks tanpa kondom.</p>
<p>“Angka ini yang membuat anak muda di seluruh dunia merupakan kelompok beresiko tinggi terhadap kehamilan yang tidak diinginkan dan IMS, karena mereka tidak pernah merencanakan kegiatan seksual dan tidak mempunyai informasi yang cukup mengenai kesehatan reproduksi. Pola seperti ini tentunya menjadi barometer perilaku seksual yang tidak aman,” ujar Pierre Frederick, Brand Manager Kondom Sutra dan Fiesta.</p>
<p>Menurutnya, anak muda diIndonesiasebenarnya memiliki pertanyaan seputar seks, namun tidak tahu harus bertanya kemana. “Diharapkan layanan ini dapat menjawab pertanyaan apapun yang diajukan tanpa bersifat menghakimi. Kami berpendapat, hal tersebut dapat membantu perspektif anak muda diIndonesiabahwa  perlindungan diri juga dapat menjadi suatu hal yang menyenangkan,” paparnya.</p>
<p>Dengan layanan nirkabel yang diusung Dr. Wei ini,  setiap orang baik tua dan muda, dapat mengirimkan berbagai pertanyaan terkait dengan permasalahan seks lewat pesan pendek (SMS) ke nomor +65-94DRLOVE /+65-94375683, tanpa dipungut biaya <em>premium charge</em>. Biaya SMS hanya dibebankan dari operator telekomunikasi diIndonesia.</p>
<p>Diakui Dr. Wei, tidak hanya anak muda takut saja yang takut bertanya kepada orangtuanya mengenai kehamilan dan penyakit seksual, mereka yang senior pun banyak yang takut bercerita mengenai ejakulasi kepada temannya. “Dengan layanan ini, mereka cukup mengirimkan SMS dan semua data yang masuk menjadi tanpa nama (<em>anonymous</em>). Jadi rahasia mereka aman,&#8221; janjinya.</p>
<p><strong>Seks Indeks Pertama di Indonesia</strong></p>
<p>Apa yang dilakoni Dr. Wei, mungkin hampir mirip dengan layanan kesehatan yang diusung MedDay, sebuah perusahaan layanan kesehatan berbasis nirkabel di Swedia lewat produk DMS (Daily Medical Report). Yang membedakan, layanan DMS membutuhkan komitmen berlangganan pengguna agar dapat berkomunikasi dengan para dokter untuk melakukan pedeteksian berbagai penyakit dan manajemen kesehatan, serta membutuhkan aplikasi RegPoint yang diinstal ke ponsel pengguna. Selain itu, dari segi <em>value</em>, layanan konsultasi Dr. Wei lebih terjangkau karena dapat dilakukan dengan ponsel dengan spesifikasi minimum, karena konsultasi hanya dilakukan lewat SMS yang akan dijawab secara langsung oleh dokter yang siaga. Selanjutnya, pertanyaan yang paling sering diajukan (<em>Frequently Asked Question</em>/FAQ) nantinya akan dikompilasi (Pool of FAQ) dan dikembangkan agar terintegrasi dengan <em>artificial intelligent</em> untuk <em>avatar</em> digital yang akan menjawab berbagai pertanyaan yang ada.</p>
<p>Di Indonesia, Dr. Wei juga sudah dikenal para pembaca rubrik kesehatan <em>Kompas.com</em> lewat sebuah layanan konsultasi “Kolom Dr. Love” yang sudah berjalan sejak beberapa tahun lalu. Selain itu, dia juga menghadirkan <em>Sexxie.tv</em>, sebagai pengembangan lanjutan dari layanan “Love Airways”, yang di dalamnya terhadap berbagai format layanan konsultasi seks dan reproduksi, baik lewat SMS maupun <em>live chat</em> dengan Medical Butler yang sedang <em>online</em>. Bahkan, dalam waktu dekat ini Dr. Wei juga akan menghadirkan Virtual STD Clinic yang lebih profesional.</p>
<p>Dr. Wei mengaku, terobosan layanan nirkabel yang diusungnya telah mendapatkan respon yang baik. “Di suatu negara, SMS yang dikirimkan berkisar 2000-8000 SMS per hari. Semua pertanyaan dan jawaban disaring dalam <em>keyword</em> tertentu untuk dikompilasi. Saat ini,<em> keyword</em> yang dikomplasi sudah lebih dari 20.000,” jelasnya.</p>
<p>Sayangnya, khusus layanan konsultasi nirkabel seperti ini, masyarakat Indonesiasepertinya sudah kadung akrab dengan nomor <em>shortcut</em> yang hanya memiliki 4 angka. Dengan nomer tujuan Singapura pada layanan Dr. Wei, sepertinya menjadi batu sandungan sendiri keengganan masyarakat untuk berpartisipasi.</p>
<p>Menyadari dari sisi komersial tentunya layanan nirkabel ini sangat potensial, Dr. Wei berharap pada peranan operator dan <em>content provider</em> (CP) di Indonesia. Apalagi, industri (CP) di Indonesia sedang bergelimangan pelanggan, baik dari layanan kuis, ramalan cinta, maupun perjodohan. Selain dapat ‘memanen’ keuntungan, para CP maupun operator yang berperan dalam layanan ini tentunya juga secara tidak langsung akan berkontribusi terhadap distribusi pelayanan secara lokal yang lebih merata.</p>
<p>Dengan begitu, keinginan untuk melahirkan seks indeks pertama diIndonesiaakan terwujud, dimana merupakan gambaran seputar pemasalahan seks yang paling menjadi perhatian publik, berdasarkan hasil yang dikompilasi dari Pool of FAQ. Nantinya, hasil statistik ini juga dapat menjadi petunjuk bagaimana cara menanggulangi aborsi di kalangan remaja, penularan IMS, kejahatan seksual, serta tingginya perceraian keluarga.</p>
<p>Mengenai apa yang dipelopori Dr. Wei tersebut, Dr. Susan Melinda mengaku sangat antusias dan siap membantu. “Sebagai sesama tenaga kedokteran, saya sangat senang dengan adanya program seperti ini yang merupakan sebuah revolusi dalam memberikan pendidikan seks kepada masyarakat. Saya berharap, dokter-dokter di seluruh rumah sakit di Indonesiadapat mendukungnya agar komunitas ini kian tumbuh,” ujar wanita yang menjabat Direktur RS Melinda, Bandung ini. Jadi, untuk urusan seks, tidak ada istilah &#8216;malu bertanya sesat di jalan&#8217; lagi <em>kan</em>?</p>
<p>*) artikel ini pernah dimuat di situs Popular untuk rubrik HighLit edisi Desember 2009 dan memenangkan Juara I XL Award 2009 Kategori Wartawan</p>
<br /> Tagged: <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/hivaids/'>HIV/AIDS</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/kesehatan/'>kesehatan</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/nirkabel/'>nirkabel</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/penyakit/'>penyakit</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/pms/'>PMS</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/ponsel/'>ponsel</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/seks/'>seks</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/seluler/'>seluler</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/sms/'>SMS</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/teknologi/'>teknologi</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/planetmiring.wordpress.com/597/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/planetmiring.wordpress.com/597/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/planetmiring.wordpress.com/597/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/planetmiring.wordpress.com/597/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/planetmiring.wordpress.com/597/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/planetmiring.wordpress.com/597/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/planetmiring.wordpress.com/597/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/planetmiring.wordpress.com/597/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/planetmiring.wordpress.com/597/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/planetmiring.wordpress.com/597/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/planetmiring.wordpress.com/597/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/planetmiring.wordpress.com/597/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/planetmiring.wordpress.com/597/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/planetmiring.wordpress.com/597/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=planetmiring.wordpress.com&amp;blog=2339646&amp;post=597&amp;subd=planetmiring&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://planetmiring.wordpress.com/2011/11/07/konsultasi-seks-nirkabel-berani-bertanya-tidak-sesat-di-jalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/72655bace56cf6af2d6a8ba33c3dd7f4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">planetmiring</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.thedatingtruth.com/wp-content/uploads/2011/04/people-texting.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>AIDS = Hoax?</title>
		<link>http://planetmiring.wordpress.com/2011/11/07/aids-hoax/</link>
		<comments>http://planetmiring.wordpress.com/2011/11/07/aids-hoax/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Nov 2011 05:10:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>planetmiring</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[AIDS]]></category>
		<category><![CDATA[AIDS Denialist]]></category>
		<category><![CDATA[ARV]]></category>
		<category><![CDATA[HIV]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[virus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://planetmiring.wordpress.com/?p=593</guid>
		<description><![CDATA[Randi (nama samaran) tidak menyangka kebiasaannya mengkonsumsi narkoba membuat dirinya terjangkit virus HIV ketika dirujuk untuk melakukan tes HIV. Atas rekomendasi medis, dia mengkonsumsi ARV (Antiretroviral) secara teratur. Tak terasa 5 tahun berlalu, namun dia merasa ada yang janggal dengan pengobatan medis tersebut. “Saya merasa hidup saya tergantung oleh obat tersebut. Timbul semacam paranoid kalau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=planetmiring.wordpress.com&amp;blog=2339646&amp;post=593&amp;subd=planetmiring&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://www.scientificamerican.com/media/inline/hiv-aids-latent-reservoir-treatment-cure_1.jpg" alt="" width="319" height="319" />Randi (nama samaran) tidak menyangka kebiasaannya mengkonsumsi narkoba membuat dirinya terjangkit virus HIV ketika dirujuk untuk melakukan tes HIV. Atas rekomendasi medis, dia mengkonsumsi ARV (Antiretroviral) secara teratur. Tak terasa 5 tahun berlalu, namun dia merasa ada yang janggal dengan pengobatan medis tersebut. “Saya merasa hidup saya tergantung oleh obat tersebut. Timbul semacam paranoid kalau terlambat atau tidak mengkonsumsinya umur saya berkurang.”</p>
<p>Di tengah kegusarannya, dia akhirnya mendapatkan sebuah artikel tentang pengobatan alternatif untuk penderita HIV/AIDS. Rasa ragu sebenarnya membayangi dirinya terhadap kebenaran artikel tersebut. Tetapi karena dirinya sudah pasrah terhadap kondisi yang ada, dia pun akhirnya memutuskan berhenti mengkonsumsi ARV dan beralih ke pengobatan alternatif. “Sebenarnya saya mengambil keputusan ini dalam keadaan apatis. Kalau toh akhirnya saya meninggal karena virus ini, lebih baik minum herbal seumur hidup dari pada minum ARV karena herbal tidak ada efek samping dan hidup saya menjadi lebih tenang,” paparnya.</p>
<p><span id="more-593"></span>Jika merujuk kepada medis, keputusan yang diambil Randi tergolong nekat. Bagaimanapun juga, ARV sudah dipercaya sebagai obat yang mampu menekan jumlah virus HIV di dalam darah penderita HIV/AIDS. Namun, tidak begitu dengan keyakinan yang dianut para <em>AIDS denialist</em>. Mereka menyangkal keberadaaan HIV dan menuding virus ini adalah sebuah kebohongan. Sekalipun menerima eksistensi HIV, mereka percaya bahwa virus tersebut bukan penyebab AIDS. Gejala AIDS yang timbul menurut mereka diakibatkan sebagai kombinasi dari penggunaan narkoba, kekurangan nutrisi, sanitasi yang buruk, dan efek samping ARV.</p>
<p>Selain mengkritik keterkaitan antara HIV dan AIDS, para <em>AIDS denialist</em> juga mempromosikan pengobatan alternatif sebagai penyembuhan yang jitu daripada ARV. Mereka umumnya membangkang dari pemeriksaan medis dan bermusuhan dengan industri farmasi ilmiah. Di berbagai negara, beberapa ilmuwan telah mengkonversi diri mereka sebagai <em>AIDS denialist</em>. Salah satu yang tersohor dan berpengaruh adalah Peter Duesberg, Profesor Biologi Mokular dan Sel di University of California yang sejak tahun 1987 membantah bukti ilmiah yang menyebutkan HIV adalah penyebab AIDS. Ilmuwan lainnya yang tak kalah membangkang adalah ahli biokimia David Rasnick dan Harvey Bialy. Bahkan, Kary Mullis, yang dianugerahi Nobel Prize untuk perannya dalam pengembangan PCR menunjukkan simpatinya terhadap teori <em>AIDS denialist</em>.</p>
<p>Lalu bagaimana eksistensi <em>AIDS denialist</em> di Indonesia yang notabene sebagai salah satu negara yang cukup progresif dalam pertumbuhan penderita HIV/AIDS? Menurut Agus Sunandar, ahli pengobatan tradisional Yasar Nurma Foundation, komunitas<em> AIDS denialist</em> di Indonesia belum memperlihatkan perkembangan yang berarti. “Di negeri ini, <em>AIDS denialist</em> hanya digerakkan oleh penggiat pengobatan alternatif dan holistik. Sementara ODHA belum ada yang menjadi <em>denialist</em> karena mereka cenderung menutup diri. Tidak seperti di luar negeri, ODHA dirangkul dan tidak memandang HIV/AIDS sebagai sesuatu yang buruk. Tidak begitu di Indonesia, ODHA terisolir dan ‘dipaksa’ menggunakan HIV. Makanya kita bisa melihat ODHA pro-ARV dan anti-ARV saling memusuhi,” ujarnya ketika dijumpai POPULAR.</p>
<p>&#8216;Permusuhan&#8217; yang terjadi di antara pro-ARV dan anti-ARV di kalangan ODHA menurut Agus dipicu oleh penanganan HIV/AIDS yang tidak tepat sasaran. Dia mencontohkan, di milis AIDS-secure yang berbasis di Amerika Serikat, semua penderita HIV/AIDS berkumpul dan berdiskusi. Tidak ada pengkotak-kotakan terapi pengobatan yang dilakukan baik melalui ARV atau holistik. “Tetapi yang terjadi di milis AIDS-ina lebih banyak berbicara tentang kelompok pengguna ARV tanpa melibatkan holistik. Mereka berbicara hanya tentang ARV dan dana,” tandasnya.</p>
<p>Selain itu, Agus mempertanyakan rekomendasi medis yang selalu mendorong pengguna jarum suntik, narkoba, dan penyakit menular seksual (PMS) untuk melakukan tes HIV. “Kalau di luar negeri, pengguna narkoba yang kesehatannya merosot tidak langsung diarahkan untuk tes HIV melainkan dicari penyebab lainnya terlebih dahulu. Parahnya lagi, tes HIV di sini standar dilusinya 1:20 hingga 1:30, sementara di luar negeri 1:400. Sehingga mereka yang diperiksa darahnya di sini rentan sekali <em>false positive</em>.”</p>
<p>Agus mencatat setidaknya terdapat lebih dari 60 kondisi penyakit yang mengakibatkan <em>false positive</em> jika seseorang melakukan tes HIV dengan standar dilusi 1:20, seperti gagal ginjal, virus herpes simplex, malaria, hepatitis B, tumor/kanker ganas, lupus SLE, flu, TBC, lepra, sirosis akut, dan sebagainya. Namun, begitu diperiksa dengan tes dilusi 1:400 hasilnya akan menjadi negatif. “Pernah ada pasien pengguna narkoba yang dinyatakan positif HIV datang ke saya. Dengan diagnosa kasar saja saya tahu kalau dia penderita TBC. Tetapi oleh rumah sakit dia hanya disuruh menjalani tes HIV tanpa melibatkan tes paru-parunya karena mereka cenderung melihat perilaku tanpa melihat riwayat. Makanya pengguna narkoba langsung diarahkan tes HIV tanpa melihat tes lainnya.”</p>
<p>Selain itu, Agus juga mengaku pernah dibuat bingung oleh pasien seorang ibu tua berusia 58 yang menderita sariawan di mulutnya, tetapi begitu dilakukan tes HIV dia dinyatakan positif. “Dia tiba-tiba saja langsung disuruh minum ARV seumur hidup. Hal ini tentunya menambah beban dia. Padahal, menurut hasil analisa saya ternyata sariawan itu berasal dari asam lambungnya yang tinggi karena hobi memakan mie instant,” tandasnya.<br />
<strong><br />
ARV Membuat Takut</strong><br />
<em>AIDS denialist</em> memang menentang diagnosa secara medis bagi penderita diduga HIV/AIDS. Mereka lebih menekankan pendekatan secara holistik, diagnosa menyeluruh organ tubuh penderita, tidak dalam satu aspek tes HIV, serta dengan melihat riwayat penyakit. “Pengguna jarum suntik, jika menyuntikkan heroin ke dalam pembuluh darahnya berarti di dalam darahnya berpotensi timbul sel-sel kanker. Bagi pecandu, mereka dipastikan pula terkena hepatitis dan menimbulkan pembengkakan kelenjar. Jika dites HIV dia sudah dipastikan positif,” ungkap Agus.</p>
<p>Seseorang yang melakukan tes HIV, jika dinyatakan positif HIV, sudah dipastikan pengobatan yang direkomendasikan medis adalah ARV. Padahal, Agus berpendapat ARV itu seperti antibiotik lainnya. Jika digunakan berkepanjangan akan merusak. Apalagi, pada dasarnya dia memandang obat-obat kimia merupakan racun untuk hati. “Mereka tidak memberikan pilihan pengobatan kepada penderita HIV/AIDS yang diperlakukan sebagai komoditas. ARV tidak humanis dan cenderung membuat orang takut dengan slogannya yang digembar-gemborkan sebagai penahan perkembangan virus dan memperpanjang umur, tetapi tidak pernah ditulis kontra indikasi dan efek samping ataupun penggunaan suplemen makanan. Di sini tidak boleh ada arti kata penyembuhan karena tujuannya hanya untuk mempromosikan penggunaan ARV saja dan menempatkan pasien sebagai objek,” terangnya.</p>
<p>Untuk kualitas hidup, Agus menjamin penderita HIV/AIDS yang menggunakan terapi holistik lebih baik dibandingkan mereka yang bergantung pada ARV. “Hal ini dikarenakan secara mental mereka tidak merasa ‘terancam’ karena kesehatan mereka adalah milik pribadi bukan milik kelompok, mereka terbiasa menjadi <em>own consellor</em>, pro-aktif memeriksakan gejala kesehatan tubuhnya. Sedangkan pengguna ARV, jika tidak minum obat tersebut mereka keluar dari kelompok tersebut.</p>
<p>Secara pribadi, meskipun berseberangan dengan dunia medis, Agus menyebut dirinya sudah makan asam garam menangani berbagai macam penyakit secara turun-temurun sejak tahun 1970. Ketika pasien HIV/AIDS yang ditanganinya diklaim sembuh, dia langsung mendirikan Yasar-Nurma Foundation pada 2 Agustus 2008 dengan mengantongi ijin dari dari Menteri Hukum &amp; HAM dan Dinas Kesehatan.</p>
<p>Dengan pendekatan holistik, Agus mengklaim tingkat kesembuhan menjadi hal yang memungkinkan. “Kami lebih terbuka kepada mereka. Kami menghindarkan mereka melakukan tes HIV sebelum ditemukan hal-hal baru mengenai tes HIV itu sendiri. Kami juga menyarankan mereka untuk melakukan tes laboratorium ulang secara berkala setelah tes HIV pertama dilakukan dan mencari solusi kenapa bisa <em>false positive</em>. Kami pada dasarnya tidak menyangkal virus HIV, sebelum bisa dibuktikan HIV itu seperti apa. Kami tidak akan setuju dengan anggapan kalau HIV itu ada di dalam tubuh. Menurut kami itu adalah virus lain, jamur, dan sel-sel kanker yang tidak membutuhkan ARV karena penemu virus HIV Luc Montagnier saja bilang atasi virus ini dengan nutrisi. Berarti pengobatannya harus lewat bahan alami bukan kimia,” tandasnya.</p>
<p>Apakah dengan adanya argumen<em> AIDS denialist</em> membuat penderita HIV/AIDS segera beralih ke pengobatan holistik? Budi (nama samaran), seorang telemarketing penderita HIV/AIDS mengaku sempat mendengar tentang terapi holistrik untuk penyakitnya. Namun tidak serta-merta dia yakin dengan kabar tersebut. “Saya <em>sih</em> tetap setia dengan ARV. Soalnya saya takut jika meninggalkan obat ini kesehatan saya akan parah. Setelah terapi ARV berat badan saya naik seperti semula. Kalau harus ganti metode pengobatan rasanya lebih beresiko,” tukasnya.</p>
<p><strong>Komisi Penanggulangan AIDS</strong><br />
Sementara itu Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional, lembaga yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden RI dalam upaya penanggulangan epidemik AIDS di Indonesia, tidak menutup mata dengan keberadaan para AIDS denialist yang makin berani menunjukkan eksistensi menyebarkan paham-pahamnya.</p>
<p>Bagaimana tanggapan mereka terhadap pendapat yang menyatakan tujuan di balik pembuatan obat-obatan tersebut adalah monopoli kaum pro AIDS (AIDS konvensional) bersama perusahaan farmasi yang tidak ingin ditinggalkan pembeli. Konspirasi tingkat tinggi yang hingga sekarang terus menjadi perdebatan dokter seluruh dunia.</p>
<p>“Kabar paling baru datang dari International AIDS Conference di Wina, Austria belum lama ini. Saat itu ada seorang dokter yang menganjurkan Treatment Of Prevention. Yaitu sebuah revolusi yang mengharuskan semua orang yang teridentifikasi AIDS harus mengkonsumsi ARV. Jelas hal tersebut menuai kritik, karena itu sama saja dengan cari untung,” beber Dr. Nafsiah Mboi SpA, MPH, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional kepada POPULAR.</p>
<p>Menurutnya hal itu tidak masuk akal, karena sepertinya mengindikasikan sebuah kerjasama dengan pabrik pembuatan obat yang hanya memikirkan sisi komersil untuk kepentingan segelintir pihak. “Saya sebagai dokter juga tidak setuju dengan pendapat yang mengharuskan positif AIDS meminum ARV. Seperti kasus flu burung di Indonesia sampai menyebar berita akan menjadi pandemik dan diharuskan untuk membeli obat-obatannya. Sama seperti AIDS yang diharuskan menyetok ARV, itu tidak betul. Harus dilihat dulu sampai mana tahap ia terkena virus HIV dan harus sesuai dengan kebutuhan pasien,” lanjutnya.</p>
<p>Meski ia tak setuju dengan penyamarataan konsumsi ARV pada orang yang positif HIV-AIDS, ia tetap tidak percaya sepenuhnya dengan para <em>AIDS denialist</em>. Lantaran sejauh ini ia belum menemukan seseorang yang bisa sembuh dari HIV tanpa ARV dan obat-obatan kimiawi lainnya. “Beberapa waktu lalu gencar pemanfaatkan buah merah yang dikatakan bisa menyembuhkan AIDS. Lalu ada seorang pasien AIDS dengan TBC yang meyakini jika bisa sembuh dengan buah merah serta meninggalkan ARV dan obat TBC nya. Akhirnya ia meninggal sebulan kemudian,” ungkap Dr. Nafsiah.</p>
<p>Namun ia melembek jika pasien HIV/AIDS bisa mengkombinasikan obat-obatan kimiawi dengan pengobatan alami dengan tujuan memperbaiki nutrisi dan gizi. Termasuk mengkombinasikan buah merah tanpa meninggalkan ARV. “Holistik dalam hal ini meningkatkan daya tahan tubuh, itu baru saya setuju. Misalnya dengan menggabungkan ARV dengan buah merah yang kaya dengan zat antioksidan. Jadi tidak bisa hanya dengan satu pengobatan saja. Karena jika orang terserang AIDS pasti punya penyakit penyertanya seperti TBC, Kanker, Hepatitis, dan lain-lain. Jadi semua tergantung kebutuhan si pasien,” tegasnya lagi.</p>
<p>Ia pun tak membantah jika virus HIV bisa lenyap dengan sendirinya dari tubuh, seperti yang dikemukakan penemu virus HIV &#8211; Luc Montagnier, asal dengan beberapa syarat. “Asal jumlah virus kecil dan tipe atau sub tipe virus bukan termasuk yang ganas karena ada bermacam jenis virus. Namun yang kebanyakan terjadi tidak seperti itu. Seperti berhubungan seksual beresiko namun dilakukan berkali-kali. Belum lagi pola hidup tidak dijaga seperti begadang dan mabuk-mabukan. Jelas daya tubuh terus menurun bahkan hancur. Namun bagi yang menjaga pola hidup sehat dan imunitas, HIV akan hilang dengan sendirinya dalam tubuh dan bebas dari konsumsi ARV,” urainya.</p>
<p>Jika pasien yang sudah dinyatakan sembuh dari HIV, lalu tidak menjaga pola hidupnya seperti masih begadang, mabuk, dan seks bebas, tentu virus HIV akan kembali lagi. “Mungkin dalam jaringan si pasien dinyatakan sembuh, tapi dalam darah virus itu masih tetap ada namun tidak terdeteksi dan akan kembali ganas jika tidak menjaga pola hidup sehat,” tandasnya.</p>
<p>*) Tulisan dimuat <a href="http://popularmagz.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=461:hiv-hoax&amp;catid=60:health&amp;Itemid=201">PopularMagz.com</a>, 5 Mei 2011</p>
<br /> Tagged: <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/aids/'>AIDS</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/aids-denialist/'>AIDS Denialist</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/arv/'>ARV</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/hiv/'>HIV</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/kesehatan/'>kesehatan</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/pengobatan/'>pengobatan</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/penyakit/'>penyakit</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/virus/'>virus</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/planetmiring.wordpress.com/593/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/planetmiring.wordpress.com/593/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/planetmiring.wordpress.com/593/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/planetmiring.wordpress.com/593/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/planetmiring.wordpress.com/593/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/planetmiring.wordpress.com/593/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/planetmiring.wordpress.com/593/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/planetmiring.wordpress.com/593/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/planetmiring.wordpress.com/593/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/planetmiring.wordpress.com/593/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/planetmiring.wordpress.com/593/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/planetmiring.wordpress.com/593/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/planetmiring.wordpress.com/593/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/planetmiring.wordpress.com/593/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=planetmiring.wordpress.com&amp;blog=2339646&amp;post=593&amp;subd=planetmiring&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://planetmiring.wordpress.com/2011/11/07/aids-hoax/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/72655bace56cf6af2d6a8ba33c3dd7f4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">planetmiring</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.scientificamerican.com/media/inline/hiv-aids-latent-reservoir-treatment-cure_1.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kenali Lawan Bicara Sebelum Terjadi Petaka</title>
		<link>http://planetmiring.wordpress.com/2011/11/07/kenali-lawan-bicara-sebelum-terjadi-petaka/</link>
		<comments>http://planetmiring.wordpress.com/2011/11/07/kenali-lawan-bicara-sebelum-terjadi-petaka/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Nov 2011 19:38:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>planetmiring</dc:creator>
				<category><![CDATA[Social]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[bicara]]></category>
		<category><![CDATA[ferdi hasan]]></category>
		<category><![CDATA[gosip]]></category>
		<category><![CDATA[jurnalistik]]></category>
		<category><![CDATA[klub malam]]></category>
		<category><![CDATA[selebriti]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://planetmiring.wordpress.com/?p=585</guid>
		<description><![CDATA[Yang namanya jurnalis, sudah menjadi keharusan mengenali latar belakang masalah atau sosok yang akan diwawancara. Setidaknya dengan mengenali objek berita tentu akan membantu proses bertanya dan penguasaan masalah. Siapa sih yang mau terlihat bodoh di depan narasumber? Meskipun terlihat bodoh di depan narasumber adalah sebuah petaka, tapi saya percaya, siapun pasti pernah mengalaminya. Dulu saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=planetmiring.wordpress.com&amp;blog=2339646&amp;post=585&amp;subd=planetmiring&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://planetmiring.files.wordpress.com/2011/11/group_talking.jpg?w=321&#038;h=262" alt="ilustrasi" width="321" height="262" />Yang namanya jurnalis, sudah menjadi keharusan mengenali latar belakang masalah atau sosok yang akan diwawancara. Setidaknya dengan mengenali objek berita tentu akan membantu proses bertanya dan penguasaan masalah. Siapa sih yang mau terlihat bodoh di depan narasumber?</p>
<p><span id="more-585"></span>Meskipun terlihat bodoh di depan narasumber adalah sebuah petaka, tapi saya percaya, siapun pasti pernah mengalaminya. Dulu saya ingat ketika masih newbie di dunia persilatan jurnalistik pernah melakukan sebuah kesalahan yang bisa dibilang fatal.</p>
<p>Ceritanya, ketika diharuskan mewawancarai seorang artis, tepatnya Ferdi Hasan. Sebagai orang yang malas oprek2 dunia selebriti, yang hanya saya tahu tentang dia hanya seorang presenter. Titik.</p>
<p>Sebenarnya desk gosip bukan wilayah saya. Tapi kebetulan redaktur tempat saya bekerja tahu saya berada di lokasi yang banyak artis, jadilah saya diberi liputan titipan untuk kolom gosip. Dengan waktu semendadak itu, tentu saja saya tidak sempat melakukan riset mengenai selebriti siapapun yang berada di tempat itu. Apalagi waktu itu mobile internet belum sepopuler sekarang, jadi ga bisa browsing lewat hape (kebetulan waktu itu masih hape jadul monokrom).</p>
<p>Ketika wartawan infotainmen lain mengerubuti Nafa Urbach (kalo tidak salah dia terkait gosip pindah agama), saya hanya cengo tidak tahu berbuat apa. Tak lama, si Ferdi Hasan melintas di depan saya bersama seorang wanita tanpa dihadang oleh wartawan lain.</p>
<p>Karena saya pikir ini adalah &#8216;rejeki&#8217; dan wawancara ekslusif tanpa gangguan wartawan lain, saya langsung saja cegat dia dan bertanya mengenai acara yang dia bawakan. Setelah itu, saya mulai pancing-pancing ke pertanyaan pribadi. Tanpa tahu siapa wanita yang berada di sebelahnya, saya langsung saja bertanya: &#8220;Kira-kira Mas Ferdi ada hubungan apa dengan si mbak ini? Sepertinya mesra sekali, jangan-jangan mau menikah ya?&#8221;</p>
<p>Yang ditanya wajahnya sesaat merah dan menengok wanita di sebelahnya. Selanjutnya, dia mengeluarkan ekspresi yang saya tidak harapkan, yakni tertawa ngakak. &#8220;Mas, ini gimana? Ini Safina, istri saya. Saya udah punya anak lho, Mas!&#8221;</p>
<p>WakwaaaaWwww! Mendengar jawaban itu saya seperti disambar petir di subuh hari. Malu, sudah pasti! Tapi saya berusaha tidak terlihat panik. Dengan sok tahunya saya berkelit, &#8220;Oh, ini Mbak Safina ya? Wah, saya hampir tidak kenal mbak. Soalnya ternyata Mbak lebih cantik dari yang saya lihat di TV. Maaf ya.&#8221;</p>
<p>Duh, kebayangkan rasa malunya gokil banget? Makanya, penting banget mengenali lawan bicara sebelum melakukan pembicaraan. Hal ini sih sebenarnya tidak hanya berlaku bagi jurnalis. Dalam kehidupan sehari-hari juga mutlak, biar tidak menyakiti perasaan. Seperti kejadian yang baru-baru ini saya alami. Wah, apa lagi nih?</p>
<p>Di dalam suasana yang sangat gaul ketika sebuah kafe dipenuhi kawula muda *ah di-skip aja deh bagian ini* saya ngobrol ngalur ngidul dengan teman yang kebetulan membawa temannya juga. Tanpa berusaha tahu siapa orang yang dibawa teman saya itu, saya membicarakan sesuatu yang cukup menusuk profesinya.</p>
<p>Sebenarnya apa yang saya bicarakan karena terprovokasi hingar-bingar musik di kafe tersebut yang lebih pantas diputar di klub malam. Akhirnya dengan spontan obrolan mengalir ke seputar klub malam. Saya menyebut tempat itu sebagai sarang penyamun, bla&#8230;bla&#8230;bla&#8230;</p>
<p>Herannya, setiap saya menjelek-jelekan detil kehidupan malam, saya merasa kaki saya ditendang oleh teman. Ternyata oh ternyata, temannya teman saya itu ada seorang PR di sebuah klub malam. Dus! Langsung aja saya berharap teman saya menendang kaki saya lebih kencang sebelum terjadi oborolan yang memalukan itu.</p>
<p>Dia memang tidak marah, membela diri pun juga tidak. Selidik punya selidik, saya liat dia memposting twit beberapa menit itu juga, dengan kalimat kira-kira: &#8220;Kalo memang gak suka klub malam ya sudah. Gak usah jelek2an. Sok suci banget nih orang!&#8221;</p>
<p>Twit itu memang gak di-mention ke Twitter saya, tapi jelas sekali kata-kata itu ditujukan ke saya. Menyakitkan, tapi saya rasa itu memang pantas. Dia pun pasti merasakan sakit yang sama gara-gara ocehan saya yang hingga detik ini membuat dia sepertinya tidak ingin akrab dengan saya.</p>
<p>Jadi, rasanya memang sangat penting mengenali lawan bicara, sebelum bertindak lebih lanjut. Kalo bertemu kenalan baru, sebaiknya sih jangan sungkan bertanya mengenai asal-usulnya agar topik pembicaraannya tidak menyakiti dia, baik sengaja atau tidak disengaja. Daripada terjadi yang tidak-tidak kan?</p>
<br /> Tagged: <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/berita/'>berita</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/bicara/'>bicara</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/ferdi-hasan/'>ferdi hasan</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/gosip/'>gosip</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/jurnalistik/'>jurnalistik</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/klub-malam/'>klub malam</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/selebriti/'>selebriti</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/twitter/'>twitter</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/planetmiring.wordpress.com/585/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/planetmiring.wordpress.com/585/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/planetmiring.wordpress.com/585/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/planetmiring.wordpress.com/585/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/planetmiring.wordpress.com/585/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/planetmiring.wordpress.com/585/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/planetmiring.wordpress.com/585/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/planetmiring.wordpress.com/585/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/planetmiring.wordpress.com/585/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/planetmiring.wordpress.com/585/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/planetmiring.wordpress.com/585/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/planetmiring.wordpress.com/585/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/planetmiring.wordpress.com/585/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/planetmiring.wordpress.com/585/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=planetmiring.wordpress.com&amp;blog=2339646&amp;post=585&amp;subd=planetmiring&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://planetmiring.wordpress.com/2011/11/07/kenali-lawan-bicara-sebelum-terjadi-petaka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/72655bace56cf6af2d6a8ba33c3dd7f4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">planetmiring</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://planetmiring.files.wordpress.com/2011/11/group_talking.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">ilustrasi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Clash of The Titans: Konflik Para Dewa</title>
		<link>http://planetmiring.wordpress.com/2010/03/26/clash-of-the-titans-konflik-para-dewa/</link>
		<comments>http://planetmiring.wordpress.com/2010/03/26/clash-of-the-titans-konflik-para-dewa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Mar 2010 19:24:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>planetmiring</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Movie n' Music]]></category>
		<category><![CDATA[avatar]]></category>
		<category><![CDATA[clash of the titans]]></category>
		<category><![CDATA[hollywood]]></category>
		<category><![CDATA[mitologi]]></category>
		<category><![CDATA[sam worthington]]></category>
		<category><![CDATA[yunani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://planetmiring.wordpress.com/?p=505</guid>
		<description><![CDATA[Mitologi Yunani bisa dibilang sebagai literatur yang paling sering diangkat ke dalam layar lebar. Tak terhitung berapa produksi film yang menyisipkan mitologi populer ini ke dalam beberapa genre, baik action, drama, animasi, bahkan juga (maaf) film porno. Sudut pandangnya pun dari berbagai tokoh, seperti Hercules, Zeus, Athenna, maupun Poseidon. Yang teranyar, Warner Bros mempersembahkan Clash [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=planetmiring.wordpress.com&amp;blog=2339646&amp;post=505&amp;subd=planetmiring&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://planetmiring.files.wordpress.com/2010/03/clash-of-the-titans-photo4.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-506" title="Clash-Of-The-Titans-Photo4" src="http://planetmiring.files.wordpress.com/2010/03/clash-of-the-titans-photo4.jpg?w=140&#038;h=189" alt="" width="140" height="189" /></a>Mitologi Yunani bisa dibilang sebagai literatur yang paling sering diangkat ke dalam layar lebar. Tak terhitung berapa produksi film yang menyisipkan mitologi populer ini ke dalam beberapa genre, baik action, drama, animasi, bahkan juga (maaf) film porno. Sudut pandangnya pun dari berbagai tokoh, seperti Hercules, Zeus, Athenna, maupun Poseidon. Yang teranyar, Warner Bros mempersembahkan Clash of the Titans, yang digadang-gadang sebagai film fantasi paling ditunggu tahun ini sebagai  proyek remake dari film berjudul sama di tahun 1981 ini dengan Perseus sebagai tokoh sentralnya.</p>
<p><span id="more-505"></span>Jika versi aslinya tokoh Perseus diperankan oleh Harry Hamlin yang sempat ngetop sebagai Michael Kuzak di serial<em> LA Law</em>, pada versi remake-nya ini Sam Worthington dipasang sebagai tokoh yang sama—tentu saja sebagai pemeran utama—setelah sukses menuai pujian lewat <em>Terminator Salvation</em> dan <em>Avatar</em>. Di film terbarunya ini, aktor kelahiran Sulley, Inggris ini kembali memamerkan karisma dan keperkasaannya sebagai pahlawan. Tentu saja keperkasannya diwujudkan dalam kemasan yang berbeda. Ya, Perseus adalah manusia setengah dewa, bukan robot penghancur maupun marinir yang bertransformasi sebagai alien berkulit biru.</p>
<p>Nah, meskipun keturuan dewa Zeus (Liam Neeson), Perseus tetap dibesarkan sebagai manusia dan tumbuh di lingkungan mereka. Hal inilah yang membuat dia tampak tidak kuasa saat harus melindungi keluarganya dari kejahatan Hades (Ralph Fiennes), dewa kegelapan yang bernapsu menguasai dunia dan membawa neraka ke dalamnya. Cara yang digunakan dewa jahat ini adalah dengan berusaha menggulingkan Zeus yang dikenal sebagai rajanya para dewa.</p>
<p>Di tengah harapan dunia berada di tangan Perseus, dia pun tak gentar menghadapi keperkasaan Hades. Dengan gagah berani, dia memimpin sekelompok prajurit dan menempuh perjalanan di alam gaib untuk melawan makhluk-mahkluk jahat penghuni dunia kegelapan. Pertarungan demi pertarungan dilakukan demi menghadapi Hades. Namun, dalam mengarungi kejahatan perkasa yang dihadapinya, Perseus harus bisa menerima bahwa dirinya memiliki kekuatan dewa dengan cara menentang kenyataan dan menciptakan takdirnya sendiri.</p>
<p>Sebagai film fantasi superior,<em> Clash of the Titans</em> penggodokan proyeknya dilakukan  sejak tahun 2002 dengan produser Adam Schroeder dan penulis naskah John Glenn dan Travis Wright. Pada tahun 2006, atas instruksi produser Basil Iwanyk, proyek ini dikembangkan kembali dengan melakukan penulisan ulang naskah oleh Travis Beacham yang merupakan penggemar dari karya original film tersebut.</p>
<p>Selanjutnya, pada tahun 2007, Stephen Norrington, dikontrak untuk menyutradarai film ini. Sayangnya, sosok yang pernah menyutradarai League of Extraordinary Gentlement ini mengaku tidak mengenal film versi asli <em>The Clash of the Titans</em>. Akhirnya, lewat agen yang sama, dia mengontak Louis Leterrier, yang pernah menyutradarai <em>The Incredible Hulk</em>, untuk mengganti dirinya di posisi tersebut.</p>
<p>Pengembangan tidak hanya berhenti disitu saja. Dari sisi artistik Leterrier harus melibatkan Ray Harryhausen yang pernah mengerjakan spesial efek Mighty Joe Young dan beradu konsep dengan Aaron Sims yang pernah menangani artistik The Incredible Hulk, dalam menyajikan tampilan sosok Medusa dalam film ini.</p>
<p>Apakah nantinya Medusa memiliki ular lebih banyak dirambutnya atau lebih menyeramkan? Sepertinya pertanyaan ini melengkapi berbagai perkiraan kemampuan <em>The Clash of the Titans</em> menandingi versi aslinya. Seperti yang sudah-sudah, sebuah proyek remake prestius yang belakangan hadir justru dikritik karena versi aslinya dinilai lebih baik. Yang jelas, film yang syutingnya dimulai sejak 27 April 2009 mau tak mau harus siap dibanding-bandingkan dengan versi aslinya.</p>
<br /> Tagged: <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/avatar/'>avatar</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/clash-of-the-titans/'>clash of the titans</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/hollywood/'>hollywood</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/mitologi/'>mitologi</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/sam-worthington/'>sam worthington</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/yunani/'>yunani</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/planetmiring.wordpress.com/505/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/planetmiring.wordpress.com/505/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/planetmiring.wordpress.com/505/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/planetmiring.wordpress.com/505/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/planetmiring.wordpress.com/505/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/planetmiring.wordpress.com/505/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/planetmiring.wordpress.com/505/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/planetmiring.wordpress.com/505/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/planetmiring.wordpress.com/505/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/planetmiring.wordpress.com/505/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/planetmiring.wordpress.com/505/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/planetmiring.wordpress.com/505/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/planetmiring.wordpress.com/505/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/planetmiring.wordpress.com/505/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=planetmiring.wordpress.com&amp;blog=2339646&amp;post=505&amp;subd=planetmiring&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://planetmiring.wordpress.com/2010/03/26/clash-of-the-titans-konflik-para-dewa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/72655bace56cf6af2d6a8ba33c3dd7f4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">planetmiring</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://planetmiring.files.wordpress.com/2010/03/clash-of-the-titans-photo4.jpg?w=220" medium="image">
			<media:title type="html">Clash-Of-The-Titans-Photo4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Adegan Kematian Paling Seksi</title>
		<link>http://planetmiring.wordpress.com/2010/03/26/7-sexiest-death-scenes-ketika-adegan-kematian-menjadi-seksi/</link>
		<comments>http://planetmiring.wordpress.com/2010/03/26/7-sexiest-death-scenes-ketika-adegan-kematian-menjadi-seksi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Mar 2010 18:18:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>planetmiring</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Movie n' Music]]></category>
		<category><![CDATA[american psycho]]></category>
		<category><![CDATA[carmen electra]]></category>
		<category><![CDATA[christian bale]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[hollywood]]></category>
		<category><![CDATA[horor]]></category>
		<category><![CDATA[hostel]]></category>
		<category><![CDATA[house of wax]]></category>
		<category><![CDATA[paris hilton]]></category>
		<category><![CDATA[psikopat]]></category>
		<category><![CDATA[sadis]]></category>
		<category><![CDATA[scary movie]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>
		<category><![CDATA[seksi]]></category>
		<category><![CDATA[silent hill]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://planetmiring.wordpress.com/?p=466</guid>
		<description><![CDATA[Adegan kematian untuk sebagian orang merupakan babak yang paling &#8216;mengganggu&#8217; dari sebuah film. Tidak heran, ada kalanya adegan kematian dilewati dengan mata tertutup selama durasi berlangsung. Tapi, di balik adegan mengerikan tersebut terselip refleksi keindahan. Siapkan tensi Anda, karena daftar yang saya buat ini menghadirkan beberapa adegan kematian yang mengasyikan untuk ditonton berdasarkan kolaborasi dua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=planetmiring.wordpress.com&amp;blog=2339646&amp;post=466&amp;subd=planetmiring&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Adegan kematian untuk sebagian orang merupakan babak yang paling &#8216;mengganggu&#8217; dari sebuah film. Tidak heran, ada kalanya adegan kematian dilewati dengan mata tertutup selama durasi berlangsung. Tapi, di balik adegan mengerikan tersebut terselip refleksi keindahan. Siapkan tensi Anda, karena daftar yang saya buat ini menghadirkan beberapa adegan kematian yang mengasyikan untuk ditonton berdasarkan kolaborasi dua elemen berbeda: sensualitas dan kematian. Jadi, jangan biarkan kedua tangan menghalangi mata Anda dalam menikmati adegan-adegan ini. <span id="more-466"></span></p>
<p><strong>Laurie Holden as Cybil Bennet (Silent Hill, 2006)</strong></p>
<p><img class="size-medium wp-image-485 alignleft" title="2006_silent_hill_007" src="http://planetmiring.files.wordpress.com/2010/03/2006_silent_hill_0074.jpg?w=143&#038;h=203" alt="" width="143" height="203" /></p>
<p>Berperan sebagai seorang polisi wanita, kematian Holden di film ini tergolong tragis. Dia ditangkap oleh kelompok rohaniawan gila dan mengikatnya di sebuah tangga yang terbakar. Ya, dia dibakar hidup-hidup. Selain menjerit kesakitan, wajah wanita berambut pirang ini juga melepuh. Terkesan sadis? Tapi, itu sepadan dengan kostum polisi ketat yang dikenakan Holden. <em>She’s a sexy police woman…</em></p>
<p><strong>Saffron Burrows Dr Susan McCallister (Deep Blue Sea, 1999)</strong></p>
<p><a href="http://planetmiring.files.wordpress.com/2010/03/deepbluesea3.jpg"><img class="size-medium wp-image-480 alignleft" title="deepbluesea" src="http://planetmiring.files.wordpress.com/2010/03/deepbluesea3.jpg?w=149&#038;h=175" alt="" width="149" height="175" /></a></p>
<p>Disadari atau tidak, dalam genre film horor ada sebuah pakem tak tertulis. Artis pameran utama wanita yang tidak mengekspos payudara dan melakukan hubungan seks sepanjang durasi akan selalu bertahan. Mungkin, Deep Blue Sea adalah salah satu film yang mendobrak tradisi tersebut. Burrows yang sebelumnya dikenal sebagai model ini terkesan menyakinkan akan selamat di akhir cerita.  Namun, setelah lebih dari 90 menit dirinya bertahan dari ancaman hiu ganas, pada akhirnya karakter yang dia perankan kandas juga dicabik-cabik oleh hiu tersebut. Adegan ini dieksekusi setelah Burrows sempat melepas kemeja formalnya dan dan memperlihatkan bentuk dadanya yang indah.</p>
<p><strong>Joanna Cassidy as Zhora (Blade Runner, 1982)</strong><br />
<a href="http://planetmiring.files.wordpress.com/2010/03/500full-joanna-cassidy.jpg"><img class="size-medium wp-image-473 alignleft" title="500full-joanna-cassidy" src="http://planetmiring.files.wordpress.com/2010/03/500full-joanna-cassidy.jpg?w=138&#038;h=210" alt="" width="138" height="210" /></a></p>
<p>Penampilan Cassidy di film ini tergolong sangat seksi pada masanya. Secara frontal dia tampil nyaris bugil total dengan bagian vital yang hanya ditutupi oleh platina dan glitter serta ular yang melilit di lekukan tubuhnya. Sayang sensualitas yang dia pamerkan tidak terlalu lama. Dia mati ditembak dari belakang oleh Harrison Ford yang berperan sebagai seterunya.</p>
<p><strong>Cara Seymour as Christie (American Psycho, 2000)</strong></p>
<p><a href="http://planetmiring.files.wordpress.com/2010/03/american_psycho.jpg"><img class="size-medium wp-image-474 alignleft" title="american_psycho" src="http://planetmiring.files.wordpress.com/2010/03/american_psycho.jpg?w=139&#038;h=181" alt="" width="139" height="181" /></a></p>
<p>Film ini merupakan thriller satir sisi gelap seorang pria metroseksual. Hampir semua adegan kematian di film ini penuh dengan ketelanjangan. Meskipun dapat peran kecil sebagai pelacur yang disewa Christian Bale, kehadiran Seymour cukup menyita perhatian. Terutama ketika dalam keadaan bugil, dia harus menyelamatkan diri dari Bale yang meraungkan gergaji mesin ke arahnya. Setelah hampir berhasil menyelamat diri lewat tangga di lantai bawah apartemen, dia malah tertimpa gergaji mesin yang dihempaskan Bale dari lantai atas.</p>
<p><strong>Carmen Electra as Drew Decker (Scary Movie, 2000)</strong></p>
<p><a href="http://planetmiring.files.wordpress.com/2010/03/carmen_electra_scarymovie.jpg"><img class="size-medium wp-image-475 alignleft" title="Carmen_Electra_scarymovie" src="http://planetmiring.files.wordpress.com/2010/03/carmen_electra_scarymovie.jpg?w=137&#038;h=252" alt="" width="137" height="252" /></a></p>
<p>Memparodikan peran Drew Barrymore di film <em>Scream</em> sangat jitu mendongkrak karir Electra yang sempat mandek setelah kontrak perannya di Baywatch berakhir. Siapa yang menyangka, adegan seksinya di 10 menit pertama menjadi tiketnya menuju kesuksesan. Mantan pebasket Dennis Rodman ini seolah mendapatkan ceruk bisnis baru di industri perfilman Hollywood sebagai spesialis cameo.  Setelah film ini sukses, Electra kerap tampil di beberapa film bergenre sama, seperti <em>Date Movie</em>, <em>Epic Movie</em>, dan <em>Disaster Movie</em>. Perannya tidak jauh berbeda dengan <em>Scary Movie</em>, tampil singkat dengan mengumbar lekuk tubuhnya yang indah.</p>
<p><strong>Heather Matarazzo as Lorna (Hostel 2, 2007)</strong></p>
<p><a href="http://planetmiring.files.wordpress.com/2010/03/hostel2.jpg"><img class="size-medium wp-image-476 alignleft" title="hostel2" src="http://planetmiring.files.wordpress.com/2010/03/hostel2.jpg?w=132&#038;h=177" alt="" width="132" height="177" /></a></p>
<p>Matarazzo memang bukanlah artis seksi. Untuk perannya di film ini saja, dia kebagian jatah sebagai gadis kikuk. Untungnya, dia berhasil membuktikan bahwa sebenarnya dia memiliki keseksian yang sama dengan beberapa aktris Hollywood lainnya. Cuma saja, keseksiannya itu diperlihatkan secara disturbing. Ya, dengan tubuh digantung terbalik tanpa sehelai benang, dia digorok oleh  wanita gila yang berbaring telanjang di bawahnya. Di saat Lorna menjerit-jerit kesakitan, wanita itu sangat menikmati percikan darah yang mengucur dari tenggorokan Lorna. Kegilaan seperti yang pernah dilakoni Elizabeth Bathory, ratu Hungaria yang gemar &#8216;blood spa&#8217; sebagai resep awet muda.</p>
<p><strong>Paris Hilton as Paige Edwards (House of Wax, 2005)</strong><br />
<a href="http://planetmiring.files.wordpress.com/2010/03/house-of-wax.jpg"><img class="size-medium wp-image-477 alignleft" title="HW-2337" src="http://planetmiring.files.wordpress.com/2010/03/house-of-wax.jpg?w=134&#038;h=175" alt="" width="134" height="175" /></a></p>
<p>Ketika diwawancarai oleh sebuah media, Paris mengaku kesulitan memerankan karakter Paige. Maklum, tipikal gadis urakan dan bergelimang materi seperti dia sepertinya memang kurang berhadapan dengan rasa takut. Namun, di film ini tampaknya dia cukup melakoni rasa takut dengan baik. Itupun tetap harus dibumbui dengan properti seksi: bra merah dengan celana dalam senada. Sayangnya, lakon seksi ini harus diakhiri dengan sebuah tiang besar yang dilempar si pembunuh hingga menusuk dahinya hingga tembus ke otak belakang.  <em>Good move, Paris! That’s hot…</em></p>
<br /> Tagged: <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/american-psycho/'>american psycho</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/carmen-electra/'>carmen electra</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/christian-bale/'>christian bale</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/film/'>film</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/hollywood/'>hollywood</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/horor/'>horor</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/hostel/'>hostel</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/house-of-wax/'>house of wax</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/paris-hilton/'>paris hilton</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/psikopat/'>psikopat</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/sadis/'>sadis</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/scary-movie/'>scary movie</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/seks/'>seks</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/seksi/'>seksi</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/silent-hill/'>silent hill</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/planetmiring.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/planetmiring.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/planetmiring.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/planetmiring.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/planetmiring.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/planetmiring.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/planetmiring.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/planetmiring.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/planetmiring.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/planetmiring.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/planetmiring.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/planetmiring.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/planetmiring.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/planetmiring.wordpress.com/466/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=planetmiring.wordpress.com&amp;blog=2339646&amp;post=466&amp;subd=planetmiring&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://planetmiring.wordpress.com/2010/03/26/7-sexiest-death-scenes-ketika-adegan-kematian-menjadi-seksi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/72655bace56cf6af2d6a8ba33c3dd7f4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">planetmiring</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://planetmiring.files.wordpress.com/2010/03/2006_silent_hill_0074.jpg?w=199" medium="image">
			<media:title type="html">2006_silent_hill_007</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://planetmiring.files.wordpress.com/2010/03/deepbluesea3.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">deepbluesea</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://planetmiring.files.wordpress.com/2010/03/500full-joanna-cassidy.jpg?w=198" medium="image">
			<media:title type="html">500full-joanna-cassidy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://planetmiring.files.wordpress.com/2010/03/american_psycho.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">american_psycho</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://planetmiring.files.wordpress.com/2010/03/carmen_electra_scarymovie.jpg?w=200" medium="image">
			<media:title type="html">Carmen_Electra_scarymovie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://planetmiring.files.wordpress.com/2010/03/hostel2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">hostel2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://planetmiring.files.wordpress.com/2010/03/house-of-wax.jpg?w=200" medium="image">
			<media:title type="html">HW-2337</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jeff Bezos, Pendiri Amazon.com: Dari Garasi Menuju &#8216;Kerajaan&#8217; Amazon</title>
		<link>http://planetmiring.wordpress.com/2010/03/26/jeff-bezos-pendiri-amazon-com-dari-garasi-menuju-kerajaan-amazon/</link>
		<comments>http://planetmiring.wordpress.com/2010/03/26/jeff-bezos-pendiri-amazon-com-dari-garasi-menuju-kerajaan-amazon/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Mar 2010 17:47:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>planetmiring</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[amazon]]></category>
		<category><![CDATA[amazon.com]]></category>
		<category><![CDATA[belanja online]]></category>
		<category><![CDATA[biografi]]></category>
		<category><![CDATA[jeff bezos]]></category>
		<category><![CDATA[kinddle]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[walt disney]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://planetmiring.wordpress.com/?p=461</guid>
		<description><![CDATA[Siapa yang menyangka, bisnis toko online yang dimulainya dari garasi berkembang menjadi salah satu bisnis paling berpengaruh di kancah e-commerce. Keberhasilan inilah yang mengantarkan Jeff Bezos menjadi kandidat orang terkaya di dunia. Jeff Bezos adalah orang Texas yang secara turun-menurun memiliki peternakan seluas 25.000 hektar peternakan di Cotulla. Sementara dari pihak ibu, sang kakek adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=planetmiring.wordpress.com&amp;blog=2339646&amp;post=461&amp;subd=planetmiring&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://planetmiring.files.wordpress.com/2010/03/jeff-bezos-1008-lg.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-460" title="jeff-bezos-1008-lg" src="http://planetmiring.files.wordpress.com/2010/03/jeff-bezos-1008-lg.jpg?w=265&#038;h=171" alt="" width="265" height="171" /></a>Siapa yang menyangka, bisnis toko online yang dimulainya dari garasi berkembang menjadi salah satu bisnis paling berpengaruh di kancah e-commerce. Keberhasilan inilah yang mengantarkan Jeff Bezos menjadi kandidat orang terkaya di dunia.</p>
<p>Jeff Bezos adalah orang Texas yang secara turun-menurun memiliki peternakan seluas 25.000 hektar peternakan di Cotulla. Sementara dari pihak ibu, sang kakek adalah seorang Direktur Regional Komisi Energi Atom di Amerika Serikat (AS).<span id="more-461"></span></p>
<p>Bezos dilahirkan pada tanggal 12 Januari 1964 di Albuquerque, Nex Mexico, AS, ketika ibunya, Jackie, masih remaja. Pernikahan sang ibu dengan ayahnya hanya berlangsung tidak lebih dari 2 tahun. Dia kemudian menikah lagi ketika Bezos berusia 5 tahun. Ayah tiri Bezos, Miguel Bezos, merupakan warga negara Kuba yang bermigrasi ke AS pada usia 15 tahun dan bekerja sambil kuliah di Universitas Albuquerque. Setelah pernikahan itu, mereka pindah ke Houston, Texas dan Miguel menjadi insinyur untuk Exxon.</p>
<p>Pada usia dini, Jeff telah menunjukkan bakat mekanik yang mencolok. Ketika balita, dia berusaha membongkar tempat tidurnya dengan obeng. Selanjutnya, dia mulai mendalami ketertarikannya pada dunia sains, seperti memasang alarm listrik untuk menjaga adik-adiknya jika keluar dari kamar dan juga menjaga privasinya. Setiap musim panas, dia juga sering menghabiskan waktunya tinggal di peternakan kakeknya, dimana dia selalu memperbaiki kincir angin dan traktor yang biasa digunakan dalam berternak.</p>
<p>Ketika memasuki bangku SMA dia mengikuti program pelatihan sains di University of Florida yang membuatnya menerima Silver Knight Award pada tahun 1982. Setelah lulus SMA, dia berencana mendalami ilmu fisika dengan kuliah di Princeton University yang dalam perjalanannya dia justru kembali tertarik dengan komputer elektro dan akhirnya dia lulus dengan gelar di bidang Computer Science and Electrical Engineering.</p>
<p>Setelah lulus dari Pricenton, Jeff bekerja di Wall Street dalam bidang ilmu komputer. Lalu ketika mendapatkan gelar pascasarjana, dia bekerja membangun jaringan perdagangan internasional untuk sebuah perusahaan yang dikenal dengan Fitel. Disinilah semangat kewirausahaannya mulai muncul, tapi dia tidak tergesa-gesa untuk memulai bisnisnya sendiri. Dua tahun kemudian, dia pindah ke Bankers Trust dan bertanggungjawab untuk mengembangkan aplikasi software untuk nasabah dana pensiun.</p>
<p>Inspirasi untuk bekerja mandiri selanjutnya datang ketika dia bekerja di sebuah perusahaan finansial DE Shaw &amp; Company dimana dia dipercaya oleh David Shaw, pendiri perusahaan tersebut, sebagai Senior Vice President. Bahkan, dalam sebuah wawancara dengan Time, Shaw menggambarkan Jeff sebagai wirausahawan yang aneh. Wawancara yang dilakukan pada 27 Desember 2003 ini merupakan penghormatan Shaw atas langkah Jeff yang memutuskan untuk membangun dan mengoperasikan perusahaan sendiri di tahun 1994.</p>
<p><strong>Berani Mencoba</strong></p>
<p>Tahun 1995, Bezos mulai mendirikan <a href="http://www.amazon.com/">Amazon.com</a> sebagai toko buku online yang dijalankan dari garasi rumahnya di Seattle, Washington. Dia sebelumnya telah melakukan penelitian dengan membuat daftar 20 perusahaan mail-order teratas dan mengamati bahwa tidak ada penerbit buku yang memiliki mail-order karena membuat katalog yang komprehensif akan memerlukan ribuan halaman dan akan memakan budjet besar jika melakukan penawaran lewat email.</p>
<p>Dia percaya bahwa perusahaan berbasis internet akan memiliki kemampuan untuk menawarkan pilihan lebih luas secara dan substansial kepada konsumin. Setelah melakukan studi ini, dia rajin menghadiri konvensi tahunan American Bookseller&#8217;s Associaton untuk melakukan lobi-lobi dengan beberapa penjual buku.</p>
<p>Dalam menjalankan bisnis ini, kedua orangtua Bezos mendukungnya dengan menginvestasikan tabungan pensiunnya sebenar US$ 300 ribu. Mereka sepertinya tahu, dana sebesar itu akan mengantarkan anak mereka menjadi miliarder.</p>
<p>Sebelum memutuskan nama Amazon, Bezos telah memilih nama Abrakadabra. Namun tampaknya dia lebih menyukai nama Amazon karena terpukau dengan kemegahan sungai yang berada di Brazil tersebut. Pada bulan Juni 1999 situs web Amazon.com mulai diujicoba dan pada 16 Juli 199 mulai melayani konsumen di setiap negara bagian dan merambah 45 negara lain.</p>
<p>“Dalam beberapa hari pertama setelah Amazon.com diluncurkan, saya tahu itu akan menjadi besar,” ujarnya dalam suatu wawancara di sebuah media. Selanjutnya, Amazon.com menjadi berita di berbagai media dan sebagai akibat dari publisitasnya meningkat dengan cepat, Bezos akhirnya memiliki kantor operasional dan 6 gudang untuk inventaris buku.</p>
<p>Naluri bisnis Bezos tidak meleset, Amazon.com terus berkembang, bahkan setiap tahunnya dia selalu berada di rangking orang terkaya dunia, meskipun selalu dalam kondisi fluktuatif. Misalnya, pada tahun 1999 dia masuk ke dalam peringkat 19 dengan kekayaan sebesar US$ 10,1 miliar, sebaliknya di tahun 2002 dia &#8216;terpuruk&#8217; di peringkat 293 dengan kekayaan US$ 1,5 miliar.</p>
<p>Di tahun 2007, dia kembali &#8216;memperbaiki&#8217; statusnya menjadi peringkat 35 dengan kekayaan sebesar US$ 8,7 miliar. Meskipun selalu tergusur dalam peringkat 10 besar orang terkaya di seluruh dunia, setidaknya dia tetap saja bercokol di peringkat paling bergensi ini setiap tahunnya.</p>
<p>Sebagian besar kekayaan Bezos berasal dari kepemilikan saham di Amazon.com. Pada tahun 1998, dia memiliki 41% saham Amazon.com, namun jumlahnya berkurang menjadi 24,26% (sekitar 100 juta lembar saham) pada tahun 2006. Gajinya pun tidak pernah naik sejak tahun 1998, yakni sebesar US$ 81.840 per tahun ditambah tunjangan sebesar US$ 1,1 juta.</p>
<p>Kekayaan yang dimilikinya sekarang tentunya sebagai buah dari keberanian dan kreativitasnya dalam mencari peluang bisnis secara mendiri. Ketika akan memulai Amazon.com, dia membayangkan, jika tidak mendirikan perusahaan ini, maka pada usia 80 tahun dia akan menyesal karena kehilangan 6 digit bonus natal. “Saya sudah pasti bangga dengan diri saya sendiri karena telah mengambil resiko dan mencoba berpartisipasi dalam bisnis ini. Kalau saya tidak pernah mencoba langkah ini, tentu saya akan menyesalinya,” tandasnya.</p>
<p><strong>Mengagumi Walt Disney</strong></p>
<p>Rekan kerja dan saksi hidup riwayat Amazon.com menyebut Bezos sebagai seorang visioner yang serius tapi santai. Meskipun santai, dia tetap tegas terhadap karyawannya. Menurut mereka, Bezos selalu menuntut penyelesaian yang cepat untuk sebuah proyek. Dia juga secara rutin menggelar rapat manajemen mingguan selama 4 jam untuk mendapatkan laporan produk baru, harga, dan menghimpun pertanyaan dari beberapa CEO.</p>
<p>Untuk mendorong ide-ide baru, Bezos mendirikan program ‘Just Do It’ sebagai sebuah reward bagi karyawannya yang kreatif memberikan ide bagi perusahaan tanpa terlebih dulu meminta ijin dari atasannya. Cara ini setidaknya sangat efektif bagi Amazon.com dalam melakukan perubahan-perubahan layanan lebih baik lagi. Tak heran, dari awal pendiriannya sebagai ‘toko’ buku, Amazon.com saat ini juga telah menjual beberapa produk, seperti DVD, perangkat elektronik, rumah tangga, olahraga, dan sebagainya.</p>
<p>Apa kunci sukses Bezos dalam mengembangkan bisnis ini? Rupanya Bezos termasuk tipikal pemimpin perusahaan yang percaya pada manfaat berkomunikasi dengan pelanggan dan mendengarkan ide-ide mereka untuk ekspansi bisnis selanjutnya. Makanya, lewat situs Amazon.com, pelanggan didorong untuk merekomendasikan buku-buku favorit mereka dan produk melalui resensi, dan disusun dalam daftar item favorit mereka.</p>
<p>Ketika ditanya siapakah pahlawan yang paling dipujanya, Bezos menyebut Walt Disney di samping Thomas Alfa Edison. Kekagumannya terhadap Disney dia wujudkan dengan mengunjungi Disney World beberapa kali dan mengaku sangat terkesan dengan visi kuat Disney. “Dia sangat tahu persis dengan apa yang ingin dia bangun dan bergabung dengan sekelompok orang-orang pintar dalam membangunnya,” ujar pria yang dianugerahi gelar doktoral dalam bidang Iptek dari Carnegie Mellon University pada tahun lalu ini.</p>
<p>Foto: businessweek</p>
<br /> Tagged: <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/amazon/'>amazon</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/amazon-com/'>amazon.com</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/belanja-online/'>belanja online</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/biografi/'>biografi</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/jeff-bezos/'>jeff bezos</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/kinddle/'>kinddle</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/teknologi/'>teknologi</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/walt-disney/'>walt disney</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/planetmiring.wordpress.com/461/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/planetmiring.wordpress.com/461/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/planetmiring.wordpress.com/461/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/planetmiring.wordpress.com/461/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/planetmiring.wordpress.com/461/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/planetmiring.wordpress.com/461/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/planetmiring.wordpress.com/461/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/planetmiring.wordpress.com/461/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/planetmiring.wordpress.com/461/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/planetmiring.wordpress.com/461/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/planetmiring.wordpress.com/461/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/planetmiring.wordpress.com/461/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/planetmiring.wordpress.com/461/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/planetmiring.wordpress.com/461/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=planetmiring.wordpress.com&amp;blog=2339646&amp;post=461&amp;subd=planetmiring&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://planetmiring.wordpress.com/2010/03/26/jeff-bezos-pendiri-amazon-com-dari-garasi-menuju-kerajaan-amazon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/72655bace56cf6af2d6a8ba33c3dd7f4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">planetmiring</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://planetmiring.files.wordpress.com/2010/03/jeff-bezos-1008-lg.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">jeff-bezos-1008-lg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wanita Perokok, Jodoh, dan Mario Teguh</title>
		<link>http://planetmiring.wordpress.com/2010/02/23/wanita-perokok-jodoh-dan-mario-teguh/</link>
		<comments>http://planetmiring.wordpress.com/2010/02/23/wanita-perokok-jodoh-dan-mario-teguh/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 04:01:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>planetmiring</dc:creator>
				<category><![CDATA[Social]]></category>
		<category><![CDATA[clubber]]></category>
		<category><![CDATA[dugem]]></category>
		<category><![CDATA[dunia malam]]></category>
		<category><![CDATA[free sex]]></category>
		<category><![CDATA[jodoh]]></category>
		<category><![CDATA[kaskus]]></category>
		<category><![CDATA[mario teguh]]></category>
		<category><![CDATA[rokok]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://planetmiring.wordpress.com/?p=455</guid>
		<description><![CDATA[Setelah membaca trit Kaskus tentang kontroversi Twitter Mario Teguh (saya singkat MT), kekhawatiran saya langsung hilang. Memangnya apa sih yang saya khawatirkan? Oke, memang saya harus akui, saya hampir tidak pernah menonton acara motivasinya di salah satu stasiun T. Saya cuma mendengar beberapa kesan dari keluarga atau teman-teman saya yang menonton acara tersebut. Saya harus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=planetmiring.wordpress.com&amp;blog=2339646&amp;post=455&amp;subd=planetmiring&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://planetmiring.files.wordpress.com/2010/02/jump-for-love.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-456" title="jump-for-love" src="http://planetmiring.files.wordpress.com/2010/02/jump-for-love.jpg?w=274&#038;h=195" alt="" width="274" height="195" /></a>Setelah membaca trit <a href="http://http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3448604">Kaskus </a>tentang kontroversi Twitter Mario Teguh (saya singkat MT), kekhawatiran saya langsung hilang. Memangnya apa sih yang saya khawatirkan? Oke, memang saya harus akui, saya hampir tidak pernah menonton acara motivasinya di salah satu stasiun T. Saya cuma mendengar beberapa kesan dari keluarga atau teman-teman saya yang menonton acara tersebut. Saya harus akui, dia memang motivator handal!<span id="more-455"></span></p>
<p>Begitu kontroversi status Twitter-nya yang memuat &#8216;# MTOF 6 : Wanita yang pas untuk teman pesta, clubbing, bergadang sampai pagi, chitchat yang snob, merokok, dan kadang mabuk &#8211; tidak mungkin direncanakan jadi istri&#8217;, mendulang protes di beberapa akun yang saya <em>follow</em>, saya hanya bisa mengusap dada tanda miris. Ya, akun-akun yang terdiri dari beberapa teman, artis, dan para pesohor lainnya, justru mengolok-ngolok MT.</p>
<p>Nah, ketika saya mengeluhkan status-status yang bermuatan menghina integritas Mario Teguh, kepada seorang teman, dia mengatakan, &#8220;Yah wajar lah, secara di Twitter itu banyak anak gaul yang suka dugem n mabok.&#8221; <em>Dus,</em> ternyata populasi para clubber tidak hanya merambah dunia nyata, mereka pun beranak-pinak di dunia maya, begitu batin saya.</p>
<p>Oke, sekarang kembali lagi kepada maksud dari status Twitter  MT. Benarkah para pria enggan atau harus berpikir seribu kali untuk memperistri perempuan perokok, peminum, norak, dan hobi dugem? Kalo secara pribadi, saya jelas tidak menginginkan perempuan yang kelak menjadi istri saya seperti itu. Pasalnya, saya bukan perokok, peminum, dan penikmat dunia malam&#8211;meskipun pekerjaan saya mengharuskan saya datang ke klub-klub malam. Dengan nilai ideal yang saya miliki tersebut, saya hanya tertarik pada perempuan baik-baik, tentunya yang datang dari lingkungan yang benar.</p>
<p>Apakah semua perempuan perokok, peminum, dan doyan dugem, tidak ada yang baik? Ini memang tidak benar seluruhnya. Sebagian dari mereka sangat mengasyikan untuk dijadikan teman. Tidak sedikit pula memiliki solidaritas tinggi. Cuma, kalau untuk dijadikan istri ya memang harus dipertimbangkan kembali, mengingat ada benturan &#8216;ideologis&#8217; dalam diri saya dan perempuan-perempuan seperti itu. Kalaupun saya nantinya jatuh cinta dengan salah satu dari mereka, berarti tugas saya adalah &#8216;meluruskan&#8217; mereka sesuai dengan nilai ideal saya.</p>
<p>Apakah saya egois? Sebagai bocoran buat para perempuan, lelaki itu adalah mahkluk yang culas dan licik. Saya harus akui itu. Jika kebanyakan dari mereka adalah orang brengsek, hanya sedikit dari mereka yang menerima perempuan apa-adanya. Pada ujung-ujungnya, mereka atau saya tetap memilih perempuan baik-baik untuk dinikahi.</p>
<p>Saya punya seorang teman perempuan. Dia cantik, seksi, moderen, perokok berat, dan doyan pulang malam&#8211;untuk dugem tentunya. Dia beberapa kali memiliki pacar. Tapi pada akhirnya hubungan itu berakhir dalam hitungan bulan. Saya pernah tidak sengaja mendengar keluhan dia tentang sosok lelaki. &#8220;Cowok itu bajingan! Mereka cuma mau macarin gue, tidurin gue. Tapi kalo kawin tetep aja sama cewek baik-baik. Gue cuma dianggap tempat numpang lewat!&#8221;</p>
<p>Kemudian, dari sisi lelaki. Ada teman baik saya yang saya harus akui bahwa dia adalah bajingan&#8212;sori prens. Dia mengaku telah meniduri beberapa wanita yang dikenalnya dari beberapa klub malam dan chatting. Kalaupun menjalin hubungan serius, itu hanya dilakukan dalam hitungan minggu bahkan bulan. Tapi, sebrengsek-brengseknya dia, justru perempuan yang bakal dijadikan istri adalah orang baik-baik. Sosok perempuan biasa yang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Pernikahannya akan dilangsungkan dalam beberapa bulan.</p>
<p>Okelah, menurut saya pendapat ini terlalu subjektif dan hanya mengacu pada pengalaman pribadi. Tapi, saya percaya pada sebuah pepatah bijak yang mengatakan &#8216;selalu ada orang baik bagi orang yang baik&#8217;. Jadi sebenarnya, kalau memang mencari calon istri/suami yang baik, seseorang harus melihat tempat. Saya juga percaya dengan <em>quote </em>dalam film <em>The Animal </em>yang mengatakan &#8216;selalu ada sesuatu (pasangan) bagi sesuatu, sekalipun dia berasal dari binatang&#8217;. Jadi, masalah jodoh tidak memandang tempat dan siapa orangnya. Sesama perokok bisa menikahi pasangan yang juga perokok, begitupun peminum, dan clubber. Cuma saya kekurangan referensi kisah rumah tangga seperti apa yang mereka bina, karena beberapa teman yang &#8216;brengsek&#8217; pada akhirnya menikahi pasangan yang bukan berasal dari lantai dansa klub malam.</p>
<p>Oh ya, saya ingin membagi link catatan Facebook pembicaraan <a href="http://http://www.facebook.com/note.php?note_id=317028684404">MT dengan istrinya</a>. Semoga hal ini bisa menjadi semacam pencerahan bagi mereka yang masih menuding MT tidak bijaksana dalam berpendapat.  Salam super!</p>
<br /> Tagged: <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/clubber/'>clubber</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/dugem/'>dugem</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/dunia-malam/'>dunia malam</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/free-sex/'>free sex</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/jodoh/'>jodoh</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/kaskus/'>kaskus</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/mario-teguh/'>mario teguh</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/rokok/'>rokok</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/twitter/'>twitter</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/planetmiring.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/planetmiring.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/planetmiring.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/planetmiring.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/planetmiring.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/planetmiring.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/planetmiring.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/planetmiring.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/planetmiring.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/planetmiring.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/planetmiring.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/planetmiring.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/planetmiring.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/planetmiring.wordpress.com/455/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=planetmiring.wordpress.com&amp;blog=2339646&amp;post=455&amp;subd=planetmiring&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://planetmiring.wordpress.com/2010/02/23/wanita-perokok-jodoh-dan-mario-teguh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/72655bace56cf6af2d6a8ba33c3dd7f4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">planetmiring</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://planetmiring.files.wordpress.com/2010/02/jump-for-love.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">jump-for-love</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Creative Solutions Award: Wajah Baru &#8216;Social Network&#8217;</title>
		<link>http://planetmiring.wordpress.com/2010/01/28/creative-solutions-award-wajah-baru-social-network/</link>
		<comments>http://planetmiring.wordpress.com/2010/01/28/creative-solutions-award-wajah-baru-social-network/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2010 16:19:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>planetmiring</dc:creator>
				<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[creative solutions award]]></category>
		<category><![CDATA[CSA]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[friendster]]></category>
		<category><![CDATA[ide]]></category>
		<category><![CDATA[lintasarta]]></category>
		<category><![CDATA[myspace]]></category>
		<category><![CDATA[social network]]></category>
		<category><![CDATA[web 2.0]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://planetmiring.wordpress.com/?p=442</guid>
		<description><![CDATA[Situs jejaring sosial (social network) adalah sebuah lompatan besar yang berhasil ditorehkan sejarah perkembangan dunia internet. Berkembanganya teknologi web 2.0 yang memungkinkan orang berinteraksi satu sama lainnya dalam satu lingkungan situs, menjadi cikal-bakal pertumbuhan situs jejaring sosial di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, tren social network sudah mulai terasa begitu Friendster dirilis pada tahun 2002, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=planetmiring.wordpress.com&amp;blog=2339646&amp;post=442&amp;subd=planetmiring&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://planetmiring.files.wordpress.com/2010/01/csa.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-443" title="CSA" src="http://planetmiring.files.wordpress.com/2010/01/csa.jpg?w=332&#038;h=199" alt="" width="332" height="199" /></a>Situs jejaring sosial (<em>social network</em>) adalah sebuah lompatan besar yang berhasil ditorehkan sejarah perkembangan dunia internet. Berkembanganya teknologi web 2.0 yang memungkinkan orang berinteraksi satu sama lainnya dalam satu lingkungan situs, menjadi cikal-bakal pertumbuhan situs jejaring sosial di seluruh dunia.</p>
<p>Di Indonesia sendiri, tren <em>social network</em> sudah mulai terasa begitu Friendster dirilis pada tahun 2002, seiring dengan petumbuhan situs blog yang menjadi kelahiran para blogger. Tren<em> sosial network</em> semakin terasa ketika Facebook mulai merambah dunia maya pada tahun 2004. Popularitas Facebook berhasil menggeser para pendahulunya seperti Friendster dan MySpace.</p>
<p><span id="more-442"></span>Berdasarkan sebuah studi yang dirilis e-Marketer pada 1 Desember 2009, pengguna Facebook di Indonesia tumbuh cepat dan menempati posisi kedua dari sisi jumlah pengguna, yakni sebanyak 13.870.120 dan berada di bawah Amerika Serikat. Meskipun terkesan hanya sebuah situs &#8216;mainan&#8217;, nyatanya banyak hal yang bisa diperoleh dari situs social network. Banyak orang yang begitu mudahnya mendapatkan pasangan, pekerjaan, proyek, atau membeli maupun menjual barang.</p>
<p>Entah ingin memanfaatkan momentum ini atau tidak, PT Aplikasinusa Lintasarta (Lintasarta) mengusung Creative Solutions Award (CSA) dengan format web 2.0 yang memungkinkan setiap peserta berinteraksi satu sama lainnya lewat domain <a href="http://http://www.creativesolutionsaward.com/">www.creativesolutionsaward.com</a>. Dengan tema “Kreatif Yuuk”, CSA memberikan kesempatan kepada mereka yang kreatif untuk mengembangkan ide-idenya terkait dengan pemanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), seperti internet, hosting, video conference, corporate SMS, corporate email, dan sebagainya, yang merupakan solusi yang di-provide oleh Lintasarta selaku penyedia solusi komunikasi data. Tentunya, pemanfaatan TIK tersebut harus disinambungkan dengan berbagai bidang kehidupan dan beragam industri yang ada di Indonesia, seperti ritail, perbankan, layanan publik, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.</p>
<p>CSA sebenarnya sudah berlangsung sejak 20 Agustus 2009 hingga 10 Desember 2009 dengan hadiah utama sebuah <em>netbook</em> setiap dua minggunya. Namun, mengingat kesuksesan acara ini, sepertinya CSA menjadi <em>side-kick</em> terbaru Lintasarta dalam mengakrabkan dirinya ke tengah masyarakat. Apalagi, dari CSA telah terbit semacam komunitas tersendiri layaknya <em>social network </em>yang tengah menjadi primadona di dunia maya.</p>
<p>Di dalam situs CSA, para peserta tidak hanya berkomentar, berdebat, dan memberikan<em> vote </em>atas ide yang ada, tetapi juga tidak sedikit yang akhirnya membentuk sebuah pertemanan yang akrab antar peserta. Dengan begitu, bisa dibilang CSA adalah<em> social network</em> yang berhadiah, karena dari wadah yang tadinya sebagai ajang berkompetisi, siapa yang menyangka terjalin sebuah pertemanan di dalamnya. Bahkan, tidak sedikit pula yang ‘tertangkap basah’ saling bertukar alamat blog, akun Facebook, dan melakukan kerjasama bisnis. Jadi, selamat datang di wajah baru  <em>social network</em>…</p>
<br /> Tagged: <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/creative-solutions-award/'>creative solutions award</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/csa/'>CSA</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/facebook/'>facebook</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/friendster/'>friendster</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/ide/'>ide</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/lintasarta/'>lintasarta</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/myspace/'>myspace</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/social-network/'>social network</a>, <a href='http://planetmiring.wordpress.com/tag/web-2-0/'>web 2.0</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/planetmiring.wordpress.com/442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/planetmiring.wordpress.com/442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/planetmiring.wordpress.com/442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/planetmiring.wordpress.com/442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/planetmiring.wordpress.com/442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/planetmiring.wordpress.com/442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/planetmiring.wordpress.com/442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/planetmiring.wordpress.com/442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/planetmiring.wordpress.com/442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/planetmiring.wordpress.com/442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/planetmiring.wordpress.com/442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/planetmiring.wordpress.com/442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/planetmiring.wordpress.com/442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/planetmiring.wordpress.com/442/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=planetmiring.wordpress.com&amp;blog=2339646&amp;post=442&amp;subd=planetmiring&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://planetmiring.wordpress.com/2010/01/28/creative-solutions-award-wajah-baru-social-network/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/72655bace56cf6af2d6a8ba33c3dd7f4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">planetmiring</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://planetmiring.files.wordpress.com/2010/01/csa.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">CSA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Miyabi Bertobat, Buka Usaha Percetakan</title>
		<link>http://planetmiring.wordpress.com/2009/10/19/miyabi-bertobat-buka-usaha-percetakan/</link>
		<comments>http://planetmiring.wordpress.com/2009/10/19/miyabi-bertobat-buka-usaha-percetakan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2009 17:38:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>planetmiring</dc:creator>
				<category><![CDATA[Social]]></category>
		<category><![CDATA[bokep]]></category>
		<category><![CDATA[maria ozawa]]></category>
		<category><![CDATA[miyabi]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>
		<category><![CDATA[sex]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://planetmiring.wordpress.com/?p=437</guid>
		<description><![CDATA[foto: gudanghumor.com Maria Ozawa alias Miyabi mungkin tidak jadi main film di Indonesia. Tetapi bukan berarti dia benar-benar gagal berkunjung di Indonesia. Justru dia sekarang sedang memulai usaha percetakan kecil-kecilan. Entahlah, mungkin dia sudah jenuh dengan industri esek-esek yang membesarkan namanya. Jadi, kalau ada penggemarnya yang ingin melakukan pemesanan cetak brosur dan sebagainya, si Miyabi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=planetmiring.wordpress.com&amp;blog=2339646&amp;post=437&amp;subd=planetmiring&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp">
<dl class="wp-caption alignleft">
<dt class="wp-caption-dt"><img class="size-medium wp-image-438" title="telpon_miyabi" src="http://planetmiring.files.wordpress.com/2009/10/telpon_miyabi.jpg?w=232&#038;h=331" alt="telpon_miyabi" width="232" height="331" /></dt>
<dd class="wp-caption-dd">foto: gudanghumor.com </dd>
</dl>
</div>
<p>Maria Ozawa alias Miyabi mungkin tidak jadi main film di Indonesia. Tetapi bukan berarti dia benar-benar gagal berkunjung di Indonesia. Justru dia sekarang sedang memulai usaha percetakan kecil-kecilan. Entahlah, mungkin dia sudah jenuh dengan industri esek-esek yang membesarkan namanya.</p>
<p>Jadi, kalau ada penggemarnya yang ingin melakukan pemesanan cetak brosur dan sebagainya, si Miyabi ini pastinya dengan senang hati akan melayani. Asal jangan pesan yang enggak-enggak  ya, kasihan kan orang mau tobat malah diganggu <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br /> Tagged: bokep, maria ozawa, miyabi, seks, sex <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/planetmiring.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/planetmiring.wordpress.com/437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/planetmiring.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/planetmiring.wordpress.com/437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/planetmiring.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/planetmiring.wordpress.com/437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/planetmiring.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/planetmiring.wordpress.com/437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/planetmiring.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/planetmiring.wordpress.com/437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/planetmiring.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/planetmiring.wordpress.com/437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/planetmiring.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/planetmiring.wordpress.com/437/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=planetmiring.wordpress.com&amp;blog=2339646&amp;post=437&amp;subd=planetmiring&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://planetmiring.wordpress.com/2009/10/19/miyabi-bertobat-buka-usaha-percetakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/72655bace56cf6af2d6a8ba33c3dd7f4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">planetmiring</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://planetmiring.files.wordpress.com/2009/10/telpon_miyabi.jpg?w=211" medium="image">
			<media:title type="html">telpon_miyabi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memadukan Teknologi Seluler dengan Sistem Peringatan Dini Tsunami</title>
		<link>http://planetmiring.wordpress.com/2009/10/18/memadukan-teknologi-seluler-dengan-sistem-peringatan-dini-tsunami/</link>
		<comments>http://planetmiring.wordpress.com/2009/10/18/memadukan-teknologi-seluler-dengan-sistem-peringatan-dini-tsunami/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2009 14:33:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>planetmiring</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[buoy]]></category>
		<category><![CDATA[gempa]]></category>
		<category><![CDATA[menristek]]></category>
		<category><![CDATA[seluler]]></category>
		<category><![CDATA[SMS]]></category>
		<category><![CDATA[TEWS]]></category>
		<category><![CDATA[tsunami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://planetmiring.wordpress.com/?p=423</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai kekuatan alam, tsunami datang dan pergi seolah tiada yang mengetahui. Selama ini, mungkin hanya ratapan manusia yang mengiringi kerusakan dan kematian setelah dilalui gelombang dasyatnya. Namun, semakin berkembangnya zaman dan kesadaran akan bahaya tsunami, beberapa negara mulai mengembangkan sistem peringatan dini secara progresif untuk mengantisipasi jatuhnya korban jiwa. Ponsel dalam genggaman pun didesain sebagai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=planetmiring.wordpress.com&amp;blog=2339646&amp;post=423&amp;subd=planetmiring&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-medium wp-image-427" title="tsunamibig" src="http://planetmiring.files.wordpress.com/2009/10/tsunamibig1.jpg?w=300&#038;h=198" alt="tsunamibig" width="300" height="198" />Sebagai kekuatan alam, tsunami datang dan pergi seolah tiada yang mengetahui. Selama ini, mungkin hanya ratapan manusia yang mengiringi kerusakan dan kematian setelah dilalui gelombang dasyatnya. Namun, semakin berkembangnya zaman dan kesadaran akan bahaya tsunami, beberapa negara mulai mengembangkan sistem peringatan dini secara progresif untuk mengantisipasi jatuhnya korban jiwa. Ponsel dalam genggaman pun didesain sebagai ‘malaikat penyelamat’ ketika tsunami siap menerjang.</p>
<p><span id="more-423"></span>“Indonesia Rawan Bencana”, begitu jargon yang dikumandangkan Kementerian Ristek lewat jajarannya. Terdengar seperti isapan jempol? Tentu tidak. Sejarah mencatat, selain bencana alam yang diakibatkan oleh manusia, Indonesia ternyata rawan terhadap bencana gunung meletus, gempa bumi, hingga tsunami.</p>
<p>Khusus bencana tsunami, sudah dipastikan kita sulit melupakan peristiwa yang pernah menimpa Aceh dan sekitarnya pada 26 Desember 2004 lalu yang menghancurkan hampir lebih dari 80% sarana infrastruktur dan bangunan yang ada di sana. Bahkan hantaman gelombang tsunami yang berasal dari gempa ber-kekuatan 9,3 skala Richter ini memakan lebih dari 250.000 korban jiwa dari beberapa negara kawasan Samudera Hindia, seperti Thailand, Srilanka, Somalia, Myanmar, India, Maladewa, hingga Afrika Selatan.</p>
<p>Sebelumnya, berdasarkan data yang diperoleh dari Intergovernmental Ocea-nographic Commision of UNESCO, International Tsunami Information Centre, dan Jakarta Tsunami Information Centre, Indonesia pernah mengalami <em>teletsunami</em> atau tsunami yang berasal dari sumber yang jangkauannya lebih dari 1.000 km. Tsunami yang jarang terjadi namun memiliki daya rusak tinggi ini pernah menerpa daratan Indonesia pada 27 Agustus 1883 di Krakatau.</p>
<p><strong>Potensi Tsunami di Indonesia</strong></p>
<p>Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap tsunami, terutama kepulauan yang berhadapan langsung dengan pertemuan lempeng, antara lain Barat Sumatera, Selatan Jawa, Nusa Tenggara, Utara Papua, Sulawesi dan Maluku, serta Timur Kalimantan. Tsunami di Indonesia pada umumnya adalah tsunami lokal, dimana waktu antara terjadinya gempabumi dan datangnya gelombang tsunami antara 20 s.d 30 menit.</p>
<p>Selain itu, pada data yang tercatat sejak 1975, Indonesia juga pernah diterjang <em>tsunami regional </em>yang memiliki daya terjang dalam radius 1.000 km dari sumbernya pada 19 Agustus 1977 di Sumbawa, 18 Juli 1979 di Pulau Lembata, 12 Desember 1992 di Pulau Flores, 1 Januari 1996 di Sulawesi, 17 Februari 1996 di Irian Jaya, 17 Juli 2006 di selatan Pulau Jawa, dan 12 September 2007 di Bengkulu dan Sumatera Barat.</p>
<p>Jika merujuk dari data tersebut, sudah menjadi keharusan bagi negeri ini memiliki suatu sistem peringatan dini tsunami (<em>Tsunami Early Warning System</em>/TEWS) yang terintegrasi. Sejauh ini, tak lama setelah tsunami melanda Aceh dan sekitarnya, Indonesia telah menerima bantuan beberapa unit <em>buoy</em> dari Jerman, Norwegia, dan beberapa negara sahabat. Bahkan beberapa waktu lalu, Indonesia juga telah menerima bantuan satu unit <em>buoy</em> dari Amerika Serikat.</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-428" title="skema2-TEWS" src="http://planetmiring.files.wordpress.com/2009/10/skema2-tews1.jpg?w=361&#038;h=219" alt="skema2-TEWS" width="361" height="219" />Sekadar informasi, <em>buoy </em>adalah sebuah alat pendeteksi tsunami (<em>Deep-Ocean Assessment and Reporting of Tsunami</em>/DART) yang terapung di permukaan laut dan merupakan bagian dari skema teknologi TEWS yang disandingkan dengan perangkat OBU (<em>Ocean Bottom Unit</em>) yang terpasang di dasar laut. OBU dipasang bersama <em>seismometer</em> untuk mendeteksi kekuatan gempa di dasar laut.</p>
<p>Ketika terjadi getaran gempa, OBU akan mengirimkan informasi kekuatan gempa ke <em>buoy</em> yang dilengkapi dengan penerima GPS (<em>Global Positioning System</em>) untuk memberikan data tentang posisi derajat lintang dan derajat bujur unit yang terapung. Kemudian, <em>buoy </em>secara <em>real-time </em>memancarkan informasi lewat satelit pemancar untuk diteruskan ke <em>master station</em> yang ada di daratan. Jika kekuatan gempa mengindikasikan tsunami maka pihak terkait yang berada di<em> master station</em> langsung memberikan informasi ke beberapa institusi untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat berupa alarm maupun penyiaran darurat radio dan televisi.</p>
<p><em>Nah</em>, meski kerap menerima bantuan dari beberapa negara, Ridwan Djamaluddin, kepala Pusat Balai Teknologi Survei Kelautan BPPT, menampik anggapan bahwa Indonesia bergantung pada bantuan asing. Dia mengklaim pihaknya telah mampu membuat <em>buoy l</em>ewat proses alih teknologi dari peneliti negara asing. Malah untuk proyek ini, pemerintah telah mengucurkan dana sebesar Rp 5 miliar dari APBN untuk produksi satu unit b<em>uoy b</em>erikut biaya risetnya.</p>
<p>“Setelah sempat tertunda dalam beberapa bulan karena proses pengadaan sensor yang harus dibuat, satu unit <em>buoy</em> buatan Indonesia telah terpasang di selatan Selat Sunda. Saat ini, BPPT tengah mengembangkan lima unit <em>buoy</em> yang akan diluncurkan pada akhir tahun 2008,” ujarnya kepada <em>e-Indonesia</em>. Ditargetkan, dari 22<em> buoy </em>yang rencananya akan terpasang di sepanjang perairan selatan hingga ke utara Indonesia, 10 di antaranya harus merupakan buatan dari peneliti lokal.</p>
<p>Dalam kajian <em>grand design</em> skenario Indonesia TEWS (Ina-TEWS), selain memberikan tuntunan dan petunjuk upaya penyelamatan bagi masyarakat ketika terjadi tsunami—untuk memperkecil potensi jumlah kematian dan kerusakan—pemerintah telah melibatkan 16 institusi di dalamnya yang dibagi dalam dua komponen yaitu, komponen struktur dan komponen kultur. Komponen struktur merupakan bagian tugas pemerintah pusat dalam pemasangan peralatan deteksi bencana, pengolahan data yang dihasilkan dan disampaikan kepada institusi dan pemerintah daerah serta media. Sedangkan komponen kultur menjadi tanggung jawab pemerintah daerah dalam menyiapkan kesiagaan masyarakat terhadap bencana dan penyampaian peringatan evakuasi bencana ke masyarakat.</p>
<p><strong>Peringatan Dini Via Ponsel</strong></p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-429" title="tsunami" src="http://planetmiring.files.wordpress.com/2009/10/tsunami.jpg?w=300&#038;h=289" alt="tsunami" width="300" height="289" />Selain Indonesia, beberapa negara juga mulai sibuk mengadopsi skema TEWS dari negara yang lebih dulu mengembangkannya. Padahal, sebelumnya TEWS sama sekali tidak dilirik. Namun, begitu tsunami terdasyat sepanjang sejarah terjadi di Samudera Hindia, mereka mulai ‘melek’ akan pentingnya teknologi ini. Tidak sedikit pula yang melakukan berbagai pengembangan teknologi lain untuk dipadukan dengan teknologi ini. Sebut saja MedDay, sebuah perusahaan layanan kesehatan berbasis nirkabel di Swedia. Setelah sukses mengembangkan DMS (Daily Medical Support) sebagai standar <em>de facto</em> berkomunikasi antara pasien dan dokter untuk pedeteksian berbagai penyakit dan menajemen kesehatan lewat aplikasi RegPoint, perusahaan ini telah berhasil mengembangkan satu sistem peringatan dini secara <em>mobile</em> dengan melibatkan pakar seismologi dari Uppsala University, salah satu perguruan tinggi ternama di Eropa yang berada di Swedia.</p>
<p>Cukup mendaftar di layanan RegPoint, jika terjadi gempa bumi berpotensi tsunami, pihak Uppsala akan mengirimkan satu pesan peringatan melalui GPRS, jaringan CDMA dan 3G ke ponsel yang sudah tertanam aplikasi ini. Informasi gempa yang didapatkan Uppsala berasal dari provider TEWS yang bersinergi dengan sistem komponen akses RegPoint. Dalam hitungan satu menit, pesan peringatan akan terkirim ke pengguna ponsel yang berada di area asal TEWS yang telah mendeteksi tsunami. Untuk membuat pengembangan standar pesan yang akan diterima pengguna, MedDay juga telah menggandeng Motorola.</p>
<p>Menurut President &amp; CEO MedDay Sophia Salenius, sekarang ini sudah saatnya beberapa negara memutakhirkan TEWS yang telah dikembangkan. “TEWS yang digunakan di Amerika saat ini sudah ada sejak 1948, jauh sebelum teknologi telekomunikasi seluler ditemukan. Sistem TEWS di Amerika memang sangat handal, tetapi dalam pengiriman informasi yang dipancarkan dari <em>buoy </em>hingga diterima sampai radio lokal atau alarm untuk disebar ke publik, tetap memakan waktu. Bencana tsunami yang terjadi Asia Tenggara menunjukkan bahwa kecepatan informasi harus disebar ke publik secara cepat tanpa <em>delay</em> karena waktu sangat berharga bagi hidup mereka,” ujarnya.</p>
<p>Berdasarkan catatan mereka, gempa bumi pada 26 Desember 2004 terjadi pada 07:58 WIB. Setelah 90 menit sejak guncangan gempa, gelombang tsunami telah mencapai Thailand dan Aceh, satu jam kemudian Srilanka tak luput dari terjangannya. Tingginya jumlah korban yang meninggal maupun hilang ditenggarai tidak adanya sistem peringatan terintegrasi di daerah tersebut, sehingga meski beberapa sistem<em> seismometer</em> yang ada telah mendeteksi adanya gempa, informasi yang disampaikan tidak tepat waktu kepada masyarakat setempat.</p>
<p>“Saat itu, sistem kami berhasil mencatat sebelas menit setelah gempa terjadi, ini berarti hampir satu jam sebelum peringatan pertama mencapai daerah yang terkena dampaknya,” ujar Reynir Bodvarsson, kepala Jaringan Seismologi Nasional Swedia. Menurutnya, dalam hal ini otomisasi merupakan solusi. Jika RegPoint telah terkoneksi dengan sistem yang ada di Uppsala, ribuan orang bisa mendapatkan peringatan melalui ponsel mereka tak lama setelah gempa bumi terdeteksi.</p>
<p>Menyadari bahwa teknologi seluler dapat berperan dalam skema TEWS, Amerika Serikat dikabarkan tengah mempertimbangkan layanan aliansi infrastruktur dan jaringan keamanan regional (<em>Regional Alliances for Infrastructure and Network Security</em>/Rain-Net) sebagai salah satu solusi TEWS. Selama ini, layanan tersebut hanya dimanfaatkan untuk mengotomisasi peringatan dari Pusat Darurat 911 dan menyiarkan ulang pesan kepada pihak yang diberikan otorisasi di sekolah, rumah sakit, dan pusat keramaian. Layanan ini dikhususkan bagi manajer dan kalangan umum, jika diperlukan.</p>
<p>Untuk mendapatkan layanan secara personal lewat media ponsel, masyarakat di sana cukup menandatangani kontrak agar mendapatkan pesan darurat yang dikirim ke ponsel dari sumber lokal, pemerintah regional, maupun nasional. Salah satu operator Rain-Net, AlertUSA, juga membuka layanan serangan terorisme melalui streaming audio nirkabel dan SMS kepada pengguna ponsel dengan biaya US$ 2.99 per bulan.</p>
<p><strong>Antisipasi Keterlambatan SMS</strong></p>
<p><em><img class="alignleft size-medium wp-image-430" title="jaxtr_texting" src="http://planetmiring.files.wordpress.com/2009/10/jaxtr_texting1.jpg?w=220&#038;h=264" alt="jaxtr_texting" width="220" height="264" />Nah</em>, bagaimana dengan Indonesia sebagai negara yang rawan bencana? Menilik dari pengalaman simulasi bencana tsunami (<em>tsunami drill</em>) yang pernah dilakukan di Padang (2005) dan Bali (2006), perkembangan teknologi Ina-TEWS telah menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan. Jika pada awalnya sistem peringatan dini hanya dapat diketahui dalam 30 menit di Padang dan selanjutnya meningkat kemampuannya menjadi 10 menit di Bali, maka pada <em>tsunami drill </em>yang diselenggarakan di Provinsi Banten pada tahun lalu, teknologi ini sanggup memberikan peringatan kepada masyarakat dalam jangka waktu 5 menit begitu informasi potensi tsunami diterima. Progres ini pernah terjadi pada saat gempa di Bengkulu pada 12 September 2007. Pada saat itu masyarakat setempat mencari tempat yang lebih tinggi ketika terjadi gempa setelah mendengar sirine peringatan yang diterima setelah gempa mencapai 5 menit.</p>
<p>Menurut Ridwan, data mengenai potensi tsunami bisa diterima BPPT lewat SMS, bahkan untuk pengiriman informasi ke Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) data bisa diperoleh dalam hitungan detik. Agar BMG tidak direpotkan dengan banyak proses analis, BPPT terus melakukan pemantauan terhadap<em> buoy </em>yang ada agar berfungsi secara normal. “Pada saat <em>buoy</em> menerima data yang mengindikasikan tsunami, kita hanya membuat pemodelan dan simulasi-simulasi. Nilai ambang yang kita ambil sebagai indikasi tsunami adalah 3 cm. Jika lebih, maka kita anggap ada fenomena tsunami di tengah laut. Dengan data ini kita bisa memprakirakan ketinggian tsunami yang akan menuju ke pantai-pantai tergantung dari karakteristik pantainya.”</p>
<p>Ridwan menambahkan, biasanya komunikasi via SMS lebih ditujukan kepada tim yang memantau <em>buoy.</em> “Kita bisa mengakses seluruh informasi lewat SMS, tetapi tidak bagi publik, karena kita ingin informasi yang diterima publik langsung dari BMG agar tidak membingungkan. Jadi akses ini hanya untuk keperluan kami saja untuk memantau performance dari<em> buoy</em> melingkupi posisi dan ketinggian air dari dasar laut. Ini penting agar kita tahu apakah <em>buoy</em>-nya masih berada di sana atau tidak, dengan akurasi hingga milimeter dan statusnya <em>normal mode </em>atau<em> tsunami mode</em>. Kalau normal, setiap satu jam datanya datang kepada kami, sedangkan jika ada potensi tsunami datanya datang tiap menit,” jelasnya.</p>
<p><em>Nah</em>, meski sebagai pihak terdepan yang mendapatkan data terakhir tentang potensi tsunami, Ridwan menyatakan, pihaknya tidak akan mengeluarkan peringatan apapun bagi masyarakat. “Itu sudah menjadi prinsip kerja kami agar tidak membingungkan masyarakat, karena yang berkewajiban dalam masalah ini adalah BMG yang akan mendefinisikan mekanisme gempa yang berpotensi tsunami apa tidak.” Dengan teknologi yang sudah dikembangkan, BMG bisa memberitahu kepada masyarakat dalam waktu 3 menit begitu data potensi gempa dan tsunami diterima. “Namun, itu juga tergantung jarak <em>buoy</em> dari pusat gempa. Setidaknya, waktu 5-15 menit sudah ada konfirmasi dari BMG tentang ada atau tidaknya gempa berpotensi tsunami,” imbuhnya.</p>
<p>Menyadari bahwa peranan teknologi SMS sangat penting dalam penyampaian data yang dikirim lewat <em>buoy</em>, Menristek Kusmayanto Kadiman berharap para operator seluler meningkatkan kapasistas layanannya agar tidak terjadi keterlambatan dalam pengiriman pesan. “Rekor 5 menit yang telah dicapai dalam Ina-TEWS tentu bergantung dari kecepatan pengiriman dan penerimaan SMS. Biasanya, ada dalam suatu waktu pengiriman dan penerimaan SMS terlambat. Untuk itu, operator seluler harus bisa meningkatkan kapasitas layanan dan teknologinya untuk mengantisipasi keterlambatan SMS,” harapnya.</p>
<p>Sayangnya, hingga pengembangan <em>grand design</em> skenario Ina-TEWS yang terus mengalami kemajuan dalam mendeteksi potensi tsunami, di Indonesia belum ada pihak yang mengembangkan layanan sejenis RegPoint yang dikembangkan MedDay. Padahal, di samping kondisi geografis Indonesia yang dikatakan rawan bencana, akhir tahun ini diperkirakan penetrasi layanan telekomunikasi seluler di negeri ini menembus 65% dari total populasi penduduk.</p>
<p>Ini berarti, setidaknya akan terdapat 140 juta nomor aktif yang digunakan penduduk Indonesia. Sekian persen dari jumlah ini tentunya tinggal di wilayah pesisir pantai yang rawan tsunami. Jika mereka bisa memanfaatkan layanan pesan darurat bahaya tsunami secara langsung lewat ponselnya, potensi korban jiwa dapat diminimalisir. Tentunya, hal ini juga bergantung kepada provider dan operator yang menjalani layanannya. Jika pengiriman pesan tersendat, tidak mungkin tujuan dari penyelamatan akan sia-sia&#8230;</p>
<p><strong>*)Tulisan ini pernah memenangkan Juara Harapan II XL Writing Competition 2008</strong></p>
<br /> Tagged: bencana, buoy, gempa, menristek, seluler, SMS, TEWS, tsunami <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/planetmiring.wordpress.com/423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/planetmiring.wordpress.com/423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/planetmiring.wordpress.com/423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/planetmiring.wordpress.com/423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/planetmiring.wordpress.com/423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/planetmiring.wordpress.com/423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/planetmiring.wordpress.com/423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/planetmiring.wordpress.com/423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/planetmiring.wordpress.com/423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/planetmiring.wordpress.com/423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/planetmiring.wordpress.com/423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/planetmiring.wordpress.com/423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/planetmiring.wordpress.com/423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/planetmiring.wordpress.com/423/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=planetmiring.wordpress.com&amp;blog=2339646&amp;post=423&amp;subd=planetmiring&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://planetmiring.wordpress.com/2009/10/18/memadukan-teknologi-seluler-dengan-sistem-peringatan-dini-tsunami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/72655bace56cf6af2d6a8ba33c3dd7f4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">planetmiring</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://planetmiring.files.wordpress.com/2009/10/tsunamibig1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">tsunamibig</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://planetmiring.files.wordpress.com/2009/10/skema2-tews1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">skema2-TEWS</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://planetmiring.files.wordpress.com/2009/10/tsunami.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">tsunami</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://planetmiring.files.wordpress.com/2009/10/jaxtr_texting1.jpg?w=249" medium="image">
			<media:title type="html">jaxtr_texting</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
