
Membuat film horror bermutu tidak perlu durasi yg panjang, budget besar, dan judul yang bombastis. Setidaknya Dario Argento membuktikan hal ini dlm film tv-nya yg berjudul Jenifer. Master film horror asal Italia ini membuktikan, dengan durasi 58 menit di pemutar DVD player, Jenifer tetap pantas disejajarkan film horror berbudget besar.
Cerita bermula dari aksi penyelamatan polisi terhadap seorang gadis bernama Jenifer yg hampir dibunuh oleh seorang lelaki. Dalam menyelamatkan Jenifer, dia terpaksa menembak mati si pelaku yg berkata, “She’s an evil”, sembari menghembuskan nafas terakhir.
Sekilas, Jenifer punya body dan rambut yg aduhai. Tapi jika melihat wajahnya, wow cukup mengerikan. Yup, selain matanya besar, doi juga punya bibir memble ditambah gigi yg besar dan tajam.
Selama kasus Jenifer dalam penanganan, Steven bersedia menampungnya di rumah utk sementara. Nah, disinilah masalah bermuara. Di rumah ini, Jenifer mulai berulah. Korban pertamanya adalah kucing peliharaan keluarga polisi tsb. Dgn santainya Jenifer memakan isi perut kucingnya di kamar mandi.
Melihat kelainan Jenifer, Steven dipaksa istrinya utk membuang Jenifer. Dalam perjalanan menuju tempat pembuangan, Steven malah terintimidasi secara seksual. Steven benar2 mengalami pengalaman seks yg tidak pernah diperoleh dari istrinya. Steven pun luluh dan membawa Jenifer kembali. Bisa ditebak, istri Steven marah dan minggat dari rumah.
Sepeninggal istri Steven, Jenifer kian ganas. Selain kerap menjadikan Steven sebagai objek seksnya, doi terus membunuh orang2 dgn cara memakannya. Steven pun kalang-kabut. Entah demi cinta atau apa, Steven rela meninggalkan pekerjaan n menyendiri bersama Jenifer di sebuah hutan. Sambil berharap Jenifer berhenti membunuh.
Cinta dan pengorbanan Steven berakhir dgn matinya dia ditangan seorang pemburu ketika berusaha membunuh Jenifer yg tdk bisa berhenti membunuh. Kondisi ini sama dgn seorang lelaki yg pernah ditembaknya ketika ingin menyelamatkan Jenifer..