Ditulis oleh planetmiring di/pada Oktober 18, 2009
Sebagai kekuatan alam, tsunami datang dan pergi seolah tiada yang mengetahui. Selama ini, mungkin hanya ratapan manusia yang mengiringi kerusakan dan kematian setelah dilalui gelombang dasyatnya. Namun, semakin berkembangnya zaman dan kesadaran akan bahaya tsunami, beberapa negara mulai mengembangkan sistem peringatan dini secara progresif untuk mengantisipasi jatuhnya korban jiwa. Ponsel dalam genggaman pun didesain sebagai ‘malaikat penyelamat’ ketika tsunami siap menerjang.
“Indonesia Rawan Bencana”, begitu jargon yang dikumandangkan Kementerian Ristek lewat jajarannya. Terdengar seperti isapan jempol? Tentu tidak. Sejarah mencatat, selain bencana alam yang diakibatkan oleh manusia, Indonesia ternyata rawan terhadap bencana gunung meletus, gempa bumi, hingga tsunami.
Khusus bencana tsunami, sudah dipastikan kita sulit melupakan peristiwa yang pernah menimpa Aceh dan sekitarnya pada 26 Desember 2004 lalu yang menghancurkan hampir lebih dari 80% sarana infrastruktur dan bangunan yang ada di sana. Bahkan hantaman gelombang tsunami yang berasal dari gempa ber-kekuatan 9,3 skala Richter ini memakan lebih dari 250.000 korban jiwa dari beberapa negara kawasan Samudera Hindia, seperti Thailand, Srilanka, Somalia, Myanmar, India, Maladewa, hingga Afrika Selatan.
Sebelumnya, berdasarkan data yang diperoleh dari Intergovernmental Ocea-nographic Commision of UNESCO, International Tsunami Information Centre, dan Jakarta Tsunami Information Centre, Indonesia pernah mengalami teletsunami atau tsunami yang berasal dari sumber yang jangkauannya lebih dari 1.000 km. Tsunami yang jarang terjadi namun memiliki daya rusak tinggi ini pernah menerpa daratan Indonesia pada 27 Agustus 1883 di Krakatau.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam SeRiuS DiKiT | Bertanda: bencana, buoy, gempa, menristek, seluler, SMS, TEWS, tsunami | 4 Komentar »
Ditulis oleh planetmiring di/pada Oktober 9, 2009
Mendapatkan akses informasi merupakan salah satu hak asasi manusia, tidak terkecuali bagi kalangan tuna netra. Di tengah arus informasi yang terhimpun di internet, mereka pun tetap bisa berpartisipasi, baik sebagai pemberi maupun penerima informasi. Open source merupakan media yang membuka kesempatan agar mereka mereka ‘melek’ komputer dan internet, seperti halnya mereka yang tidak buta.
Ketika mendapatkan undangan untuk menghadiri “Workshop Open Source Tuna Netra” yang di selenggarakan Yayasan Air Putih pada akhir Juni lalu, penulis sempat bertanya-tanya: bagaimana mungkin seorang tuna netra dapat mengoperasikan open source? Namun pertanyaan ini akhirnya terjawab ketika penulis memenuhi undangan tersebut.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam SeRiuS DiKiT | Bertanda: facebook, open source, tuna netra, IGOS, orca, screen reader, jaws, komputer, yayasan mitra netra, yayasan air putih | Leave a Comment »
Ditulis oleh planetmiring di/pada April 1, 2009
Pagi tadi mata saya terbelalak tajam ketika membaca sebuah berita dari sebuah koran yang memuat headline kedekatan Maia Estianti dengan Prabowo, pentolan Partai Gerindra. Apa yang membuat mata saya bereaksi berlebihan tentu saya bukan berita gosip kedekatan ketua figur publik ini, tapi justu kepada celotehan Maia dalam kampanye partai tersebut di suatu daerah.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam SeRiuS DiKiT | Bertanda: capres, Maia Estianty, parpol, Partai Gerindra, Pemilu 2009, politik, Prabowo, Presiden, SBY | 3 Komentar »
Ditulis oleh planetmiring di/pada Maret 29, 2009
Agar penyelenggara pemilu, baik masyarakat pemilih, peserta, dan stakeholder lainnya memiliki pemahaman yang seragam dalam mengikuti pelaksanaan dan pemungutan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS), baru-baru ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) bekerjasama dengan United Nation Development Programme (UNDP) melalui Project Election-MDP, meluncurkan “Buku Pintar KPPS, Modul PPK, dan video KPPS.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam SeRiuS DiKiT | Bertanda: KPPS, KPU, Pemilu 2009, pemungutan suara, politik, TPS, youtube | Leave a Comment »
Ditulis oleh planetmiring di/pada Maret 27, 2009
Hadirnya Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) di jajaran parlemen Indonesia sudah tentu membawa angin segar dalam kancah perpolitikan di Tanah Air. Terutama, masyarakat yang kadung apatis dengan kinerja parlemen yang selama ini dianggap hanya kepanjangan tangan dari partai politik. Namun, apakah kinerjanya dinilai sudah sesuai harapan?
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam SeRiuS DiKiT | Bertanda: DPD-RI, MK, parlemen, Pemilu 2009, politik | Leave a Comment »