Planetmiring’s Weblog

Mohon Maaf Jika Blog Ini Tidak Membuat Anda Tambah Pintar dan Bijaksana

Arsip untuk ‘PaNdaNgan MaTa & RasA’ Kategori

Tanah Abang Diterjang Angin Puting Beliung (Video + Foto)

Ditulis oleh planetmiring di/pada April 1, 2009

p31-03-09_16551Siapa yang menyangka, di tengah cuaca yang terang benderang, mendadak kawasan Cideng, Jakarta Pusat kemarin sore (31/3/2009) diselimuti awan gelap. Seiring dengan hujan yang turun, terjangan angin puting beliung menghantam seluruh objek yang tegak berdiri: gedung perkantoran, papan reklame, marka jalan, dan pepohonan.

Ketika alam mulai memamerkan kekuatannya tersebut, sekitar pukul 16.30 adik saya yang kebetulan berada di lokasi sekitar kejadian menelpon saya yang saat itu baru sampai di rumah. “Chan, buruan lo kesini! Bawa kamera, ada angin tornado jelas banget!” begitu serunya di balik telepon.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam PaNdaNgan MaTa & RasA | Bertanda: , , , , , , , | Leave a Comment »

Kaget, WordPress Tampil dengan Wajah Baru!

Ditulis oleh planetmiring di/pada Desember 12, 2008

wordpress-wajah-baruLagi-lagi saya mengabaikan blog ini. Padahal banyak momen-momen seru yang seharusnya saya catatkan ke dalam blog ini. Namun karena banyaknya urusan kerja yang harus diselesaikan, jangankan untuk postingan baru, mengunjungi dashboard blog ini saja saya baru hari ini. Saya memang hobi menulis, tetapi karena pekerjaan saya yang harus diselesaikan itu terkait dengan hobi, jadinya urusan nge-blog jadi tidak tersalurkan karena lebih banyak mengalir ke pekerjaan saya.

Kebetulan tadi malam saya tidur lebih awal dan bangun ketika malam sudah hampir lelah menggelapkan bumi Jakarta. Selesai sholat isya disambung dengan sholat tahajud, saya serasa mulai ada kesempatan untuk mengintip blog saya ini. Meskipun banyak pekerjaan siap menghadang di waktu lima belas menit ke depan dari sekarang.

Begitu saya log-in, ada yang membuat saya terpana. Iya, ternyata dashboard WordPress ganti wajah. Benar-benar sedap dipandang dan enak buat ditulusuri. Terutama fitur QuickPress yang saya gunakan ini. Benar-benar quickly! Jadi saya tidak perlu membuka menu tertentu untuk posting.

Tidak disangka juga, awalnya saya tidak berniat memposting apa-apa, dengan hadirnya wajah baru WordPress ini, tangan saya gatal ingin menuliskan kesan yang saya dapatkan di pagi buta ini.

WordPress memang top banget deh. Hadirnya wajah baru ini semoga menambah semangat saya untuk menerbitkan posting-posting terbaru. Memang blog saya ini hit-nya tidak setinggi jawara-jawara blogger. Tetapi entah kenapa, setiap berhasil mem-posting satu tulisan seperti ada kepuasan tersendiri. Ibarat seorang pelukis yang telah menyelesaikan sebuah mahakaryanya.

Ditulis dalam PaNdaNgan MaTa & RasA | Bertanda: , , | 2 Komentar »

To Die For Screamfest O8 (Tak Gentar Melawan Hujan)

Ditulis oleh planetmiring di/pada November 18, 2008

Tadi pagi, bangun tidur saya merasa pegal-pegal. Mungkin ini efek dari gejala flu yang untungnya langsung ketangkal berkat vitamin C 500 mg yang saya minum sebelum dan sesudah tidur. Percaya deh, buat penyakit-penyakit ringan seperti ini saya lebih yakin dengan sebutir kapsul vitamin daripada obat warung.

Pegalnya saya bukan karena hari minggu saya harus bekerja keras, meskipun Sabtu pagi saya mesti ke Bandung dan kembali lagi pada sore harinya karena harus meliput sebuah even yang dihadiri Wapres JK. Jadi, badan pegal saya lebih kepada kerasnya ‘perjuangan’ saya demi menonton The Cottage, film perdana dalam rangkaian Indonesia International Fantastic Film Festival (INAFF’08) yang disebut sebagai edisi kedua Screamfestindo (saya lebih suka menyebut festival ini Screamfest, kesannya lebih horror he-he-he).

Kesibukan saya minggu ini yang gila-gilaan memang tidak memungkinkan saya datang ke pembukaan festival ini pada 14 November lalu. Makanya, begitu membeli tiket paketan pre-sale, saya memilih film yang diputar pada hari Minggu, yakni The Cottage, The Screen, Hansel & Gretel, dan Saw V (ketiga film terakhir saya nonton secara marathon pada 22 November di Blitz MOI besok!). Takutnya, jika pesan tiket untuk hari kerja, saya malah tidak bisa datang. Saya putuskan jika ingin nonton film di hari kerja, beli daily pass aja. Biar tiketnya gak hangus karena saya tidak jadi datang, seperti pengalaman saya tahun lalu: beli tiket 10, tapi yang ditonton cuma 6 film. Sayang kan..

Sebenarnya saya nonton dengan salah seorang teman saya. Sayangnya, begitu rencana berangkat sudah mulai, dia urung datang karena khawatir kosannya kebanjiran, mengingat hujan sudah menunjukkan awal kekuatannya dengan memamerkan awan gelap plus petir yang sangar.Pertanda ini alamat buruk buat rencana nonton. Tapi boleh buat, the show must go on! Saya tetap nekat berangkat dengan atau tanpa teman. Alhasil ada teman saya yang lain yang bersedia. Secara tiketnya gratis gitu dari saya he-he-he. Lagian, dia juga mungkin sedang bête di rumahnya.

Eng ing eng…saya pun meluncur dengan motor masing-masing. Rute yang salah pilih adalah Kemayoran trus ke Sunter. Biasanya rute ini bebas macet kalo ingin menuju Kelapa Gading. Apesnya, begitu sampai di Kemayoran, hujan sudah beraksi. Deras pula. Ditambah kebiasaan buruk saya, selalu tampil di tengah hujan tanpa jas hujan.. Saya sih nekat aja terobos hujan, sampai kelupaan bawa saya mengajak teman.

Udah setengah basah, saya berhenti sejenak. “Eh, kita terobos aja apa neduh dulu?” tawar saya.

Dengan mimik penuh yakin teman saya angguk, “Ya udah, siapa takut! Hajar aja.”  Bodohnya, dia malah lepas jaketnya terus dititipkan ke saya. Benar-benar siap tempur nih orang.

Jreng, saya pun ngebut menuju Sunter. Tanpa diduga di daerah sekitar sini banjir. Selain hujan-hujanan, saya juga rela jadi bulan-bulanan mobil yang melintas di atas banjir yang airnya menerjang motor saya. Basah udah pasti merayap hingga ke celana dalam.

Ketika sampai di MOI Kelapa Gading, ujan agak reda. Tapi itu tidak mengobati basah di tubuh saya. Di area parkir, saya bersama teman saya itu akhirnya buka baju dan jaket masing-masing. Meski area parkir tidak bisa dibilang sepi, entah kenapa rasa malu saya hilang. Dengan cueknya saya buka baju terus memeras air hujan yang membuat volume kaos dan jaket saya bertambah berat.

Selama masuk dalam mall, saya tidak memusatkan perhatian dari orang-orang yang memperhatikan kekacauan kami berdua. Saya sempat deg-degan, jangan-jangan pihak Blitz tidak ingin kursinya dibasahi oleh kami. Toh, akhirnya bisa juga nonton.Tapi penderitaan saya bukan sampai di situ saja. Selama film berlangsung, sudah dapat dibayangkan betapa dinginnya AC di dalam bioskop.

Untung filmnya bagus. Jadi saya berusaha menghangatkan diri dengan alur film tersebut. Sementara teman saya tampak menggigil. Gokilnya, dia sesekali ‘membakar’ dirinya sendiri dengan korek api gas yang dibawanya. Aksinya ini tentu saja jadi perhatian penonton lain. Malah ada sepasang cowok-cewek yang langsung pergi meninggalkan bioskop karena tingkahnya he-he-he..

Wah, mudah-mudahan di putaran film selanjutnya, hujan tak lagi pamer kekuatan. Jujur saja, Minggu itu serasa pembantaian. Hujan bener-bener ngerjain. Tapi, kecintaan terhadap film horror rupanya membuat saya tidak gentar menghadapi horrornya hujan, halah!

Ditulis dalam PaNdaNgan MaTa & RasA, Uncategorized | Bertanda: , , , , , , | 2 Komentar »

Imam Mesjid Salman ‘Galak’ Terhadap Makmumnya

Ditulis oleh planetmiring di/pada Oktober 24, 2008

Sebenarnya sudah hampir lebih dari sepuluh kali saya ‘numpang’ sholat di Masjid Salman, Kampus ITB, Bandung. Ya, setiap ada even kampus ITB yang saya hadiri, hampir tidak pernah saya lewatkan waktu sholat di mesjid yang tampak asri ini. Sayangnya, setiap sholat disana saya tidak pernah melakukannya secara berjamaah, kecuali ketika sholat jumat beberapa waktu lalu. Itupun hanya kebagian di shaft paling belakang dan berada di luar mesjid karena telat.

Apesnya, telat menjalankan sholat juga saya alami hari ini, ketika kebetulan berkunjung ke ITB setelah bertemu salah seorang kenalan atasan saya untuk membicarakan sebuah proyek website. Ketika ingin melakukan sholat dzuhur ternyata di rakaat ke-2, adzan azhar malah berkumandang. Nyesal dan malu sudah tentu membayangi saya di rakaat ke-3 dan seterusnya. Namun, setidaknya ada hikmah dari kelalaian saya ini, yakni kebagian sholat berjamaah dan berada di shaft paling depan.

Nah, ada sesuatu yang mengejutkan saya setelah khomad berkumandang. Ternyata lelaki tua yang menjadi imam di mesjid ini sangat ‘galak’ sekali. Jika di mesjid kebanyakan imam hanya menghimbau makmumnya untuk merapikan shaft-nya sebagai syarat sah sholat berjamaah, imam di mesjid Salman justru berbeda. Selain menghimbau, secara ‘keras’ beliau juga menyuruh shaft di belakang untuk maratakan barisannya dengna yang di depan. Begitu pun yang di depan, harus merapat dan posisi kakinya sejajar dengan jamaah lainnya. Instruksi ini setidaknya memakan waktu lebih dari lima menit. Apalagi, secara tegas, beliau juga memerintahkan jamaah untuk mematikan handphone.

Duh, jujur saja ya. Saya sangat salut sekali dengan beliau yang ternyata sangat memperhatikan makmumnya. Sungguh ini sebuah pengalaman baru yang saya dapati ketika sholat di mesjid, sekalipun mesjid di lingkungan rumah saya. Memang terkadang makmum suka tidak menghiraukan intruksi imamnya, saya mungkin termasuk salah satunya, yakni terkadang malas mengisi shaft yang kosong ketika sudah merasa cukup nyaman di posisi belakang. Tapi, jika melihat aksi imam setegas ini, jangankan saya, mungkin orang lain pun akan merasa malu jika ditegur karena shaftnya tidak tertib. Sebuah sikap yang patut ditiru jika ingin ada yang menjadi imam sholat.

Ditulis dalam PaNdaNgan MaTa & RasA | Bertanda: , , , , , | 4 Komentar »

Jelang Puasa, Carrefour Diserbu Warga

Ditulis oleh planetmiring di/pada September 1, 2008

Panas, sesak, dan padat. Itulah kesan saya ketika berkunjung ke salah satu cabang Carrefour di Duta Merlin, Jakpus kemarin sore (31/8). Niatnya pengen belanja santai, eh yang ada malah belanja galau. Coba aja, begitu sampai disana, hampir seluruh pengunjung kesulitan mendapatkan troley. Banyaknya orang yang ingin belanja untuk kebutuhan jelang puasa, membuat jumlah trolley yang ada tidak memenuhi kuota pengunjung. Aksi berebut tak bisa dihindari. Bahkan, kebanyakan melakukan aksi jemput bola di lobby tempat orang memasukan belanjaanya di dalam mobil. Begitu troley sudah kosong karena barang udah dipindah, maka langsung aja diembat.

menunggu trolley di lobi

menunggu trolley di lobi

Saya sendiri sempat dibuat pusing mencari trolley yang kosong. Sekali ada, itupun kondisinya rusak. Saya akhirnya, saya berhasil mendapatkan trolley dari seorang trolley-boy yang kebetulan sedang melintas di area parkir. Begitupun abang saya dan tunangannya yg mendapatkan trolley, meskipun pada tuas pegangannya rusak.

Ini belum seberapa. Kondisi kian parah ketika saya menuju ke dalam gedung. Kemacetan trolley terjadi di setiap sudut. Aksi saling tabrak juga tidak dihindari. Nyokap saya sendiri sempat menabrak seorang bapak yang kebingungan mencari barang dan tentunya kejadian ini terulang di beberapa tempat. Untungnya, para pengunjung cukup memaklumi ‘kemacaten’ seperti ini.

ngantrinya itu loh...

ngantrinya itu loh...

Sayangnya, tidak begitu dengan kondisi suhu di dalam gedung, para pengunjung banyak yang komplain. Mereka menuding pihak manajemen gedung mengurangi suhu pendingin. Padahal, dengan jumlah pengunjung yang gila-gilaan, menurut saya sih wajar aja kondisi di dalam seperti ruangan spa hehehe. Aksi kipas-kipas terjadi dimana-mana. Bahkan, pihak pengelola sampai memberikan pengumuman lewat pengeras suara bahwa kondisi AC baik-baik saja, biar pengunjung tidak tambah galau.

Yang menyebalkan tidak lain dan tidak bukan adalah ngantri di kasir. Ya ampun. Butuh waktu hampir satu jam untuk benar-benar sampai di zona kasir. Kondisi panas dan antrian yang panjang, membuat keceriaan belanja menjadi muram. Untung nyokap jago bikin joke-joke yang gak bikin ngantuk. Suasana ngantri pun berlangsung santai.

Dari pengalaman di atas, tampaknya Bulan Suci Ramadhan mendatangkan berkah tersendiri bagi pengelola Carrefour. Setidaknya income mereka dipastikan melesat dibandingkan hari biasa. Sementara pengunjung yang terjebak suasana tidak menyenangkan di dalam sana ya tidak bisa berbuat apa-apa. Semoga pihak Carrefour bersedia mengembalikan sedikit keuntungannya bagi yang membutuhkan.

bingung cari trolley

bingung cari trolley

Saya yakin, perusahaan sebesar Carrefour pasti punya program CSR (Corporate Social Responsibility) tersendiri, khususnya di bulan penuh berkah ini. Setidaknya, mereka yang tidak sempat menikmati sesaknya suasana belanja jelang puasa karena terganjal permasalahan ekonomi, mampu memiliki hak yang sama untuk bisa berbelanja memenuhi kesehariannya selama Ramadhan berlangsung. Selamat menjalankan ibadah puasa ya…

Ditulis dalam PaNdaNgan MaTa & RasA | Bertanda: , , , , , | 2 Komentar »

Pesan Dari Alien

Ditulis oleh planetmiring di/pada Agustus 28, 2008

Kepintaran manusia sebagai makluk bumi ternyata mengundang rasa benci dari para alien. Kebencian itu diwujudkan lewat sebuah pesan yang sudah sampai dan diterima oleh Pemprov Riau. Menindaklanjuti pesan alien tersebut, akhirnya pihak Pemprov membuat pengumuman tercetak di sebuah media terbitan Batam. 

Ditulis dalam PaNdaNgan MaTa & RasA | Bertanda: , , , , | 5 Komentar »

Replika Candi Borobudur Akan Dipamerkan di PRJ

Ditulis oleh planetmiring di/pada Mei 30, 2008

Masih di seputar comeback-nya saya di dunia jurnalistik, selain pesona Miss Indonesia 2008, ternyata di sudut ruang utama acara ICT Expo 2008 juga terdapat sebuah pesona Indonesia yang lain. Kali ini bukan berwujud perempuan, melainkan sebuah replika Candi Borobudur. 

Terbuat dari komposisi kardus dan kayu pada permukaan bawahnya, replika salah satu keajaiban dunia ini memiliki kemiripan dengan Candi Borobudur dengan luas sekitar 40 meter dan tinggi 10 meter. Dibuatnya replika ini menurut suatu sumber yang saya tanya adalah sebagai suguhan bagi pengunjung Pekan Raya Jakarta (Jakarta Fair) yang akan berlangsung pada bulan depan.

Nah, wujud replika yang berada di sudut ruang utama konferensi tentu saja sedikit menggangu ketentangan peserta. Bagaimana tidak, hampir setiap waktu lampu blitz kamera digital membahana di dalam ruangan karena ada beberapa orang yang memanfaatkan untuk berfoto ria di sekitar replika.

Saya yang awalnya sempat malu-malu pun akhirnya tergoda untuk melakukan hal yang sama. Ini dikarenakan meski hampir sering liputan bolak-balik ke Yogyakarta, saya tidak pernah memanfaatkan momen liputan untuk berkunjung ke Candi Borobudur karena terkejar deadline. Apalagi saya sebenarnya termasuk orang yang malas jalan-jalan.

Akhirnya, tadaaaaa….inilah foto-foto saya di depan replika tersebut. Bagi yang ingin melihat bagaimana kerennya replika Candi Borobudur ini harus bersabar dikit, karena PRJ akan dimulai beberapa hari lagi dari sekarang….

 

 

Ditulis dalam PaNdaNgan MaTa & RasA, Uncategorized | Bertanda: , , | 2 Komentar »

Ketika Privasi Menjadi Mahal di Tempat Bekerja

Ditulis oleh planetmiring di/pada Mei 3, 2008

Masih berkaitan dengan pekerjaan saya, ternyata keputusan saya berhenti di perusahaan terakhir telah menyeret seorang rekan kerja saya ke dalam masalah besar. Pagi tadi saya menerima SMS yang kira-kira berisi : Chan, aku sebentar lagi bakal nyusul kamu. Tapi kali ini lain, aku siap2 dipecat gara2 chat kemaren. Semua di copy sama bos.

 

Membaca rangkaian teks itu tentu saja membuat saya terperanjat. Ternyata benar dugaan saya. Apa yang saya khawatirkan memang terjadi. Ceritanya begini. Ketika saya bersiap-siap mengutarakan niat saya resign, ternyata hati saya masih gundah. Bingung harus berkata apa karena saya berusaha resign secara baik-baik dan sulit mencari alasan yang baik dan tepat. Akhirnya, iseng-iseng saya chatting di YM dengan teman saya yang sama-sama membidani bagian kreatif.

 

Meskipun jarak saya dengan dia tergolong hanya beberapa langkah kaki saja, tetap saja saya tidak mau niat saya ini terdengar oleh salah satu orang kepercayaan bos yang kerap mondar-mandir di sekitar ruang kerja. Jadi saya pun asyik curhat dengan dia mengenai keputusan saya tersebut.

 

Akhirnya, setelah mendapatkan dorongan moril dari dia, saya pun memberanikan diri menghadap atasan untuk mengutarakan niat saya. Langsung saja loncat ke bagian setelah saya menghadap bos, saya langsung mengajak teman saya itu untuk sholat ashar di lantai bawah.

 

Apesnya, sebalik saya dari mushola, ternyata orang kepercayaan bos saya sudah berada di meja kerja saya. Sebenarnya sih saya tidak begitu khawatir dia duduk-duduk disana. Cuma saja yang membuat gundah, ternyata YM saya lupa sign out. Meski begitu saya tetap berpikiran positif. Tidak mungkin dia mengintip-intip YM saya. Karena etika di tempat kerja saya sebelumnya tidak membenarkan hal ini.

 

Ternyata saya salah. Menurut kabar teman yang lain, materi chatting saya di-save dan di-print untuk dilaporkan ke atasan. Ternyata privasi saya telah dilanggar oleh orang yang sebenarnya saya hormati disana. Apalagi materi privasi saya dijadikan dasar untuk mendepak orang yang tidak bersalah.

 

Jujur saja, seingat saya apa yang saya bicara lewat YM tidak menyinggung kebijakan perusahaan. Melainkan saya hanya curhat mengenai rencana resign saya. Kalau ini saja menjadi dasar kuat untuk mendepak seseorang, wah betapa naifnya. Mengingat orang yang didepak mempunyai kinerja yang baik dan penurut.

 

Sampai saya tuliskan posting ini, saya merasa sangat berdosa sekali kepada teman saya itu. Keteledoran saya menyeret dia dalam masalah besar karena karirnya sudah di ujung tanduk. Semoga saja kerisauan saya dan dia tidak terwujud. Karena bagaimanapun juga ‘kesalahan’ yang kami lakukan bukanlah hal yang besar. Apalagi privasi kami juga dilanggar. Ini namanya tidak sopan, sama halnya membaca-baca SMS di ponsel orang lain. Ternyata privasi itu memang mahal di beberapa perusahaan tertentu…

 

Ditulis dalam PaNdaNgan MaTa & RasA | Bertanda: , , , | 1 Komentar »

Senyum Seorang Jurnalis

Ditulis oleh planetmiring di/pada Mei 3, 2008

Ada sebuah pertimbangan lain ketika saya memutuskan mengakhiri karir copywriter saya di sebuah agensi yang baru saya rintis satu bulan ini dan beralih lagi ke dunia persilatan jurnalistik. Apa yang menjadi pertimbangan saya itu adalah sebuah senyum. Ya, senyum.

 

Menurut ibu saya, meski dalam kondisi selelah apapun—ketika saya masih berprofesi sebagai jurnalis—sesampai di rumah selepas bekerja, senyum tetap mengembang di bibir saya. Ibu saya sendiri menganggap senyum itu adalah sebuah kepuasan setelah menuntaskan suatu pekerjaan. Meski pun dia tidak tahu detail apa yang saya kerjakan setiap hari.

 

Berbeda ketika saya mulai bekerja sebagai copywriter, yang jadwal kerjanya monoton dan rutin. Sepulang bekerja saya pun tidak banyak membawa sebuah cerita yang asik untuk dibagi. Kecuali kelelahan, nonton TV sebentar kemudian langsung tidur.

 

Masalah senyum yang mengembang pun, ibu saya hampir jarang melihatnya. Naluri keibuanya mulai berkata : bahagiakah anak saya dalam pekerjaan barunya? Tak perlu dia berkata, saya juga bertanya dalam hati : bahagiakah saya?

 

Harus diakui, kendati karir seorang copywriter terkesan sangat glam, tetapi menurut saya sangat monoton. Seperti yang pernah saya utarakan dalam posting sebelumnya, di bidang ini batasan-batasan pekerjaan kita terkonsen pada kemauan klien. Sebagai orang yang bertipikal ‘pembangkang’, tentu saja kaidah ini sulit saya terima.

Tepat sebulan setelah saya menerima gaji pertama saya, saya langsung memutuskan untuk berhenti bekerja. Eloknya seorang mantan jurnalis yang telah mempunyai banyak link disana-sini (inilah asyiknya profesi jurnalis). Kabar mengenai berhentinya saya bekerja ini pun telah tersebar ke beberapa teman.

Dari kabar itu, akhirnya atas rekomendasi teman, ada dua media yang bersedia meminang saya sebagai jurnalisnya.

 

Meskipun belum menentukan pilihan yang mana, tetapi saya benar-benar siap kembali ke dunia persilatan ini. Semoga saya masih bisa terus tersenyum dan mempertontonkannya kepada orang-orang yang saya cintai.

 

 

Ditulis dalam PaNdaNgan MaTa & RasA | Bertanda: , , | Leave a Comment »

Ada “Kont*l” di Stardut

Ditulis oleh planetmiring di/pada April 25, 2008

Beberapa bulan belakang ini ada kebiasaan baru pada diri saya. Jika biasanya pada malam hari saya kerap ‘mengejek’ tayangan sinetron yang ibu saya tonton, kali ini justru saya sangat ‘akur’ berbagi ruang televisi untuk acara yang sama. Yang pasti bukan untuk menonton sinetron, tetapi program Mamamia di Indosiar.

 

Reality show ajang pencarian bakat menyanyi ini merupakan acara yang mencuri perhatian saya dan mungkin jutaan mata di seluruh Indonesia. Kemasannya sangat merakyat dan malah sekarang terkesan ‘ngaco’ karena diselingi oleh guyonan-guyonan spontan dan konyol oleh para komentator dan presenternya.

 

Saking larisnya acara ini, Indosiar sepertinya tidak ingin perhatian pemirsa beralih ke stasiun lain. Makanya, menyusul sukses Mamamia, dibuat pula Star Soulmate, Selebshow, dan Stardut, yang konsepnya hampir sama dengan Mamamia namun dengan peserta dan kemasan yang berbeda. Kesemuanya itu diputar hampir setiap hari secara bergantian dan durasi yang panjang.

 

Saking seringnya saya menyaksikan semua acara tersebut, saya baru sadar ternyata musik dan lagu musisi Indonesia juga banyak yang bagus. Maklum, selama ini saya hanya mau mendengar lagu-lagu indie-rock yang berseberangan dengan pakem mainstream dan menganggap tren musik di Indonesia kian kacau dengan tampilnya beberapa band dengan konsep yang menjenuhkan telinga dan mata.

 

Dengan adanya acaranya seperti ini setiap orang yang berbakat memiliki kesempatan untuk tampil di TV dan menjadi idola baru. Lihat saja salah satu peserta Mamamia yang bernama Ajeng. Dia awalnya hanya mengamen bersama orang tuanya di bus-bus kota dan ngetem di Komdak. Siapa sangka, begitu mengikuti Mamamia dia masuk di empat besar dan kini sering dikontrak untuk tampil di beberapa daerah. Senang rasanya melihat salah satu bagian dari kaum yang tersisihkan berhasil merubah nasibnya.

 

Belakangan ini harus diakui konsep Mamamia dan klannya sedikit ngawur dan asal, karena hampir semuanya berjalan spontan dan tidak ada ‘batasan’. Presenter dan komentator dibuat bebas berbuat ‘semaunya’. Tapi disinilah nilai jual acara ini dan menjadi daya tarik agar pemirsa terjaga untuk menyaksikan acara ini hingga selesai sekalipun jam sudah menunjukkan pukul 12 malam.

 

Begitupun pada malam tadi (24/4) ketika salah satu ibu peserta Stardut Cabut 2 jadi bahan bulan-bulannya salah satu presenternya. Si ibu yang ternyata pengidap latah kronis ini dikagetkan dengan musik yang tiba-tiba menggema. Bisa ditebak, si ibu pun terkaget-kaget dan langsung latah. Parahnya lagi, dengan latahnya si ibu mengucapkan “kont*l” di hadapan penonton. Kejadian ini benar-benar tanpa sensor karena memang disiarkan secara langsung.

 

Terlepas dari kata-kata kotor yang dilontarkan si ibu tadi, tentu saja kejadian ini membuat saya sakit perut terpingkal-pingkal. Begitupun dengan penonton di studio. Tampaknya sebuah batasan baku dalam dunia siaran kita telah diloncati dengan adanya insiden yang tidak disengaja ini. Kapan lagi sih bisa menyaksikan seorang ibu latah bicara kotor dan disiarkan secara langsung? Untungnya, si ibu langsung mengkoreksi kesalahannya itu dengan sikapnya yang lucu. Kepolosan si ibu ini dan celotehan-celotehan logat betawi yang dikeluarkan membuat saya simpati dan menjagokan dia serta anaknya untuk masuk di babak selanjutnya. Dugaan saya tidak meleset, dia terpilih sebagai peserta dengan nilai tertinggi.

 

Dengan insiden di atas, jelas sekali bahwa acara ini dijalankan benar-benar penuh spontanitas dan alur seadanya. Tidak ada yang salah dalam hal ini, namun sepertinya pihak pengisi acara harus pintar-pintar mengambil bahan lelucon agar tidak menyinggung orang lain. Karena bisa saja akibat insiden ini penonton malah tidak simpati dan beralih ke acara lain. Tapi, bagaimana pun ‘rusaknya’ acara ini, saya tetap mendaftarnya sebagai siaran wajib tonton. Selamat datang di era baru reality show Indonesia…

 

Ditulis dalam PaNdaNgan MaTa & RasA | Bertanda: , , , , | Leave a Comment »