Planetmiring’s Weblog

Mohon Maaf Jika Blog Ini Tidak Membuat Anda Tambah Pintar dan Bijaksana

Arsip untuk November, 2008

To Die For Screamfest O8 (Tak Gentar Melawan Hujan)

Ditulis oleh planetmiring di/pada November 18, 2008

Tadi pagi, bangun tidur saya merasa pegal-pegal. Mungkin ini efek dari gejala flu yang untungnya langsung ketangkal berkat vitamin C 500 mg yang saya minum sebelum dan sesudah tidur. Percaya deh, buat penyakit-penyakit ringan seperti ini saya lebih yakin dengan sebutir kapsul vitamin daripada obat warung.

Pegalnya saya bukan karena hari minggu saya harus bekerja keras, meskipun Sabtu pagi saya mesti ke Bandung dan kembali lagi pada sore harinya karena harus meliput sebuah even yang dihadiri Wapres JK. Jadi, badan pegal saya lebih kepada kerasnya ‘perjuangan’ saya demi menonton The Cottage, film perdana dalam rangkaian Indonesia International Fantastic Film Festival (INAFF’08) yang disebut sebagai edisi kedua Screamfestindo (saya lebih suka menyebut festival ini Screamfest, kesannya lebih horror he-he-he).

Kesibukan saya minggu ini yang gila-gilaan memang tidak memungkinkan saya datang ke pembukaan festival ini pada 14 November lalu. Makanya, begitu membeli tiket paketan pre-sale, saya memilih film yang diputar pada hari Minggu, yakni The Cottage, The Screen, Hansel & Gretel, dan Saw V (ketiga film terakhir saya nonton secara marathon pada 22 November di Blitz MOI besok!). Takutnya, jika pesan tiket untuk hari kerja, saya malah tidak bisa datang. Saya putuskan jika ingin nonton film di hari kerja, beli daily pass aja. Biar tiketnya gak hangus karena saya tidak jadi datang, seperti pengalaman saya tahun lalu: beli tiket 10, tapi yang ditonton cuma 6 film. Sayang kan..

Sebenarnya saya nonton dengan salah seorang teman saya. Sayangnya, begitu rencana berangkat sudah mulai, dia urung datang karena khawatir kosannya kebanjiran, mengingat hujan sudah menunjukkan awal kekuatannya dengan memamerkan awan gelap plus petir yang sangar.Pertanda ini alamat buruk buat rencana nonton. Tapi boleh buat, the show must go on! Saya tetap nekat berangkat dengan atau tanpa teman. Alhasil ada teman saya yang lain yang bersedia. Secara tiketnya gratis gitu dari saya he-he-he. Lagian, dia juga mungkin sedang bête di rumahnya.

Eng ing eng…saya pun meluncur dengan motor masing-masing. Rute yang salah pilih adalah Kemayoran trus ke Sunter. Biasanya rute ini bebas macet kalo ingin menuju Kelapa Gading. Apesnya, begitu sampai di Kemayoran, hujan sudah beraksi. Deras pula. Ditambah kebiasaan buruk saya, selalu tampil di tengah hujan tanpa jas hujan.. Saya sih nekat aja terobos hujan, sampai kelupaan bawa saya mengajak teman.

Udah setengah basah, saya berhenti sejenak. “Eh, kita terobos aja apa neduh dulu?” tawar saya.

Dengan mimik penuh yakin teman saya angguk, “Ya udah, siapa takut! Hajar aja.”  Bodohnya, dia malah lepas jaketnya terus dititipkan ke saya. Benar-benar siap tempur nih orang.

Jreng, saya pun ngebut menuju Sunter. Tanpa diduga di daerah sekitar sini banjir. Selain hujan-hujanan, saya juga rela jadi bulan-bulanan mobil yang melintas di atas banjir yang airnya menerjang motor saya. Basah udah pasti merayap hingga ke celana dalam.

Ketika sampai di MOI Kelapa Gading, ujan agak reda. Tapi itu tidak mengobati basah di tubuh saya. Di area parkir, saya bersama teman saya itu akhirnya buka baju dan jaket masing-masing. Meski area parkir tidak bisa dibilang sepi, entah kenapa rasa malu saya hilang. Dengan cueknya saya buka baju terus memeras air hujan yang membuat volume kaos dan jaket saya bertambah berat.

Selama masuk dalam mall, saya tidak memusatkan perhatian dari orang-orang yang memperhatikan kekacauan kami berdua. Saya sempat deg-degan, jangan-jangan pihak Blitz tidak ingin kursinya dibasahi oleh kami. Toh, akhirnya bisa juga nonton.Tapi penderitaan saya bukan sampai di situ saja. Selama film berlangsung, sudah dapat dibayangkan betapa dinginnya AC di dalam bioskop.

Untung filmnya bagus. Jadi saya berusaha menghangatkan diri dengan alur film tersebut. Sementara teman saya tampak menggigil. Gokilnya, dia sesekali ‘membakar’ dirinya sendiri dengan korek api gas yang dibawanya. Aksinya ini tentu saja jadi perhatian penonton lain. Malah ada sepasang cowok-cewek yang langsung pergi meninggalkan bioskop karena tingkahnya he-he-he..

Wah, mudah-mudahan di putaran film selanjutnya, hujan tak lagi pamer kekuatan. Jujur saja, Minggu itu serasa pembantaian. Hujan bener-bener ngerjain. Tapi, kecintaan terhadap film horror rupanya membuat saya tidak gentar menghadapi horrornya hujan, halah!

Ditulis dalam PaNdaNgan MaTa & RasA, Uncategorized | Bertanda: , , , , , , | 2 Komentar »

Disangka Pembobol Kotak Amal Gara-Gara Hape

Ditulis oleh planetmiring di/pada November 7, 2008

Ini adalah kebodohan saya yang kedua di hari saya sama. Selesai renang selepas adzan maghrib, saya buru-buru menuju mesjid Al-Fatah yang berada di gedung parkir Gajah Mada Plaza. Peristiwa di kolam renang masih terekam jelas dan membuat saya salting berkepanjangan yang berakibat pada kebodohan selanjutnya.

Ketika ingin meninggalkan mesjid, langkah saya terhenti sejenak karena melihat kotak amal yang berada di dekat pintu keluar. Alih-alih ingin infaq, saya membuka dompet untuk mengambil selembaran rupiah. Di saat yang sama, tangan kiri saya juga sedang asik mengetik SMS. Nah, karena pikiran saya sedang ribet, bodohnya saya malah memasukkan hape yang saya pegang itu ke dalam kotak amal yang kebetulan mempunyai lubang tempat uang yang cukup besar.

Untungnya begitu hape dimasukkan ke dalam lubang tersebut, saya tersadar. Mau gak mau saya tarik kembali hape saya yang posisinya sudah masuk ke dalam lobang. Apesnya, tangan saya terjepit di lobang kotak tersebut. Melihat adegan tolol ini, sontak penghuni mesjid melotot ke arah saya. Mereka yang tidak tahu kebodohan saya, menyangka saya sedang berusaha membobol kotak amal.  Tapi begitu melihat wajah saya yg lugu ini, sepertinya dugaan mereka jadi meleleh dan malah tertawa ketika tahu saya memasukan barang yang salah ke dalam lubang tersebut…*ya emang saya bukan maling gitu loh…

Untung hape saya langsung selamat. Coba kalo nyemplung ke dalam kotak amal tersebut. Waduh gmana cara ngambilnya? Masa sih saya infaq pake hape? Tajir banget dah. Duh, hari ini benar-benar kacau. Untung saya sempat infaq beneran, coba kalo sampe kelupaan, waduh bisa disamber geledek pulangnya hehehe…

Ditulis dalam NgaLoR-NgiDoeL | Bertanda: , , | 4 Komentar »

Kebodohan di Kolam Renang

Ditulis oleh planetmiring di/pada November 7, 2008

Belakangan ini renang menjadi olah raga yang mulai saya akrabi. Bukan karena olahraga ini tidak menghasilkan keringat, tetapi karena memang dari sekian banyak macam olah raga, sepertinya renang adalah olahraga yang sedikit saya kuasai, karena saya dari kecil saya memang senang main air. Selain itu, olahraga ini juga sebagai terapi sinusitis yang saya idap selama bertahun-tahun. Jadi, hampir setiap minggu, tepatnya hari kamis, saya menyempatkan datang ke kolam renam umum di Gajah Mada Plaza yang kebetulan dekat dengan tempat tinggal saya.

Tapi suasana renang yang biasanya berjalan aman dan damai, mendadak heboh sore tadi. Sebenarnya saya juga tidak terlalu suka memicu kehebohan ini. Apalagi kehebohan ini berasal dari kecerobohan saya yang menghilangkan cooling pad untuk laptop yang baru saja saya beli di plaza. Saya ceroboh tidak menaruh plastik itu ke dalam tas yang saya bawa ke kamar bilas. Plastik itu saya taruh di meja tempat saya menaruh tas selama saya renang. Memang biasanya saya selalu menaruh barang yang saya bawa ke loker yang disediakan. Cuma karena kali ini tidak ingin repot jadi tas saya taruh saja di meja dekat kolam.

Selesai renang, saya mandi dengan tenangnya karena saya pikir meja tersebut dijaga oleh salah satu teman saya yang kebetulan juga sedang renang bersama temannya. Tapi begitu saya bilasan kok rasanya aneh melihat teman saya juga ikutan bilasan. Wah kalo gitu siapa yang jagain barang gue? Pikir saya sambil keramasan. Akibatnya, jika biasanya saya  bilasan memakan waktu sekitar 15 menit, kali ini terpaksa saya persingkat 10 menit.

Setelah berpakaian saya langsung menuju ke meja tempat saya meletakan plastik cooling pad tadi. Ternyata kosong. Yang ada cuma tiga pasang sepatu milik saya dan teman saya. Kelabakan sudah tentu. Namun sebisa mungkin saya tidak panik. Sayangnya, tidak begitu dengan reaksi teman saya. Begitu mendengar plastik itu hilang, dia buru-buru langsung tanya sana-sini. Petugas keamanan di dalam tentu panik, begitu juga cleaning service-nya. Sampai-sampai tempat sampah digeledah untuk menyakinkan plastik itu tidak terbuang.

Yang tidak mengenakkan, dua SPG sebuah produk sabun antiseptik yang kebetulan booth-nya dekat dengan TKP juga ikutan panik seolah merasa takut tertunduh. Melihat gelagat yang tidak mengenakkan ini saya mencoba tenang dan berusaha untuk iklas kalo benar plastik itu hilang. Saya tidak menyangka kesigapan pekerja di kolam renang ini membuat saya tidak enak, karena mereka benar-benar niat sekali membantu. Mungkin kasus kehilangan barang disini adalah hal yang langka, makanya mereka panik. *Thanks ya untuk bantuannya…

Ketika semua orang kelimpungan, tidak disangka temannya teman saya itu datang selesai bilasan sambil menenteng plastik yang saya cari.  Setengah girang saya menyambut kedatangan dia dari kamar bilas. Cuma itu dia. Saya tidak enak banget karena sudah hampir menggemparkan seluruh isi arena kolam renang. Otomatis, saya tidak henti-hentinya minta maap sana-sini, terutama untuk sekuriti dan cleaning service yang sudah bela-belain ngacak-acak tempat sampah. Ya ampun bro, kalo pengen inisiatif bilang-bilang dulu napa? Untung aja gak disorakin seisi gedung. Btw, thx buat inisiatifnya juga. Mudah-mudahan kebodohan ini gak terulang lagi.

Ditulis dalam NgaLoR-NgiDoeL | Bertanda: , , , , | Leave a Comment »

Rob Zombie Mengacaukan Halloween?

Ditulis oleh planetmiring di/pada November 4, 2008

Rob Zombie memang eksentrik. Saking eksentriknya semua film besutan performer band cadas White Zombie ini memadukan seksualitas dalam gelimangan darah. Sadomasochist? Entahlah. Yang jelas di setiap film Zombie, sebut saja “House of 1000 Corps” dan “The Devil’s Rejects”, semua perempuan adalah objek pembunuhan yang mengasyikan dan menggairahkan: hampir semua yang terbunuh dalam keadaan bugil.

Seperti halnya Marylin Manson, tampaknya Zombie sangat terobesi dengan bentuk-bentuk pelecehan terhadap perempuan. Sekalipun sang istri, Sheri Moon Zombie, selalu dilibatkan dalam film-film sadisnya, itu juga tak jauh dari peran-peran bitchy! Makanya setiap orang geleng-geleng kebingungan begitu proyek reboot “Halloween” yang legendaris itu diserahkan oleh Zombie. Padahal sutradara kawakan seperti Ridley Scott (Alien, Gladiator, Hannibal, Body of Lies) sudah cukup napsu mau menggarapnya.

Burukkah hasilnya? Ehem, secara penggarapan, Zombie memang sudah dibilang cukup berhasil menterjemahkan Halloween yang pernah diproduksi tahun 1978 ini dengan versinya sendiri. Pada bagian awal film, Zombie setidaknya ingin sedikit sentimentil dengan mengangkat penderitaan batin Michael Myers, seorang bocah produk broken home yang akhirnya menjadi psikopat. Sayangnya, penggarapan disini kurang mengangkat emosi penonton, sekalipun adegan-adegan yang ditampilkan cukup mewakili kekelaman masa kecil Michael. Mungkin Zombie tak ingin melupakan pakem that’s my thriller movie. Sentimentil yang berlebihan memang bukan gayanya.

Yang sedikit agak lucu mungkin Zombie terlalu menekankan ‘perempuan bitchy memang pantas dibunuh’ dalam film ini. Tak heran, setiap korban-korban Michael Myers–perempuan muda–selalu dibunuh dalam kondisi topless dan sehabis esek-esek alias berbuat mesum. Setidaknya ada tiga scene adegan seperti ini. Be creative, Zombie! Untuk adegan-adegan seperti ini, seorang teman saya merasa keheranan: kenapa Michael itu niat banget bunuh cewek-cewek, sampe dikejar-kejar segala? Sementara kalo cowok dibunuh seketemunya aja. I dunno…

Sekalipun film ini dibanding-bandingkan dengan versi John Carpenter, setidaknya Zombie telah membuktikan bahwa dia adalah sutradara yang bercita rasa. Halloween 2007 memang sangat identik sekali dengan film-film karya dia sebelumnya. Yang patut diuji dari film ini adalah kemampuannya mempertahankan tensi ketegangan hingga pada puncaknya.

Jika ada orang yang bilang Zombie telah menghancurkan Halloween, saya pun kurang lebih setuju. Namun, yang mencengangkan film garapannya ini berhasil menembus box office di musim panas tahun lalu, bersaing bersama film-film wahid seperti Pirates Caribian. Sungguh langkah yang gagah berani, mengingat film horror beresiko keok jika bertengger dalam summer movie. Namun, ada yang menilai pemutaran lebih awal film ini karena Halloween enggan bersaing dengan Saw IV yang dirilis tepat pada malam Halloween tahun lalu. 

Namun, bagi yang menggemari film slasher movie atau pengggemar film Halloween-nya John Carpenter, saya sangat merekomendasikan film ini. Bukan untuk dibandingkan, tetapi untuk setidaknya menikmati bahwa Michael Myers adalah sebuah legenda dari icon film horror paling populer hingga saat ini. Saya pun tidak malu mengaku perlu waktu setahun menunggu film ini beredar di bioskop dan tidak tergoda dengan DVD bajakannya yang sudah lama beredar di lapak-lapak.

Ditulis dalam RevieW | Bertanda: , , , , , , , , , | 4 Komentar »

Halloween is Coming! Persiapkan Kengerianmu

Ditulis oleh planetmiring di/pada November 1, 2008

Sedap dah…akhirnya reboot film Halloween udah diputer di bioskop. Gilingan, setahun saya nunggu nih film diputer disini. Akankah reboot a la Rob Zombie ini bakal lebih bagus dibandingkan versi orginalnya (John Carpenter/1978)?

Halloween kayaknya tontonan wajib bagi yg doyan hiburan penuh darah tanpa ledakan-ledakan mesiu yg berlebihan. Sejak dirilis tahun 1978, film yg diproduseri Mustapha Akkad (trust me he’s a good moeslem who produced “The Messengge, story of Muhammad SAW) ini langsung mencetak box office fantastis di jamannya, yakni menembus jutaan dollar. Padahal film ini dibuat dengan dana yg cekak yakni sekitar US$ 300.000. Malah Jamie Lee Curtis, si pemeran utama ela merogoh koceknya sendiri untuk wardrobe-nya.
 
Menyusul suksesnya tersebut, Halloween menjadi salah satu film horror legendaris yg mempopulerkan tokoh psikopat haus darah Michael Myer, yg popularitasnya hingga sekarang tak tergeres oleh Hanibal Lecter (Silence of The Lambs dan franchise-nya), dan John Jigsaw (Saw). Halloween juga menjadi trensetter bagi para pembuat film horror dalam menampilkan tokoh psikopat seperti Jason Vorhess (Friday the 13th) yg kerap dibanding-bandingkan dengan Michael Myer.

Produksi Halloween (2007) merupakan reboot dari Halloween yg telah berhasil membangun sikuel hingga delapan seri yg merupakan titik balik dari perjalanan psikologis Michael Myer. Sikuel Halloween yg terakhir dirilis adalah Halloween:Resurection (2002) yg dibintangi rapper Busta Rhymes dan model yahud Tyra Banks. Seri ini diperkirakan menjadi penampilan terakhir Jamie Lee Curtis sebagai Laurie Stode, tokoh yg diincar Michael, setelah kembalinya dia ke film ini di Halloween H20 (2000).

Kemudian, mengenai sukses Halloween versi Rob Zombie. Wah, ternyata boleh juga nih mantan performer band rock cadas White Zombie ini beralih ke film, setelah film debut horrornya House of 1000 corps laris gila2an. Halloween buatannya, diklaim sebagai fim horror yg berhasil menembus box office di hari pertama pemutarannya, dengan pemasukan US$ 26,5 juta. Sukses ya Om Rob…

Waduh, jadi gak sabaran pengen melangkahkan kaki ke gedung bioskop. Biasanya, saya selalu menonton fim genre seperti ini sendirian. Tapi kebetulan salah satu teman saya ada yg khilaf, mengajak saya nonton film. Ya udah, meluncur….

Oh ya, mudah2an setelah ini Saw IV langsung diputer juga. Di Amrik aja udah maen Saw V tgl 24 Oktober kemaren.

Payah nih jaringan bioskop Indonesia terlalu diskriminasi sama film-film genre beginian…

I love slasher/gory Movie!

Ditulis dalam NgaLoR-NgiDoeL | Bertanda: , , , , , , , , , , | Leave a Comment »