Planetmiring’s Weblog

Mohon Maaf Jika Blog Ini Tidak Membuat Anda Tambah Pintar dan Bijaksana

Arsip untuk Juli, 2008

My Mom is Back!

Ditulis oleh planetmiring di/pada Juli 30, 2008

 

Alhamdulillah, selang satu jam setelah saya posting blog sebelumnya (baca: Kabar Campur Aduk Nih), ternyata kegembiraan memang milik saya hari ini. Bagaimana tidak. Sebelumnya, nyokap sempat tergolek sakit dan dipijat oleh adik saya. Jelang tengah malam, ketika saya makan mie rebus bikinan sendiri, ternyata nyokap bangun.

 

“Beli apa bikin sendiri?” ujar nyokap masih dalam posisi tiduran

“Bikin. Males ah kalo beli. Males jalannya. Lagian udah malam gini, tukang mie pada kabur. Mama mau?”

 

Gak disangka banget, nyokap tiba-tiba bilang, “Mau dong dibikinin.”

 

Ini tentu surprise buat saya. Jangankan lagi sakit, kondisi sehat aja nyokap jarang makan. Kok ini tiba-tiba minta dimasakin mie instant. Segera aja saya tinggalkan mie yang baru setengah mangkuk saya santap dan menuju dapur nyalain kompor.

 

Saya patut mensyukuri kejadian malam ini. Bagaimanapun saya terkejut, ternyata nyokap udah bisa ngobrol sampai larut malam, seolah-olah di menit mundur ke-60 tidak sakit. Wah, asik beneran gak jadi ‘puasa’ masakan nyokap. Alhamdullilah, I love you, Mom. Thx ya Allah…

Ditulis dalam NgaLoR-NgiDoeL | Bertanda: , , | 2 Komentar »

Kabar Campur Aduk Nih

Ditulis oleh planetmiring di/pada Juli 30, 2008

 

Ada kalanya suasana gembira datangnya bersamaan dengan situasi yang tidak mengenakan. Inilah yang saya alami malam ini. Kabar gembira pertama datang dari Bugi, teman ketika saya bekerja di sebuah bank sekitar 5 tahun silam. Lewat SMS, dia mengabarkan telah berhasil melamar Gina, cewek yang telah dipacarinya lebih dari 6 tahun.

 

Sebenarnya sih lama hubungan keduanya termasuk biasa saja, kalo saja tidak ada pertentangan dari orangtua pihak Gina. Maklum, orangtua dia termasuk bermental feodal yang selalu memandang orang dari babat, bebet, bobot. Tak heran, sepanjang hubungan mereka berjalan, dilaluinya lewat jalur back street. Tapi, tekanan dari orangtua Gina rupanya berhasil membuat Bugi untuk menjadi bukan sekedar ‘cowok biasa’.

 

Begitu lulus kuliah, dia sempat sekantor dengan saya sebagai tenaga pemasaran di sebuah bank. Tapi karena tidak cocok antara pekerjaan dan tujuan hidup, dia mengikuti langkah saya untuk cabut dari bank tersebut. Bedanya, saya kembali terjun ke dunia jurnalistik—sebelum bekerja di bank, saya sempat bekerja sebagai wartawan desk kriminal—sedangkan dia memilih berwiraswasta sebagai konseptor desain. Kebetulan, latar belakang pendidikan dia memang seni rupa.

 

Bakat yang dipadu kegigihan luar biasa, akhirnya mengantarkan dia sebagai konsultan artistik untuk sebuah produksi periklanan maupun film. Bahkan dia juga sekarang sedang mendalami ilmunya di sebuah pusat perfilman di Hongkong. Menurut saya, dia adalah sosok yang telah mencapai puncak kemapanan di usia sebelum 30 tahun. Inilah salah satu motif kenapa orangtua Gina akhirnya bersedia anaknya disunting, begitu ujar pasangan yang kasmaran berkepanjangan ini. Oke deh, ditunggu ya undangannya…

 

Kabar gembira kedua datang dari Ryan. Juga lewat SMS, dia mengabarkan telah sukses ngajak cewek kenalannya nonton The X-Files (pantesan nih anak lama banget balas SMS-nya). Cara kenalannya sih tergolong jayus, Ryan diminta tolong si cewek (jangan khawatir Yan, namanya gue samarin) buat scan foto koleksinya ke flashdisk di sebuah warnet. Hingga tulisan ini dibuat, saya belum tau kelanjutan hubungan keduanya. Tadi sempet sih iseng ngirim SMS: eh, lo nonton doang apa gmana? Tapi dia jawab: nonton doang kok. Duh, padahal saya berharap ada sesuatu yang lebih dari peristiwa nonton ini (ehem..ehem). Maksudnya, chemistry gitu.

 

Dari SMS yang berdatangan dari kedua teman saya itu, awalnya saya sempat mesem-mesem. Tapi, begitu saya pengen keluar rumah, ternyata nyokap sedang dipijat di tempat tidur oleh adik saya yang kebetulan memang menguasai pengobatan alternatif terapi pijat. Ini berarti, nyokap dalam kondisi tidak sehat. Ini pasti gara-gara mandi kemalaman, begitu dugaan saya. Bukan apa, sebelum nyokap tergolek dipijat, saya sempat lihat nyokap keluar dari kamar mandi, matikan kompor sebentar, trus masuk ke kamar mandi lagi. Katanya sih, mandinya belum kelar karena kepikiran kompor yang masih nyala di dapur. Mandi malam memang ritual yang paling sering dilakoni keluarga saya, termasuk saya hehehe.

 

Melihat kondisi nyokap yang lemah, berita gembira dari teman saya seolah menguap oleh kerisauan yang tidak bisa saya sembunyikan ini. Bukan apa, seringan apapun penyakit yang diderita orangtua, sebagai anak, saya pasti risau. Semoga saja kondisi nyokap bisa cepat pulih dan saya tidak akan ‘puasa’ masakan nyokap yang nyam-nyam itu.

 

 

Ditulis dalam NgaLoR-NgiDoeL | Bertanda: , , , , | Leave a Comment »

Mencoba Ngebut Dengan Telkom Speedy

Ditulis oleh planetmiring di/pada Juli 27, 2008

 

Internet memang sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari suatu kultur manusia di abad ini. Termasuk saya, yang awalnya menempatkan internet sebagai sesuatu yang fun, tapi belakangan mendatangkan candu luar biasa. Candu itu kian hebat ketika saya menganut sistem kerja teleworking di tempat media saya bekerja. Jadi, saya cukup datang ke kantor setidaknya seminggu sekali untuk koordinasi secara fisik. Sementara untuk kordinasi peliputan dan sebagainya yang tidak berhubungan dengan administrasi, saya cukup berkomunikasi lewat ponsel.

 

Dengan pola kerja seperti ini, tentu internet menjadi bagian yang sama pentingnya dengan ponsel. Saya sulit membayangkan, apa jadinya teleworking tanpa internet. Itulah sebabnya belakangan saya sangat konsern sekali terhadap internet berikut jaringan dan kecepatan koneksinya.

 

Sebenarnya, saya sempat membeli modem CDMA 800 Mhz 2000-1x yang kompatibel dengan beberapa operator CDMA. Alih-alih ingin ngirit, saya malah ‘diperas’. Bayangkan, untuk biaya koneksinya saya harus kalkulasikan satu bulan mencapai Rp 100 ribu. Harga ini menurut saya cukup mahal jika melihat koneksinya yang sangat lambat sekali. Bahkan, untuk beberapa pengiriman foto, baru proses attachment saja sering gagal. Padahal, sudah memakan waktu hingga 30 menit.

 

Selanjutnya, saya mulai mencoba modem 3G dari salah satu operator. Ya, masalah koneksi sih sebenarnya tidak mengecewakan. Tetapi itu dia. Biaya koneksinya sangat mahal sekali, dan kebanyakan menganut sistem volume base. Sementara budaya penggunaan internet saya selain browsing, blogging, dan chatting, adalah download beberapa video klip dan mp3. Jadi, bisa dibayangkan, untuk kuota 1 GB saja, paling bisa saya kuras dalam semingg saja.

 

Kemudian, saya akhirnya tergiur mencoba MobileQu dari Quasar. Selain harganya relatif murah, ISP ini menganut sistem time base. Sayangnya, terkadang koneksinya drop. Maklum, kekuatan akses sangat bergantung dengan jaringan BTS operator XL yang digunakan. Kalo dalam jam malam sih lumayan cepat. Tapi kalo digunakan pada jam kerja, ya begitu deh. Makanya, baru seminggu saya membeli SIM Card paket 35 jam, saya sudah malas memakainya lagi. Soalnya, terkesan ‘untung-untungan’ kecepatan akses yang bisa saya dapatkan.

 

Kalo pengen jujur, saya sebenarnya sudah ngebet banget sama penawaran yang ada di Firstmedia cq. Fastnet. Bayangkan, dengan Rp 100 ribu per bulan saya bisa akses internet sepuasnya dengan kecepatan 384 Kbps. Nah, sayangnya, sejak saya ajukan aplikasi permohonan pemasangan dari bulan Februari, hingga detik ini belum ada tindaklanjutnya. Setelah saya cek ternyata di tempat tinggal saya jaringannya belum tersedia. Cukup aneh sekali, mengingat saya berdomisili di daerah yang gemah-ripah produk TI-nya paling hit.

 

Akhirnya, pilihan saya jatuhkan ke Telkom Speedy. Meskipun banyak teman yang menentang pilihan ini, belum lagi dengan kasak-kusuk layanan yang payah, toh saya sepertinya tidak ada pilihan yang lebih logis lagi. Jadi, sekalipun masih terngiang di telinga saya pameo ‘Speedy kalo digunakan sore hari jadi Sepeda’, saya putuskan*bukan karena duta produk ini si Clarisa Puteri yang jelita itu lho* mengambil paket personal time base, kuota 50 jam dengan abodemen Rp 200 ribu per bulan. Memang, dibandingkan para pesaingnya, Speedy tampak lebih mahal. Tapi saya tidak punya pilihan lain. Dengan sistem kerja, dengan kegiatan saya di dunia maya, tampaknya Speedy memang jadi pilihan yang tak terelakkan.

 

Mengenai kecepatannya sih, menurut saya cukup stabil dan cepat. Ini bisa saya buktikan ketika mendownload album mp3 “Lovely” The Primitive 35 Mb, hanya sekitar 15 menit dengan file-sharing. Menurut saya sih, kecepatan download ini paling cepat dari ISP yang pernah saya pakai. Begitupun dengan aktivitas browsing, dan upload foto juga hampir tak bermasalah. Mudah-mudahan saya benar-benar bisa ngebut dengan nyaman dengan Speedy, gak cuma di awal ini.

 

Di balik itu, saya sepertinya harus menyisihkan budget tambahan yang konstan untuk setiap bulannya, menyusul bayar cicilan kartu kredit, tv kabel, pulsa, dan arisan bulanan. Jadi, saya mesti benar-benar bijaksana dalam penggunaan akses internet, biar gak jeblok.

Ditulis dalam NgaLoR-NgiDoeL | Bertanda: , , , , , , | Leave a Comment »

Catatan Dari Molenvliet Mengudara di Radio OZ Fm Jakarta

Ditulis oleh planetmiring di/pada Juli 26, 2008

Tegang, grogi, dan penuh tawa. Itulah sepertinya yang saya rasakan ketika Molenvliet mengudara untuk interview dan live performance di Radio OZ 90,8 Fm Jakarta (kabarnya sih juga disiarkan di Radio OZ Fm Bandang Lampung) pada Kamis (24/7) jam 10 malam lalu. Maklum, sebagai band indie kecil, kami memang jarang mendapatkan kesempatan tampil live seperti ini—terakhir, kami melakukannya atas undangan radio MTV on Sky*sekarang Trax FM* pada Februari 2005 dengan format mengudara yang tidak berbeda—sehingga kekonyolan dan salah ngomong kerap terjadi hampir di sepanjang durasi. Untungnya, acara ‘Substereo’ yang dipadu Sogi Extravaganza Cs berlangsung damai dan sejahtera heheh…

 

Selama hampir lebih satu jam mengudara kami banyak cerita-cerita tentang asal mula Molenvliet berdiri*sumpah deh yang ini rada2 ngaco karena grogi* hingga kegiatan kami disamping ngeband. Perbincangan semakin ‘memanas’ ketika Ary (vocal) profilnya diintip para host; selain mahir menulis cerita porno tak disangka Ary memiliki karakter vocal yang unik, mau gak mau dia dicecar tentang ‘kemahirannya’ tersebut. Setelah itu suasana interview pun berlangsung akrab dan fun. Malah, Sogi sempat memuji interview ini paling rame dibandingkan edisi sebelumnya.

 

Di samping interview, kami juga diberikan kesempatan untuk tampil live membawakan lagu sendiri; revolution dan when she calls, serta cover lagu salah satu band influence kami Pulp-Master of Universe sesuai permintaan pihak radio. Untuk air-play, lagu yang diputar adalah lagu2 dari album kedua kami “Ladies and Fellows”, yakni Simulation of Fire, Perfect Murder, dan Lucifer.

 

Pada blog ini, saya mewakili Molenvliet, ingin mengucapkan terima kasih kepada Radio OZ Jakarta yang telah memberikan kesempatan baik ini kepada kami. Kemudian, bagi para pendengar, kami juga ingin meminta maaf kalo ada ucapan kami yang tidak mengenakkan. Semoga sesi ini memantapkan kami untuk melangkah berikutinya. Tidak lupa juga, terima kasih buat Molenfriends yang udah menyempatkan datang. Thx ya Aqiel, Dyan, Denisa, Yando, Rudi, Bayu, dan juga pasukan Aji…

Berhubung foto masih ada di kamera teman2 yg lain, foto TKP pada blog ini jadi kurang lengkap rasanya..tapi gak apa2 deh yang penting tampil hehehe…

Ditulis dalam NgaLoR-NgiDoeL | Bertanda: , , , , , | 4 Komentar »

The Dark Knight: Nonton Lagi Ah

Ditulis oleh planetmiring di/pada Juli 23, 2008

Jika yakin suatu film yang ditonton akan bagus, sebaliknya siapkan tenaga untuk kunjungan berikutnya. Inilah sebuah perilaku yang kembali terulang, setelah satu tahun terakhir saya tidak menggelutinya. Maafkan saya, jika postingan ini membuat Anda bosan, karena isinya hampir sama dengan posting dua tema sebelumnya.

 

Apalagi sih? Ya, apalagi kalo bukan film The Dark Night (TDK). Setelah sempat berjuang untuk mendapatkan tiket premiere-nya bersama Ryan, saya putuskan kembali menonton film itu kemaren malam. Tapi, berhubung kemaren di FX kurang mendapat bangku strategis, akhirnya saya putuskan kembali mengajak salah satu teman saya untuk menontonnya tadi malam di Planet Hollywood. Itupun tanpa perjuangan yang berarti: on schedule jam 19.00, seat yang strategis, serta tanpa kemacetan yang berarti (bandingkan pengorbanan saya pertama kali nonton film ini. Maksudnya: baca posting saya sebelumnya hehehe…).

 

TDK memang film superhero paling yahud yang pernah saya tonton. Menonton film ini saya seolah mendapatkan ketentraman baru dari film superhero yang pernah ada. Film ini melengkapi daftar ‘kunjungan kembali ke bioskop’ saya, untuk berbagai film seperti Scream (trilogy), Urban Legend : Final Cut, SAW, House on Terror Track, Hell Raiser : Inferno, dan apa ya? Lupa!

 

Alasannya sih tidak sepele. Saya merasa TDK ini merupakan tolak balik dari sikuel Batman yang pernah ada, terutama Batman & Robin yang jeblok itu. Tangan dingin Christopher Nolan memang sanggup membuat image Batman terasa berbeda, hal ini mulai disadurnya dari Batman Begins yang merupakan debutnya dalam ‘seri’ Batman. Dia membuat TDK terasa lebih manusiawi namum kelam dengan menciptakan karakter jagoan dan pejahat yang eksentrik, alur cerita yang unpredictable, dan quote-quote yang bisa jadi ‘siraman rohani’ yang bisa mendorong kita untuk menjadi baik atau malah sebaliknya hehehe…*Mati Sebagai Pahlawan Lebih Baik Dibandingkan Berumur Panjang, Tapi Akan Menjadi Penjahat*

 

Dengan menonton film berulang, terkadang kita bisa mendapatkan bagian yang miss di saat kita nonton pertama kali. Begitu pun kali ini. Saya baru ngeh kalo ternyata selepas kematian Rachel Dawes, Bruce merasa terpukul karena tidak sempat memberi tahu Harvey Dent kalo Rachel akan menikahinya. Padahal, sebelum tewas diledakkan, Rachel justru mengaku kepada Harvey bahwa dia bersedia menjadi istrinya dan tidak bisa hidup tanpanya. Sebenarnya almarhumah*halah*sempat memberitahukan hal ini kepada Bruce lewat surat yang dititipkan kepada Alfred. Tapi, surat itu dibakar Alfred karena tidak ingin menyakiti perasaan Bruce, majikannya. Aih, kenapa bisa terlewatkan kan scene kayak gini? Payah nih…

 

Sebenarnya sih, saya tadinya ngajak Ryan—we are couple of freaks—nonton film ini, secara dia lebih ngerti karakter si Batman ini daripada orang lain yang kebanyakan mengganggap Batman itu ‘sekedar jagoan’. Tapi karena dia udah niat pengen lanjutin nonton DVD Smallville yang dipinjamkan temannya, ya apa boleh buat, dia akhirnya cuma nitip supaya saya nonton ending title-nya sampai habis. Biasanya, untuk beberapa film superhero, di bagian ini suka diselipkan adengan tambahan, seperti Spiderman dan Iron Man.

 

Sayangnya, untuk ketiga kalinya saya melewatkan seperti apa yang dititipkan Ryan kali ini. Padahal, dia penasaran banget pengen tau ada adegan apa. Soalnya, kata temannya yang nonton sampai film ini mentok banget, ada adegan tambahan. Bisa gak tidur dia pasti malam ini hehehe. Sebenarnya tadi kans saya menonton sampai mentok cukup terbuka lebar. Tapi, petugas kebersihannya bikin salting. Akhirnya pas detik-detik ending title-nya habis, saya putuskan keluar bioskop. Ternyata, pas melangkah di luar, saya mendengar music theme yang agak mencurigakan. Pengen balik lagi ke dalam, takut petugasnya jutek. Jadi ya sudah, cukup dibuat penasaran aja deh.

 

Jadi, begitulah saudara-saudara, petulangan kecil saya hari ini. Kalo ada yang menonton film ini sampai mentok banget di credit tittle-nya, tolong dong kasih tau bocoran adegan tambahannya. Itu juga kalo ada sih. Mau nunggu DVD-nya pasti lama betol. Kalo yang bajakan sih, udah pasti gak terjamin. Secara film baru dirilis bareng di seluruh dunia.

 

Foto: Canmag.com

Ditulis dalam NgaLoR-NgiDoeL | Bertanda: , , , , | 2 Komentar »

Jangan Ditiru : Menumpuk Sampah eh Sumpah..

Ditulis oleh planetmiring di/pada Juli 19, 2008

Hari ini saya kembali melanggar ‘sumpah’ saya terhadap kamar saya sendiri. Kira-kira 2 hari lalu, saya sempat melontarkan niat untuk meluangkan waktu akhir pekan ini untuk membersihkan kamar. Maklum, selama 6 minggu berturut-turut saya habiskan dengan berbagai macam kegiatan. Dimulai dari acara nonton bareng, datang ke pentas musik, hingga belanja segampreng keperluan. Tapi kalo mau jujur sih, kebanyakan wiken saya habiskan dengan kondangan ke pernikahan teman-teman saya, baik temen sekolah, kerja, maupun kuliah (ketahuan deh, kalo umur saya udah pantas buat nikah hehehe).

 

Rupanya pagi tadi kejadian terulang, mulai dari ajakan teman untuk nonton bareng (sorry ya, Neng Yuni, kali ini gak bisa…ihik..ihik), datang ke akad nikah teman, hingga Ryan yang tiba-tiba nelp untuk ngajak makan di Camp Steak Tebet yang banyak dikunjungi dara belia kalo wiken. Ternyata nih bocah gak tahan juga diem di rumah. Atau gak tahan sama cerita saya tentang banyaknya anak-anak sekolah yang makan disana? Hehehe…

 

Tapi dari berbagai macam ‘tuntutan’ tersebut, yang paling saya seriusin adalah jalan ke mangga dua mal yang sebenarnya merupakan ‘sumpah’ saya di wiken-wiken sebelumnya untuk beli cartridge Gameboy Advance yang baru. ‘Sumpah’ ini terlontar karena saya mulai bosan setiap hari saya hanya ditemani oleh games Naruto : Ninja Council yang sudah saya kelarin game-nya dalam waktu satu hari hehehe…

 

Maka, jadilah saya tepat pukul 4 sore, setelah sholat Azhar meluncur dengan mio kesayangan menuju mal yang digandrungi para penggila teknologi dan para relasinya. Dengan kecepatan rata-rata 60 km per jam, tak perlu waktu lebih dari 30 menit bagi saya untuk sampai di mal ini dari rumah saya yang mungkin hanya berjarak sekitar 30 km.

 

Sesampai disana saya baru ingat *Aah, shit…bukannya gue hari ini mestinya beresin kamar?* saya menyalahi diri dalam hati. Tapi berhubung acara nego harga cartridge antara saya dengan si mbak-mbak yang cengangas-cengenges gak karuan berlangsung seru, jadi ingatan saya kembali lupa. Malah, setelah beli cartridge Peter Jackson’s Kingkong dan Mario Bros Advance 3, saya kembali memburu toko yang menjual kartu perdana Mobilqu untuk ngenet yang katanya murah. Karena masih ragu sama kecepatan browsing-nya, saya yang tadinya udah ngebet pengen beli yang pake unlimited internet sepuasan, jadi beli paket 35 jam ngenet aja dulu. Setelah itu saya langsung cabut pulang.

 

Sesampai di rumah, saya baru inget kalo saya melupakan ‘sumpah’ saya ketika melihat kondisi kamar yang amburadul. Tapi karena penasaran ingin mencoba games yang barusan saya beli, lagi-lagi saya lupa sama ‘sumpah’ itu. Saya malah bikin ‘sumpah’ baru bakal bersihin kamar besok aja. Jadi, selama saya mengetik kata-kata gak penting ini, kondisi kamar saya layaknya kamar yang lebih dari satu bulan gak terurus: kasur yang spreinya bercampur dengan baju kotor, kolong meja kecil yang dipenuhi berbagai macam kabel-kabel dan adaptor, hamparan berbagai press release yang belum sempat saya garap, hingga tumbukan celana dan alat sholat di atas kabinet.

 

Padahal, waktu pertama kali bokap nyokap pengen ngebangun kamar ini sekitar 6 bulan lalu, saya ‘bersumpah’ kepada mereka bakal menjaga kamar ini baik dari segi kebersihan maupun komitmen untuk gak simpan barang yang aneh-aneh, termasuk menyusupkan perempuan ke dalam. Kayaknya sih, cuma sumpah ke-2 dan ke-3 aja yang saya jalanin hehehe…

 

Oh ya, sejam tadi kepala sampe pusing setting koneksi internet Mobilequ pake HP LG KU-380 yang biasa dipake buat ngenet akses internet via indosat.3g. Padahal udah ikutan ketentuan yang ada di situsnya Quasar. Berhubung kepala mabok gak kepalang, saya akhirnya kembali menggunakan kartu mentari atau modem CDMA (super lemots) saya untuk posting blog ini. Urusan setting bakal saya lanjutkan besok saja (lagi-lagi ‘bersumpah’….).

 

Jadi, sekian dulu tentang saya hari ini yang kebanyakan menumpukin ‘sumpah’. Berhubung mata belum ngantuk, sepertinya saya bakal mengisi malam ini dengan nonton DVD City Hunter (complete season 2) kalo gak Goggle V, yang saya beli sejak 4 minggu lalu di Glodok tapi baru beberapa keping saja yang saya sempatkan menonton.

 

gutnait dan selamat wiken!

 

*sok yakin deh blog ini bakal banyak yang baca pake salam-salaman segala hehehe

 

 

 

Ditulis dalam NgaLoR-NgiDoeL | Bertanda: , , , , , | Leave a Comment »

The Dark Knight : Membangkitkan Cinta Lama

Ditulis oleh planetmiring di/pada Juli 18, 2008

Film The Dark Knight (TDK) memang keren! Saking kerennya, sanggup membuat seorang Chandra mau posting blog di pagi sebuta ini hanya untuk sedikit bercuap-cuap tentang film yang dibesut Christopher Nolan ini. Saya memang salah satu dari sekian juta penggemar Batman yang sudah lama menantikan film ini. Bedanya, tingkat fanatik saya mungkin masih di bawah mereka.

 

Tingkat fanatik saya terhadap alter ego dari Bruce Wayne ini sempat hilang begitu penokohannya pada Batman & Robin diberikan kepada George Clooney. Film tersebut, menurut saya merupakan franchise terburuk dari film Batman yang pernah ada. Selain faktor cengos dan tebar pesona Clooney, penggarapan scene yang tidak kelam dan terlalu berwarna-warni, menjadikan saya hampir percaya bahwa tidak akan lagi Batman yang keren selain dalam racikan Tim Burton (Batman, Batman Returns).

 

Akibat rasa percaya itu, saya hampir saja melewati Batman Begins (BB) yang merupakan debut Nolan dalam film Batman. Memasang aktor Christian Bale, menurut Ryan, teman saya yang menggilai Batman, sikuel ini merupakan riwayat Batman yang sangat kelam. Malah dibilang, BB merupakan antidot dari kerusakan penokohan Batman oleh Clooney. Tak heran, untuk The Dark Knight penyutradaraan kembali diserahkan kepada Nolan.

 

Mengacu pada gembar-gembor media dan review majalah hingga pemberitaan keterkaitan tewasnya Heath Ledger dengan peran Joker yang dimainkannya, membuat rasa penasaran saya terhadap TDK semakin menjadi. Toh, akhirnya rasa itu terbalaskan malam tadi, meskipun harus dilalui sedikit perjuangan.

 

Dari rencana awal ingin menonton di Platinum FX, saya dan Ryan harus berputar otak, mencari bioskop mana yang juga memutar film ini. Karena, meski menyediakan dua layar untuk TDK, ternyata kami tetap gak kebagian kursi strategis. Toh, pilihan akhirnya tertuju pada Planet Hollywood yang jaraknya hanya sekian kilometer dari bioskop tersebut.

 

Sesampai disana, ternyata dari dua layar yang ada hanya pemutaran di pukul 21.45 saja yang masih menyediakan lahan strategis. Padahal, kami sampai disana pukul 19.00. Mau gak mau ya, kami harus rela menunggu 2 jam menonton TDK, sambil mengisi perut di Hokben yang posisinya gak jauh dari bioskop. *Biarin, yang penting dapet tempat duduk yang asik* saya bersyukur dalam hati.

 

Perjuangan saya ternyata sangat sangat sangat tidak sia-sia. Harus diakui, TDK merupakan sikuel terbaik dari film Batman yang pernah ada. Selesainya film, saya dan Ryan hampir tidak habis-habisnya berceloteh tentang betapa kerennya film ini. Betapa tidak, mengingat Nolan berhasil membuat terobosan dengan menampilkan scene siang hari. Biasanya, kebanyakan film Batman diambil pada malam hari. Itu pun settingnya sangat studio sekali. Meskipun cukup banyak pengambilan gambar di siang hari, TDK tidak kehilangan sisi kelamnya. Justru film yang berdurasi hampir 3 jam ini menjanjikan banyak kejutan. Dari pemilihan konflik dan dialog-dialog cerdas, hingga karakter yang penuh greget. Yang paling menonjol adalah karakter Joker yang diperankan mendiang Heath Ledger.

 

Harus saya akui, Joker dalam TDM merupakan tokoh psikopat terbaik yang pernah saya tonton (we’ll be missing  you Heath!). Banyak kejengkelan-kejengkelan yang dipertontonkan lewat aksi Joker. Sebaliknya, kita juga dibuat simpati dengan tokoh Harvey Two Face yang awalnya merupakan sosok sempurna dan mendekati karakter pahlawan sejati, namun harus menjadi penjahat karena kehilangan Rachel Dawes yang ternyata keduanya saling mencintai.

 

Dari sisi music score, Henz Zimmer patut diacungi jempol. Banyak irama monoton yang sanggup membuat kita dibuat penasaran aksi apa yang terjadi selanjutnya. Sungguh pemicu adrenalin yang baik di sepanjang film.

 

Sungguh rasanya kantuk saya hampir hilang dengan menuliskan kesan saya terhadap TDK. Tapi, berhubung saya berjanji akan menelpon teman saya pagi ini, terpaksa posting ini saya akhiri untuk beberapa karakter huruf lagi. Sepertinya, saya pun akan menceritakan kesan yang sama dengan teman saya ini. TDK benar-benar membuat saya kembali mencintai Batman!

 

Ditulis dalam RevieW | Bertanda: , , , | Leave a Comment »