Planetmiring’s Weblog

Mohon Maaf Jika Blog Ini Tidak Membuat Anda Tambah Pintar dan Bijaksana

Arsip untuk Mei, 2008

Replika Candi Borobudur Akan Dipamerkan di PRJ

Ditulis oleh planetmiring di/pada Mei 30, 2008

Masih di seputar comeback-nya saya di dunia jurnalistik, selain pesona Miss Indonesia 2008, ternyata di sudut ruang utama acara ICT Expo 2008 juga terdapat sebuah pesona Indonesia yang lain. Kali ini bukan berwujud perempuan, melainkan sebuah replika Candi Borobudur. 

Terbuat dari komposisi kardus dan kayu pada permukaan bawahnya, replika salah satu keajaiban dunia ini memiliki kemiripan dengan Candi Borobudur dengan luas sekitar 40 meter dan tinggi 10 meter. Dibuatnya replika ini menurut suatu sumber yang saya tanya adalah sebagai suguhan bagi pengunjung Pekan Raya Jakarta (Jakarta Fair) yang akan berlangsung pada bulan depan.

Nah, wujud replika yang berada di sudut ruang utama konferensi tentu saja sedikit menggangu ketentangan peserta. Bagaimana tidak, hampir setiap waktu lampu blitz kamera digital membahana di dalam ruangan karena ada beberapa orang yang memanfaatkan untuk berfoto ria di sekitar replika.

Saya yang awalnya sempat malu-malu pun akhirnya tergoda untuk melakukan hal yang sama. Ini dikarenakan meski hampir sering liputan bolak-balik ke Yogyakarta, saya tidak pernah memanfaatkan momen liputan untuk berkunjung ke Candi Borobudur karena terkejar deadline. Apalagi saya sebenarnya termasuk orang yang malas jalan-jalan.

Akhirnya, tadaaaaa….inilah foto-foto saya di depan replika tersebut. Bagi yang ingin melihat bagaimana kerennya replika Candi Borobudur ini harus bersabar dikit, karena PRJ akan dimulai beberapa hari lagi dari sekarang….

 

 

Ditulis dalam PaNdaNgan MaTa & RasA, Uncategorized | Bertanda: , , | 2 Komentar »

Miss Indonesia di ICT Expo 2008 : Kecantikan Yang Membunuh Rasa Kantuk

Ditulis oleh planetmiring di/pada Mei 30, 2008

Seminggu lalu (21-23 Mei 2008) telah digelar acara ICT Expo 2008 yang merupakan rangkaian hajat rutin E-Indonesia Initiative (eII) yang dimotori oleh Suhono R. Supangkat, dosen ITB yang kini menjadi staf ahli menteri Depkominfo. Berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini acara digelar di Jakarta Internasional Expo atau lebih dikenal dengan PRJ Kemayoran.

 

Sayangnya, saya melihat acara ini mengalami penurunan dari jumlah visitor maupun peserta. Ini terlihat selama berlangsungnya acara 3 hari berturut-turut yang meliputi pameran, seminar parallel, hingga konferensi nasional maupun internasional berlangsung sunyi-senyap dan tidak seperti gelaran pada tahun-tahun sebelumnya yang selalu ramai.

 

Desas-desus yang bertebaran, pemilihan PRJ sebagai venue dianggap penyebab kegagalan panitia mencapai target 15.000 pengunjung. Karena, meskipun masih berada berada di pusat kota, entah karena akses kendaraan umum yang sulit dan tempat yang dianggap ‘terpencil’, berbagai acara pameran yang digelar di PRJ—kecuali Jakarta Fair—sepertinya kurang mendapat sambutan. Lainnya, suasana ibukota yang kurang kondusif dengan maraknya demontrasi menolak kenaikan BBM membuat orang urung datang ke venue. Begitupun Presiden SBY yang memilih untuk gelar rapat koordinasi bersama para menteri terkait kebijakan non-populisnya menaikan harga BBM, daripada menyempatkan diri menghadiri opening ceremony acara ini.

 

‘Kegagalan’ sebenarnya sudah tercium pada saat pembukaan acara ini berlangsung. Saya masih melihat beberapa kursi terlihat kosong. Adapun keramaian di ruang utama hanya dikarenakan hadirnya beberapa almamater Depkominfo yang mendampingi Menkominfo Muhammad Nuh yang didapuk sebagai keynote speaker.

 

Di tengah rasa kantuk akibat atmosfer liputan pagi yang senyap tersebut, tiba-tiba mata saya ‘dikejutkan’ dengan seorang perempuan cantik berpakaian kebaya moderen yang anggun dan mengenakan mahkota di kepalanya. Dia ternyata Sandra Angelia, yang baru saja terpilih sebagai Miss Indonesia 2008. Jangan ditanya kenapa saya bisa tahu nama wanita cantik ini, karena saya juga bertanya kepada seorang teman yang duduk di samping saya.

 

Sudah tentu, kehadiran bidadari intelektual ini juga menjadi pusat perhatian seluruh orang yang berada di ruang utama tersebut. Bahkan, saya sangat yakin mereka semua merasakan sensasi yang juga saya rasakan yakni hilangnya rasa kantuk.

 

Menkominfo yang ternyata tidak menduga kehadiran Sandra, dalam sambutannya sempat bertanya, apa hubungan acara tersebut dengan Miss Indonesia. Namun beliau mengaku senang dan memuji kejutan pihak panitia ini. Menurutnya, sebuah kecantikan memang perlu ditampilkan dalam setiap acara yang berkaitan dengan TIK, agar tampilan acara terkesan menarik.

 

Saya sangat setuju sekali dengan pendapat Menkominfo. Bagaimanapun konsep sebuah acara dijalankan, tak lengkap rasanya tanpa kehadiran perempuan-perempuan cantik sebagai pembangkit mata dan semangat (bukan napsu lho hehehe…). Itulah sebabnya, di beberapa acara peluncuran produk, para wartawan selalu ‘disuguhi’ aksi para bidadari showbiz.

 

Nah, meskipun opening ceremony ICT Expo 2008 tidak jadi dihadiri Presiden SBY, saya rasa kehadiran Sandra sudah menjadi magnet tersendiri. Karena tak tahan ingin menikmati kecantikannya dari dekat, saya pun membujuk-bujuk teman untuk mewawancarinya. Alhasil, saya dan teman saya berbincang-bincang sedikit dengan perempuan yang sempat tinggal lama di Australia ini.

 

Dari perbincangan tersebut, Sandra mengaku dirinya bersama miss-miss yang lain, didapuk MNC (Media Nusantara Citra) untuk mengisi sebuah program pendidikan di Indovision. Di kesibukan terbarunya ini, dia akan menjadi guru bagi para balita dengan konsep e-homeschooling. “Saya mengajar pelajaran seperti membaca dan berhitung. Saya sangat beruntung sekali bisa melibatkan diri dalam acara ini,” ujarnya. Wah, betapa beruntungnya para balita itu hehehe…

 

Nah, demi memicu rasa iri pembaca posting blog ini, sengaja saya tampilkan foto saya bersama Sandra. Kalo dilihat dari nama Chandra dan Sandra, kira-kira jodoh gak ya? Hehehehe…

 

Ditulis dalam NgaLoR-NgiDoeL | Bertanda: , , , | Leave a Comment »

Ketika Privasi Menjadi Mahal di Tempat Bekerja

Ditulis oleh planetmiring di/pada Mei 3, 2008

Masih berkaitan dengan pekerjaan saya, ternyata keputusan saya berhenti di perusahaan terakhir telah menyeret seorang rekan kerja saya ke dalam masalah besar. Pagi tadi saya menerima SMS yang kira-kira berisi : Chan, aku sebentar lagi bakal nyusul kamu. Tapi kali ini lain, aku siap2 dipecat gara2 chat kemaren. Semua di copy sama bos.

 

Membaca rangkaian teks itu tentu saja membuat saya terperanjat. Ternyata benar dugaan saya. Apa yang saya khawatirkan memang terjadi. Ceritanya begini. Ketika saya bersiap-siap mengutarakan niat saya resign, ternyata hati saya masih gundah. Bingung harus berkata apa karena saya berusaha resign secara baik-baik dan sulit mencari alasan yang baik dan tepat. Akhirnya, iseng-iseng saya chatting di YM dengan teman saya yang sama-sama membidani bagian kreatif.

 

Meskipun jarak saya dengan dia tergolong hanya beberapa langkah kaki saja, tetap saja saya tidak mau niat saya ini terdengar oleh salah satu orang kepercayaan bos yang kerap mondar-mandir di sekitar ruang kerja. Jadi saya pun asyik curhat dengan dia mengenai keputusan saya tersebut.

 

Akhirnya, setelah mendapatkan dorongan moril dari dia, saya pun memberanikan diri menghadap atasan untuk mengutarakan niat saya. Langsung saja loncat ke bagian setelah saya menghadap bos, saya langsung mengajak teman saya itu untuk sholat ashar di lantai bawah.

 

Apesnya, sebalik saya dari mushola, ternyata orang kepercayaan bos saya sudah berada di meja kerja saya. Sebenarnya sih saya tidak begitu khawatir dia duduk-duduk disana. Cuma saja yang membuat gundah, ternyata YM saya lupa sign out. Meski begitu saya tetap berpikiran positif. Tidak mungkin dia mengintip-intip YM saya. Karena etika di tempat kerja saya sebelumnya tidak membenarkan hal ini.

 

Ternyata saya salah. Menurut kabar teman yang lain, materi chatting saya di-save dan di-print untuk dilaporkan ke atasan. Ternyata privasi saya telah dilanggar oleh orang yang sebenarnya saya hormati disana. Apalagi materi privasi saya dijadikan dasar untuk mendepak orang yang tidak bersalah.

 

Jujur saja, seingat saya apa yang saya bicara lewat YM tidak menyinggung kebijakan perusahaan. Melainkan saya hanya curhat mengenai rencana resign saya. Kalau ini saja menjadi dasar kuat untuk mendepak seseorang, wah betapa naifnya. Mengingat orang yang didepak mempunyai kinerja yang baik dan penurut.

 

Sampai saya tuliskan posting ini, saya merasa sangat berdosa sekali kepada teman saya itu. Keteledoran saya menyeret dia dalam masalah besar karena karirnya sudah di ujung tanduk. Semoga saja kerisauan saya dan dia tidak terwujud. Karena bagaimanapun juga ‘kesalahan’ yang kami lakukan bukanlah hal yang besar. Apalagi privasi kami juga dilanggar. Ini namanya tidak sopan, sama halnya membaca-baca SMS di ponsel orang lain. Ternyata privasi itu memang mahal di beberapa perusahaan tertentu…

 

Ditulis dalam PaNdaNgan MaTa & RasA | Bertanda: , , , | 1 Komentar »

Senyum Seorang Jurnalis

Ditulis oleh planetmiring di/pada Mei 3, 2008

Ada sebuah pertimbangan lain ketika saya memutuskan mengakhiri karir copywriter saya di sebuah agensi yang baru saya rintis satu bulan ini dan beralih lagi ke dunia persilatan jurnalistik. Apa yang menjadi pertimbangan saya itu adalah sebuah senyum. Ya, senyum.

 

Menurut ibu saya, meski dalam kondisi selelah apapun—ketika saya masih berprofesi sebagai jurnalis—sesampai di rumah selepas bekerja, senyum tetap mengembang di bibir saya. Ibu saya sendiri menganggap senyum itu adalah sebuah kepuasan setelah menuntaskan suatu pekerjaan. Meski pun dia tidak tahu detail apa yang saya kerjakan setiap hari.

 

Berbeda ketika saya mulai bekerja sebagai copywriter, yang jadwal kerjanya monoton dan rutin. Sepulang bekerja saya pun tidak banyak membawa sebuah cerita yang asik untuk dibagi. Kecuali kelelahan, nonton TV sebentar kemudian langsung tidur.

 

Masalah senyum yang mengembang pun, ibu saya hampir jarang melihatnya. Naluri keibuanya mulai berkata : bahagiakah anak saya dalam pekerjaan barunya? Tak perlu dia berkata, saya juga bertanya dalam hati : bahagiakah saya?

 

Harus diakui, kendati karir seorang copywriter terkesan sangat glam, tetapi menurut saya sangat monoton. Seperti yang pernah saya utarakan dalam posting sebelumnya, di bidang ini batasan-batasan pekerjaan kita terkonsen pada kemauan klien. Sebagai orang yang bertipikal ‘pembangkang’, tentu saja kaidah ini sulit saya terima.

Tepat sebulan setelah saya menerima gaji pertama saya, saya langsung memutuskan untuk berhenti bekerja. Eloknya seorang mantan jurnalis yang telah mempunyai banyak link disana-sini (inilah asyiknya profesi jurnalis). Kabar mengenai berhentinya saya bekerja ini pun telah tersebar ke beberapa teman.

Dari kabar itu, akhirnya atas rekomendasi teman, ada dua media yang bersedia meminang saya sebagai jurnalisnya.

 

Meskipun belum menentukan pilihan yang mana, tetapi saya benar-benar siap kembali ke dunia persilatan ini. Semoga saya masih bisa terus tersenyum dan mempertontonkannya kepada orang-orang yang saya cintai.

 

 

Ditulis dalam PaNdaNgan MaTa & RasA | Bertanda: , , | Leave a Comment »