Kalau memang dari sisi tercela, memang harus diakui pentas musik apapun rentan terhadap kerusuhan dan minuman keras. Jangankan underground, untuk musik pop mendayu-dayu sekelas Ungu dan Sheila on 7 saja pernah rusuh dan memakan korban. Belum lagi pentas dangdut di kampung-kampung yang kadang berakhir dengan tawuran antar kampung. Saya yang sudah akrab dengan pentas underground sejak di bangku SMA tidak menutup mata memang ada semerbak alkohol di dunia ini. Tapi benarkah underground seburuk itu? Pendapat ini jelas salah. Dari pengalaman saya sendiri, sekalipun musik dipentaskan dalam level rock yang sangat cadas dan menyulut emosi agresif penontonnya, kebanyakan pentas berakhir tertib. Kalau ada anggapan underground hanya mencetak anak muda berperilaku menyimpang, hal ini sangat salah besar. Justru dari dunia ini banyak tercetak beberapa pemikir, seniman, maupun pemimpin yang idealis dan menjunjung tinggi nilai kebenaran. Karena memang underground lahir karena adanya rasa ketidakpuasan terhadap sistem negara yang carut-marut dan dominasi budaya yang membodohi, seperti budaya palsu, pergaulan berasas materi, dan sinetron busuk.
Selama ini saya melihat, underground kerap dijadikan lahan pendidikan politik yang paling menyenangkan. Berkecimpung di dunia underground membuat kita semakin peka terhadap kehidupan sosial dan permasalahannya. Kita seolah terdoktrin untuk berontak terhadap kemunafikan dan kejahatan sistem. Musik dan lirik yang dipersembahkan bukan nihilisme yang ada di dunia clubbing. Musik underground memiliki sebuah nilai dan pesan moral yang sangat tegas. Sebagai penikmat musik underground, apakah keseharian saya lekat dengan minuman keras dan narkoba? Hell No! Justru saya tampil tanpa rokok, narkoba, dan miras; sebuah nilai yang dianut oleh kebanyakan mereka yang menyebut dirinya bagian dari straight edge, meskipun saya bukan straight edge. Dan nilai ini lahir dari komunitas underground. Jadi, jangan takut jika saudara, kakak, adik, atau rekan Anda adalah penikmat underground. Cukup pastikan dia akan tumbuh dan berbeda dengan rekan di lingkungannya namun tetap di jalur yang positif dan berarti.
DIarsipkan di bawah: NgaLoR-NgiDoeL | Tagged: beside, musik, underground