My Bloody Valentine 3D, Teknologi Real-ID 3D Membuatnya Lebih Mencekam

my_bloody_valentine_3d_ver2Kekerasan, ketegangan, dan nudity adalah sebuah intisari atau pakem yang dianggap penting dalam sebuah film suspence thriller di lini horor. Ketika pakem ini mulai dikemas dalam layar bioskop berteknologi tiga dimensi (3D), apa yang terjadi? sudah tentu film semakin mencekam. Begitulah yang saya rasakan ketika menonton film My Bloody Valentine 3D kemarin malam.

Sebagai pecinta film horor, menonton dalam format 3D tentu menambah kenikmatan tersendiri. Apalagi format 3D yang disajikan sangat jauh berbeda ketika ketika teknologi ini pernah booming di awal tahun 90an di kancah pertelevisian lokal. Kacamata yang digunakan bukan kacamata plastik warna merah-biru yang rapuh, melainkan kacamata dengan frame ala geek yang sedang dicemari tren masa kini.

Film My Bloody Valentine 3D disebut-sebut sebagai film horor pertama yang mengadopsi teknologi 3D, setelah sebelumnya format yang sama dibesut oleh film-film animasi. Di putar di 3D Blitz Megaplex yang menghadirkan film dengan teknologi RealID–kabarnya yang pertama di Asia Tenggara–sudah tentu tampilan 3D lebih canggih dibandingkan dengan 3D versi salah satu layar televisi tempo dulu.
Baca selebihnya »

Tanah Abang Diterjang Angin Puting Beliung (Video + Foto)

p31-03-09_16551Siapa yang menyangka, di tengah cuaca yang terang benderang, mendadak kawasan Cideng, Jakarta Pusat kemarin sore (31/3/2009) diselimuti awan gelap. Seiring dengan hujan yang turun, terjangan angin puting beliung menghantam seluruh objek yang tegak berdiri: gedung perkantoran, papan reklame, marka jalan, dan pepohonan.

Ketika alam mulai memamerkan kekuatannya tersebut, sekitar pukul 16.30 adik saya yang kebetulan berada di lokasi sekitar kejadian menelpon saya yang saat itu baru sampai di rumah. “Chan, buruan lo kesini! Bawa kamera, ada angin tornado jelas banget!” begitu serunya di balik telepon.

Baca selebihnya »

Indonesia Masih Butuh Presiden Ganteng (Lagi)???

Pagi tadi mata saya terbelalak tajam ketika membaca sebuah berita dari sebuah koran yang memuat headline kedekatan Maia Estianti dengan Prabowo, pentolan Partai Gerindra. Apa yang membuat mata saya bereaksi berlebihan tentu saya bukan berita gosip kedekatan ketua figur publik ini, tapi justu kepada celotehan Maia dalam kampanye partai tersebut di suatu daerah.

Baca selebihnya »

Sosialisasi Pemilu 2009, KPU Rambah Youtube

kpu-youtubeAgar penyelenggara pemilu, baik masyarakat pemilih, peserta, dan stakeholder lainnya memiliki pemahaman yang seragam dalam mengikuti pelaksanaan dan pemungutan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS), baru-baru ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) bekerjasama dengan United Nation Development Programme (UNDP) melalui Project Election-MDP, meluncurkan “Buku Pintar KPPS, Modul PPK, dan video KPPS.

Baca selebihnya »

Evaluasi Eksistensi DPD-RI: Belum Tampil ‘Garang’ di Parlemen

dpd_logo1Hadirnya Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) di jajaran parlemen Indonesia sudah tentu membawa angin segar dalam kancah perpolitikan di Tanah Air. Terutama, masyarakat yang kadung apatis dengan kinerja parlemen yang selama ini dianggap hanya kepanjangan tangan dari partai politik. Namun, apakah kinerjanya dinilai sudah sesuai harapan?

Baca selebihnya »

Ponsel Bikin Orang Jadi ‘Autis’

tanganguesmsSekitar 7 tahun lalu, ketika ponsel new-entry level kisaran harganya sekitar satu juta—itu pun ringtone-nya masih polifonik dan layarnya monokrom—semua pemilik ponsel seperti terkena wabah ‘demam SMS’. Hampir setiap saat kita bakal dengan mudah menjumpai orang selalu mengutak-atik ponselnya. Dari yang memang berkirim dan menerima SMS, sampai ada juga yang iseng membaca-baca SMS yang sebenarnya sudah pernah dibacanya. Hayuuu ngaku deh…

Baca selebihnya »

Hadiah Itu Belum Sampai

“Chan, hoy…selamat ya. Kapan nih traktiran?” Tampaknya pertanyaan ini makin sering mampir ke telinga saya sekembalinya saya memenangkan XL Award Writing Competition 2008 kategori wartawan yang prosesinya digelar 5 Maret lalu di Mario’s Place, Menteng, Jakarta.

Bermodalkan tulisan “Memadukan Teknologi Seluler dengan Sistem Peringatan Dini Tsunami” saya berhasil merebut Juara Harapan II di ajang yang memilah lebih dari seratus karya tulis ini. Tahun sebelumnya, saya sempat memenangkan Juara III di ajang yang sama. Menurun sih, tapi ya Alhamdulillah ternyata tulisan saya masih bernilai sebuah award hehehe…

Baca selebihnya »

Cantik, Anugerah Atau Musibah?

cantik2Kecantikan adalah sebuah anugerah. Semua tahu itu. Meskipun setiap manusia dilahirkan dengan rupa yang sempurna, tidak semua merasa dirinya cantik. Ini dikarenakan definisi cantik selalu mengikuti ukuran jaman sesuai propaganda penggerak tren. Istilah ‘hitam manis’ pun sekarang menjadi terminologi yang dianggap basi. Begitupun dengan perempuan dengan tubuh padat berisi yang diistilahkan sekel cemekel, sekarang sudah tidak dianggap seksi.

Baca selebihnya »

The Cottage: Tertawalah di Atas Darah

the-cottage-poster-largeSebenarnya film ini pernah saya tonton tahun lalu ketika hajat ScreamFestIndo 2008 digelar. Nah, berhubung ternyata film ini kembali diputar di jaringan bioskop Blitz. Tidak ada salahnya saya publikasikan kesan saya terhadap film horror asal Inggris ini.

Film horror? Eit, sebaiknya jangan terlalu antipati dulu. Meskipun di tengah cerita film ini bakal mengobrak-abrik andrenaline, justru keistimewaan film ini terletak dari sisi humor kelamnya.

Opening credit dan music score dari film ini sungguh di luar kebiasaan. Lupakan alunan mistik dan gelap string-section orchestra yang mencabik-cabik durasi. Di film ini, justru komposisi musik mengalun bagaikan arena sirkus atau carnaval. Sungguh riang dan lucu.

Baca selebihnya »

(Mantan) Rekan Kerja Adalah Aset Penunjang Masa Depan

highfive_medTeman saya, salah seorang wartawati dari sebuah media A berkeluh-kesah kepada saya. Dia merasa kesal dengan perilaku salah-satu bekas rekan kerjanya di media yang sama. Sang rekan yang sekarang ini bekerja di sebuah media B kerap kali menyepelekan amanat yang ditujukan kepada media tempat dulu dia bekerja. Misalnya saja, ketika sebuah vendor mengundang dia untuk meliput suatu even, dia tidak pernah mem-forward undangan tersebut ke teman saya. Ironisnya, ketika di-SMS, balasan yang diterima kira-kira begini: Sori ini siapa ya? Phonebook gue ilang semua.

Entah benar phonebook-nya hilang atau sengaja dihilangkan, dia seharusnya sudah faham kalau undangan itu ditujukan ke dia karena si pengundang masih menganggap dia bekerja di media A, di samping even yang dimaksud tidak ada hubungannya dengan desk dia yang baru. Jika begitu, sebaliknya dia mem-forward informasi tersebut kepada teman saya atau bekas rekan dia di media A.

Baca selebihnya »